Setiap peristiwa penting dan berharga pasti selalu ingin kita abadikan tanpa satu pun momen terlewatkan. Seperti kelahiran anak atau keponakan, wisuda atau kelulusan, ke luar negeri untuk liburan, hingga nonton konser idola kesayangan.
Berbagai persiapan dilakukan demi mengabadikan momen bersejarah yang sudah sekian lama dinantikan. Sayangnya, kadang ada saja kejadian yang tak diharapkan. Drama mata kering misalnya, yang sering terjadi tanpa disadari dan disepelekan. Padahal drama ini bisa saja kita hindari tanpa perlu merusak momen yang sudah begitu lama kita dambakan.
Tulisan ini hanyalah pengalaman seorang fangirl yang patah hati karena gagal bertemu idolanya akibat drama mata kering yang disepelekan. Namun demikian, semoga bisa menyadarkan kita tentang pentingnya menjaga organ terpenting untuk melihat dunia, yaitu mata.
Karena sejatinya setiap momen di hidup kita berhak diabadikan tanpa drama. Karena momen yang sama tidak akan terulang untuk kesekian kalinya. Selamat membaca dan jangan lupa berkedip ya!
***
Drama Mata Kering:
Datang di Saat Paling Genting
Konon, impian tertinggi—dan paling realistis—bagi seorang fans sejati adalah bertemu dan berinteraksi langsung dengan sang idola yang digemari. Aku setuju sekali.
Kalau pernah nonton drama Sky Castle, kamu pasti tahu Hwang Woo-joo. Nah, dialah member grup SF9, Kang Chani. Sebagai penggemar aktor sekaligus idol Korea satu ini, konser SF9 di Indonesia menjadi momen yang paling kunanti-nanti. Sayang sekali, momen yang bisa jadi adalah ‘kesempatan seumur hidup sekali’ ini harus aku ikhlaskan menjadi mimpi karena mata kering yang tidak aku waspadai. Ceritanya begini …
Kesempatan Super Langka, Konser Idol Korea Secara Cuma-cuma
Sejak pertama kali debut tahun 2016, kedatangan SF9 ke Indonesia sudah dijadwalkan berkali-kali, meskipun berkali-kali itu pula mereka batal ke Tanah Air karena berbagai sebab dan alasan. Memang sangat disayangkan.
Suatu ketika, muncul pemberitaan di lini masa bahwa grup kegemaranku itu akan bertandang ke Jakarta pada 16 November 2024 dalam rangka memeriahkan puncak event K-EXPO Indonesia 2024.K-EXPO sendiri merupakan event tahunan dari pemerintah Korea dengan lokasi penyelenggaraan di negara yang berbeda setiap tahunnya—kali ini giliran Indonesia. Event yang bertujuan untuk promosi Korea ini biasanya terdiri dari beberapa rangkaian acara menarik seperti business exhibition, pertunjukan budaya Korea, hingga konser K-Pop.
Bagian yang paling menarik adalah seluruh rangkaian acara K-EXPO ini gratis untuk umum—mulai dari exhibition hingga konser—karena sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak Korea. Ini tentu saja membuat jiwa fangirl-ku meronta-ronta. Kapan lagi bisa nonton konser artis favoritku secara cuma-cuma dan dibayarin pemerintah Korea? Betul ‘nggak?
Bagaimana dengan sistem ticketing-nya? Nah, ini yang seru. Pihak penyelenggara menyediakan dua opsi untuk mendapatkan tiket konser gratis ini, yaitu pendaftaran resmi dan giveaway.
Pada opsi pertama, pendaftaran tiket dilakukan pada tanggal yang ditentukan selama periode tertentu (hanya 5 hari). Siapapun bebas mendaftar pada website resmi K-EXPO Indonesia dengan syarat dan ketentuan khusus yang berlaku. Nantinya, pemenang tiket akan diundi secara acak oleh penyelenggara. Pada opsi kedua, pemenang giveaway ditentukan oleh tingkat interaksi akun pribadi peserta (non private) dengan akun resmi K-EXPO Indonesia di Instagram.
Mata Kering Melanda, Tiket Konser Lepas, Kesempatan Berharga Lewat Begitu Saja
Demi bertemu idola, tentu aku berupaya sekuat tenaga memaksimalkan semua opsi yang ada. Aku tidak mungkin melewatkan jalur giveaway, walaupun sudah sejak lama aku tahu ‘tanganku nggak wangi’ soal giveaway—aku nggak pernah menang. Dewi Fortuna tidak pernah berpihak padaku setiap kali aku mengikuti event semacam ini. Dan, benar saja. Aku tidak berhasil mendapatkan tiket konser K-EXPO dari jalur ini.
