admasyitoh.com

Pengalaman Kirim Uang dari Indonesia ke Malaysia

kirim uang dari Indonesia ke luar negeri

Yeorobun, pengalaman yang ingin aku ceritakan ini mungkin menjadi salah satu pengalaman berharga yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidup. Tinggal di Malaysia selama beberapa waktu, rupanya meninggalkan memori yang kuat bagiku.

Banyak sekali kejadian tidak terduga, memacu adrenalin, hingga peristiwa-peristiwa yang cukup membuatku terharu dan emosional. Tapi yang aku ceritakan ini adalah pengalaman berkaitan dengan urusan duit, yang cukup merepotkan, tapi jadi pelajaran berharga. Apalagi urusan duit, bagi anak kos yang tinggal di perantauan jauh di negeri orang, wah ini pasti bikin dar der dor nggak karuan.

Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi orang lain, terutama yang sedang mencari informasi tentang kirim uang dari Indonesia ke luar negeri. Yuk, simak ceritaku selengkapnya!

Mendapat Kesempatan Joint Research ke Malaysia

transfer uang ke luar negeri

Menjalani riset studi S2 di luar negeri adalah pengalaman yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan dan tidak terlupakan. Ketika dosen pembimbing mengabarkan kalau aku mendapat kesempatan untuk melakukan joint research di salah satu perguruan tinggi di Malaysia selama beberapa bulan, rasanya campur aduk. Senang, antusias, tapi juga deg-degan karena ini pertama kalinya aku tinggal cukup lama di negara lain.

Ternyata, salah satu hal yang cukup bikin pusing justru bukan soal riset atau kuliah, melainkan urusan yang sangat sederhana, yaitu bayar sewa tempat tinggal.

Sebelumnya aku memang sudah pernah ke Malaysia. Tapi keperluannya untuk seminar internasional. Jadi aku tidak perlu tinggal lama di sana, hanya lima hari. Menginap di hotel saja sudah cukup. Tinggal booking hotel secara online pakai aplikasi, terus bayar, dan semua beres.

Nah, kepergianku kali ini sangat berbeda. Berhubung ini untuk keperluan riset tesis, tentu lima hari tidak cukup. Aku harus ngelab selama beberapa minggu, bolak-balik lab untuk ambil data, uji sampel, dan sebagainya. Mau nggak mau, aku harus tinggal cukup lama di sana sampai urusan risetku kelar.

Kalau menginap di hotel kebayang tuh mahalnya. Bisa-bisa jebol ini dompet anak kos, hehe. Satu-satunya pilihan adalah menyewa apartemen atau kos-kosan dengan harga yang ramah kantong.

Sebelum berangkat ke Malaysia, aku sudah mencari-cari informasi soal tempat tinggal. Berkat kenalan salah satu senior yang sudah lebih dulu berangkat ke sana, akhirnya aku menemukan sebuah kamar kos yang cocok.

Yah, maunya sih tinggal di asrama mahasiswa kampus tujuanku itu. Tapi karena aku bukan mahasiswa di kampus tersebut, cuma mahasiswa riset sementara—anggaplah mahasiswa titipan riset gitu lah—aku tidak memenuhi syarat untuk mendapat fasilitas asrama kampus.

Alhamdulillah, untungnya kamar kos yang akan aku sewa ini lokasinya lumayan strategis, dekat kampus, dan masih dalam jangkauan bus kampus. Jadi lumayan nih, kalau ke kampus atau lab nggak perlu bayar transport karena bisa pakai bus kampus yang nge-tem-nya di dekat kos-kosan.

Transfer Uang dari Indonesia ke Malaysia Justru Menjadi Kendala

kirim uang ke malaysia

Urusan cari tempat tinggal sudah mendapat kejelasan. Komunikasi dengan pemilik gedung juga sudah mencapai kesepakatan. Pokoknya semua persiapan keberangkatan berjalan lancar. Sampai tiba waktunya membayar uang sewa. Nah, di sinilah masalahnya. Yah, urusan kirim uang ke luar negeri ini yang memang menguras kesabaran.

Pemilik gedung meminta pembayaran melalui transfer ke rekening bank Malaysia. Masalahnya, aku tidak punya rekening bank Malaysia. Aku sempat mencari tahu cara membuka rekening, tapi ternyata ada beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dan prosesnya juga tidak bisa langsung selesai.