Harapan satu-satunya adalah mendaftar resmi, atau sebut saja war tiket. Meski sudah tahu hasilnya nanti tetap akan dipilih secara acak, tapi semangatku untuk bertemu Kang Chani begitu menggebu.
Aku sudah membulatkan tekad, jika memang tiket itu ditakdirkan menjadi rezekiku, aku rela terbang dari Surabaya ke Jakarta demi bertemu idola favoritku. Peristiwa ini (seharusnya) menjadi salah satu momen penting dalam hidupku karena K-EXPO adalah konser K-Pop pertamaku selama menjadi penggemar budaya Korea.
Hari ticketing pun tiba. Di hari pertama, aku sudah siap di depan layar laptop dengan segala amunisi. Aku bahkan bela-belain menyelesaikan semua deadline pekerjaan lebih awal demi fokus mengamankan kursi di JCC (Jakarta Convention Center) nanti. Walaupun begadang sampai mataku sepet tidak masalah, asal pekerjaanku tidak mengganggu waktu khusyuk untuk berburu tiket.
Kalau kamu pernah nonton konser K-Pop, kamu pasti tahu bagaimana sensasinya nge-war untuk mendapatkan tiketnya. Tangan standby di keyboard, mata fokus penuh ke layar, jantung deg-degan tidak karuan, panas dingin keringat bercucuran, mulut tak berhenti komat-kamit merapalkan doa agar tiket tak lepas dari genggaman. Pernah merasakan? Toss dulu!
Hari pertama, gagal. Sistem eror, beberapa kali aku refresh tetap tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sampai mataku perih melotot di depan laptop, aku belum berhasil mengakses website resminya. Oke, coba lagi besok.
Hari kedua, gagal lagi. Ada keperluan mendadak yang mengharuskanku untuk keluar rumah hampir seharian. Hmm… Baik, kita coba lagi besok. Masih ada waktu. Dalam hati aku berusaha tetap tenang, walaupun gelisah dan gusar sekali rasanya karena belum berhasil mendaftarkan diri. Ditambah lagi, teman-teman fanclub mulai heboh mengabarkan situasi website yang tidak stabil. Kadang sukses, kadang eror. Maklum, diserbu ribuan fans. Siapa sih yang tidak tergoda dengan konser gratis?
Hari ketiga, aku siap. Lalu tiba-tiba ada pekerjaan mendadak dan mendesak yang harus segera diselesaikan. Subhanallah, mataku lelah rasanya terlalu lama dipaksa fokus bekerja. Hingga akhirnya, di saat paling penting, paling genting, tepat ketika aku bisa mengakses website resminya, badai itu datang.
Aku sudah hampir selesai mengisi form registrasi, mulai dari memasukkan alamat email, identitas diri, dan lain sebagainya. Begitu klik ‘submit’ di tahap terakhir, tiba-tiba website eror lagi. Aarrggh!! Oke, coba lagi.
Tapi, drama belum selesai, justru baru dimulai. Aku baru sadar, mataku ternyata sudah berair, perih, panas, pokoknya serba tak nyaman. Yang paling parah, kepalaku ikutan pusing kliyengan. Tapi aku masih memaksa. Sampai akhirnya aku menyerah karena kepalaku benar-benar pusing melihat layar laptop. Disusul sensasi mual yang tak tertahankan saat melihat layar. Mataku terasa semakin perih dan berat. Ahh, kenapa harus di saat segenting dan sepenting ini?
Belajar dari Pengalaman Sakit Mata Kronis
Aku mengakhiri perburuan tiket hari itu dengan perasaan campur aduk. Kesal, gelisah, marah, sekaligus kesakitan menahan pusing di kepala. Keesokan harinya aku memutuskan untuk ke klinik dan memeriksakan diri.
“Pekerjaannya apa, Mbak?” tanya dokter. Aku pun menjawab freelance content writer dan menceritakan akhir-akhir ini memang tidurku kurang cukup akibat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan segera. Tentu aku tidak menceritakan bagian rela begadang berhari-hari di depan laptop demi fokus berburu tiket konser.
Menurut dokter, ada saraf yang stres di sekitar mataku yang membuat kepalaku terasa seperti berputar-putar saat melihat tulisan dan layar. Dokter juga menyarankan untuk beristirahat sampai gejalaku sembuh. Untuk keluhan mataku yang terasa sepet, perih, lelah, panas, dan berair hingga kemerahan, beliau menyarankan untuk kompres dingin dengan handuk yang lembut. Fix ini mata kering! Aku membatin dengan yakin.
Sebagai tambahan, jika keluhanku tidak membaik sampai beberapa hari ke depan, dokter akan memberikan rujukan ke dokter spesialis mata atau spesialis saraf untuk pengobatan selanjutnya. Deg!
Pulang dari klinik aku merenung dan merunut kembali pola hidupku selama beberapa hari terakhir. Aktivitas mata yang sangat intens di depan layar monitor beberapa hari sebelumnya mungkin membuat mataku kering. Karena terlalu fokus bekerja di layar, aku tidak menyadari saat mataku mulai memberikan sinyal-sinyal peringatan seperti sepet, perih, dan lelah atau singkatnya SePeLe. Seperti singkatannya, sinyal yang tidak seberapa itu malah aku sepelekan dan berujung mataku kelelahan.
Tiba-tiba aku kembali teringat pengalaman di masa lalu, ketika masih kecil hingga remaja. Aku pernah menderita infeksi mata kronis yang cukup parah, hingga membuatku trauma. Aku pernah menceritakan pengalaman ini di tulisan lain tentang pengalaman sakit mata kronis.
Saat aku masih kecil, sekitar 7 tahun, aku pernah mengalami alergi matahari dimana mataku akan berubah panas, kemerahan, berair, gatal dan perih, bahkan sampai bengkak jika terkena sinar matahari. Setelah berobat ke dokter spesialis mata, dipastikan aku menderita konjungtivitis vernal dan baru bisa sembuh total setelah aku berumur sekitar 15 tahun.
Sakit mata kronis ini berawal dari gejala ringan seperti SePeLe yang tidak tertangani dengan baik. Saat itu aku maupun orang tua tidak aware dan menganggap infeksi biasa. Siapa sangka, ternyata pengobatan yang tidak tepat justru membuatku bertahun-tahun menderita alergi, infeksi, dan konjungtivitis.
Rasanya sangat merepotkan, karena aku harus menggunakan obat tetes mata khusus—tidak boleh sembarangan, harus selalu pakai topi dan kacamata hitam, sering-sering kompres dingin di mata, membatasi aktivitas luar ruangan, dan lain sebagainya.
Belajar dari pengalaman di masa lalu tersebut, aku tidak ingin mengulang kembali kejadiannya di masa sekarang. Karena itu selama beberapa hari aku memutuskan untuk beristirahat dan stop screen time. Aku pun menghentikan sementara segala aktivitas yang berikatan dengan layar monitor maupun ponsel, sambil fokus mengobati gejala sakit kepala dan mata kering yang aku alami.
Mata Kering Jangan Disepelein, Cegah Sebelum Parah
Singkat cerita, sampai hari terakhir ticketing konser K-EXPO, aku tidak berhasil mengamankan peluang untuk mendapatkan kursi. Pusing kepala dan mata kering benar-benar tidak memberi kompromi. Semakin aku memaksa untuk melihat layar, rasanya semakin berkunang-kunang kepala, dan semakin perih kedua mata. Buka ponsel pun sama saja. Selama berhari-hari aku hanya sanggup menerima telepon dan tidak membalas pesan-pesan yang masuk.
Keluhan ini memang bukan semata karena mata kering, ada faktor lain yang membuat sensasi vertigo di kepala. Tapi tidak dipungkiri, mata kering dan lelah turut andil memperburuk gejala.
Untungnya setelah beberapa hari beristirahat, gejala yang kurasakan mulai membaik dan berangsur sembuh. Walau akhirnya aku harus merelakan hati karena gagal bertemu Kang Chani, tetapi setidaknya mataku tidak semakin parah.
Apa itu Mata Kering dan Bagaimana Terjadinya?
Sering kali kita tidak menyadari, manusia diciptakan dengan begitu ajaib dan sempurna, lengkap dengan teknologi indra penglihatan yang sangat canggih. Secara alami mata kita diciptakan dengan mekanisme perlindungan air mata yang berfungsi untuk menjaga kelembapan mata serta melindunginya dari benda asing.