Sempat terpikir untuk membayar secara tunai begitu aku tiba di sana. Tapi jumlah uang sewanya cukup besar. Aku harus menarik uang dalam jumlah banyak, terus menukar ke uang ke ringgit, terus dibawa langsung ke sana. Jujur, ini nggak praktis, nggak simpel, dan aku merasa kurang nyaman membawa uang tunai sebanyak itu. Selain repot, rasanya juga agak waswas.

Pilihan lainnya adalah transfer langsung lewat bank konvensional, dari Indonesia ke Malaysia. Aku pun mulai mencari informasi dan menghitung biayanya. Ternyata lumayan ribet juga. Ada biaya transfer internasional, biaya tambahan dari bank koresponden, dan kurs yang menurutku kurang bersahabat. Belum lagi prosesnya yang tidak selalu cepat.

Saat itu aku mulai sedikit panik karena waktu keberangkatanku ke Malaysia sudah semakin dekat. Nggak mungkin dong berangkat gitu aja tapi pas nyampe sana nggak jelas mau tidur di mana

Akhirnya aku bertanya kepada beberapa teman sesama mahasiswa Indonesia yang sudah lebih lama tinggal di Malaysia. Dari obrolan itulah aku pertama kali mendengar tentang aplikasi remitansi. Salah satu aplikasi remitansi yang paling direkomendasikan adalah Topremit.

Aplikasi remitansi adalah platform digital untuk transfer uang ke luar negeri yang lebih cepat, aman, dan murah dibandingkan bank konvensional.

Topremit: Kirim Uang dari Indonesia ke Luar Negeri Tanpa Ribet

Topremit adalah platform pengiriman atau transfer uang dari Indonesia ke luar negeri yang berbasis online. Dengan platform ini kita bisa mengirim uang ke berbagai negara tanpa melalui bank konvensional. Aplikasinya pun mudah didownload di Play Store atau App Store.

Layanan ini sudah berdiri sejak tahun 2009 dan sudah bisa mencakup 90+ negara dengan 30+ mata uang. Dengan Topremit, kita bisa kirim uang dari Indonesia ke berbagai negara tanpa ribet, hemat waktu, tenaga, dan biaya. Wah, menarik kan?

Apakah transaksi dengan Topremit ini aman? Yes, of course! Faktor keamanannya sudah terjamin, yeorobun. Semua transaksi yang berlangsung sangat aman, karena Topremit sudah berlisensi resmi dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia (BI) dengan nomor lisensi 11/11/MDN/1.

Pengalamanku pakai aplikasi ini cukup memuaskan. Transfer uang dari Indonesia ke Malaysia lebih mudah, cepat, dan hemat. Kalau dibandingan dengan bank konvensional kira-kira begini, yeorobun.

perbandingan topremit vs bank konvensional

Keunggulan Layanan Topremit

Kenapa sih harus pakai Topremit? Nah, setelah melihat fitur dan layanan yang ditawarkan, ada beberapa alasan yang membuat Topremit menarik buatku.

1. Tidak Perlu Datang ke Bank

Semua proses dilakukan secara online. Pendaftaran akun, verifikasi identitas, hingga pengiriman uang bisa dilakukan langsung dari smartphone.

Bagi mahasiswa atau pekerja yang memiliki jadwal padat, hal ini jelas menghemat waktu dan tenaga. Tidak perlu lagi izin keluar kantor atau menghabiskan waktu mengantre di bank.

2. Biaya Transfer Transparan

Salah satu hal yang sering membuat kesal saat transfer internasional adalah biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

Di Topremit, biaya transfer dan kurs ditampilkan di awal sebelum transaksi dikonfirmasi. Jadi, pengguna bisa mengetahui dengan jelas berapa uang yang dikirim dan berapa yang akan diterima penerima di Malaysia.

3. Kurs Kompetitif

Banyak pengguna memilih layanan remitansi karena menawarkan nilai tukar yang lebih kompetitif dibandingkan transfer internasional melalui bank konvensional.

Bahkan beberapa ulasan pengguna menyebutkan bahwa biaya total transfer menggunakan layanan remitansi sering kali lebih hemat dibandingkan metode perbankan tradisional, terutama untuk transaksi rutin.

4. Proses Pengiriman Cepat

Transfer ke Malaysia bisa diproses dalam hitungan menit hingga hari yang sama, tergantung jenis layanan yang dipilih dan waktu transaksi dilakukan.

Bagi yang sedang membayar biaya sewa apartemen, mengirim uang kepada keluarga, atau membayar kebutuhan mendesak di Malaysia, kecepatan ini tentu menjadi nilai tambah.

5. Aman dan Resmi

Saat berbicara soal uang, faktor keamanan tentu menjadi prioritas. Topremit telah beroperasi sejak 2009 dan memiliki izin resmi dari Bank Indonesia. Selain itu, sistem keamanannya juga menggunakan proses verifikasi dan autentikasi untuk melindungi transaksi pengguna.

Cara Menggunakan Topremit

review aplikasi topremit

Dengan semua yang serba online, menggunakan aplikasi ini jadi sangat mudah, yeorobun. Langkah-langkahnya pun cukup sederhana:

  1. Unduh aplikasi Topremit
  2. Daftar dan lakukan verifikasi identitas
  3. Pilih negara tujuan, yaitu Malaysia
  4. Masukkan data penerima
  5. Tentukan nominal transfer
  6. Lakukan pembayaran
  7. Tunggu proses pengiriman selesai

Simpel kan? Bisa dilakukan sambil rebahan dan cukup ikuti langkahnya. Nanti notifikasinya masuk sendiri ke smartphone kita begitu transaksi selesai.

Biaya dan Layanan Transfer ke Malaysia

Berdasarkan informasi terbaru dari Topremit, pengiriman uang ke Malaysia tersedia dalam beberapa pilihan:

  • Transfer bank dengan biaya mulai sekitar Rp 45.000
  • Transfer instan dengan biaya sekitar Rp 65.000
  • Pengiriman ke e-wallet Malaysia seperti Touch 'n Go juga tersedia
  • Estimasi penerimaan mulai dari sekitar 20 menit hingga hari yang sama tergantung jenis layanan dan waktu transaksi.

Penutup

Semenjak pakai Topremit, masalahku seolah langsung tuntas. Yang paling aku suka, semua biaya dan kursnya sudah terlihat sejak awal. Jadi aku bisa tahu dengan jelas berapa nominal yang harus dibayar dan berapa jumlah yang akan diterima oleh pemilik kos.

Setelah transaksi selesai diproses, aku menerima notifikasi bahwa uang sudah berhasil dikirim. Tidak lama kemudian, pemilik kos menghubungiku dan mengabarkan kalau dananya sudah masuk ke rekening beliau.

Jujur, saat itu aku benar-benar lega. Masalah yang beberapa hari sebelumnya sempat membuatku bingung akhirnya selesai juga.

Sejak saat itu, aku beberapa kali kembali menggunakan layanan remitansi untuk berbagai kebutuhan selama berada di Malaysia, terutama untuk membayar sewa kos setiap bulannya. Rasanya jauh lebih praktis dibanding harus membawa uang tunai atau menggunakan transfer bank internasional yang biayanya cukup mahal.

Pengalaman ini membuatku sadar bahwa tinggal di luar negeri bukan hanya soal belajar dan melakukan penelitian. Ada banyak hal kecil yang perlu dipersiapkan, termasuk urusan keuangan dan metode pembayaran.

Kalau ada teman atau adik tingkat yang akan menjalani pertukaran pelajar, riset, atau studi di Malaysia, aku biasanya menyarankan mereka untuk mencari tahu soal layanan pengiriman uang internasional sebelum berangkat. Kelihatannya sepele, tapi ketika benar-benar dibutuhkan, informasi seperti ini bisa sangat membantu.

Aku bersyukur karena akhirnya menemukan solusi yang memudahkan proses kirim uang dari Indonesia ke Malaysia tanpa harus repot membawa uang tunai atau dipusingkan dengan proses transfer bank internasional yang panjang.

Mungkin pengalaman ini terdengar sederhana. Tapi buat mahasiswa yang sedang merantau dan harus mengurus semuanya sendiri di negara orang, menemukan cara pembayaran yang aman, praktis, dan mudah benar-benar bisa mengurangi banyak beban pikiran.

Karena di tengah kesibukan mengejar target riset dan menyelesaikan tesis, hal terakhir yang ingin kupikirkan adalah bagaimana cara membayar sewa kos setiap bulan.

Alfia D. Masyitoh
Lifestyle blogger (since 2020) and content writer who loves EXO Baekhyun and SF9 Chani. Part of EXO-L and Fantasy.
Newest Older

Related Posts

Post a Comment