Dalam kondisi normal, saat kita berkedip mata akan mengeluarkan air mata untuk melumasi permukaan. Sayangnya, dalam beberapa kondisi ternyata air mata kita bisa mengalami gangguan seperti perubahan komposisi atau penurunan jumlah produksi, atau bahkan tidak dihasilkan sama sekali. Kondisi inilah yang disebut dengan sindrom mata kering (dry eyes syndrome) atau keratoconjunctivitis sicca, seperti yang digambarkan dalam ilustrasi di atas.
“Mata kering adalah kondisi ketika lapisan air mata—yang terdiri dari lapisan minyak, air, dan lendir—mengalami kerusakan atau kehilangan volumenya. Akibatnya air mata tidak melekat dengan baik, cepat menguap, dan gagal melumasi permukaan bola mata.” — dr. I Gusti Ayu Made Juliari, Sp.M (Spesialis Mata Konsultan Infeksi dan Imunologi RS Mata Permata Denpasar)
Lapisan air (tear film) mata seharusnya mengandung tiga lapisan yaitu minyak (lipid), air (aqueous), serta lendir (mucin). Air mata inilah yang bertugas melumasi mata agar tetap lembap dan halus permukaannya. Komponen lain—seperti protein, garam, serta antibodi—bertugas melindungi mata dari benda asing yang bisa menyebabkan infeksi seperti debu, kuman, virus, dan bakteri.
Saat mata kering melanda, air mata yang dihasilkan sedikit berkurang dari kondisi normal atau komposisinya tidak ideal. Lapisan air mata pun menjadi tidak seimbang dan tidak stabil. Maka, terjadilah peningkatan kekentalan atau osmolaritas, sekaligus mata jadi tidak terlumasi dengan baik. Permukaan mata akhirnya meradang. Manifestasinya, penderita akan merasakan gejala-gejala yang tidak nyaman seperti sepet, perih, dan lelah—yang biasa disingkat dengan SePeLe.
Seberapa Banyak Kasus Mata Kering di Indonesia?
Faktanya, gejala mata kering ini memang sering disepelekan—seperti singkatannya—karena sifatnya ringan dan tidak signifikan, bahkan ada yang tidak bergejala. Tetapi, hasil survei INSTO terbaru menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami sindrom mata kering. Banyak bukan?
Survei ini melibatkan 710 responden di Jabodetabek dan Bandung. Hasilnya sebanyak 41 persen penduduk urban mengalami mata kering. Ironisnya, dari total penderita, hanya 21 persen yang menyadari kondisinya. Sisanya, sebanyak 20 persen responden menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menyadari bahwa mereka mengalami gangguan mata yang berpotensi menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani dengan baik.
Yang tidak kalah serius, survei ini ternyata sejalan dengan beberapa penelitian. Penelitian Universitas Andalas misalnya, yang menemukan bahwa sekitar 47 dari 51 pekerja kantoran mengalami mata kering. Artinya sindrom ini terjadi pada 92 responden berlatar belakang pekerja urban yang identik dengan teknologi digital. Sebanyak 55,3 persen dari penderitanya bahkan termasuk dalam kategori berat.
Sementara itu, Rumah Sakit Mata JEC menyebutkan prevalensi kasus mata kering di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 27,5 sampai 30,6 persen. Artinya, sekitar 30 dari 100 orang di Indonesia mengalami sindrom mata kering. Dari jumlah tersebut, hanya 60 persen pasien yang bergejala. Sedangkan 37 persen sisanya tidak menunjukkan gejala signifikan, bahkan tidak menyadari bahwa dirinya menderita sindrom mata kering.
Apa Saja Gejala Mata Kering?
- Sepet: sensasi mata terasa berat, kaku, dan tidak segar
- Perih: mata terasa seperti terbakar atau tertusuk, terutama saat berkedip
- Lelah: mata cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu intens, biasanya disertai dengan pandangan kabur dan sulit fokus
- Mata berwarna kemerahan
- Produksi air mata berlebihan
- Sensasi benda asing yang mengganjal atau ngeres
- Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
- Mata terasa gatal
- Terjadi asimetri pada kelopak mata
Apa Penyebab Sindrom Mata Kering?
- Peradangan atau kelainan pada kelopak mata
- Kekurangan vitamin A
- Paparan polusi udara atau udara kering (angin atau AC)
- Reaksi alergi pada mata
- Penggunaan makeup atau kosmetik di sekitar mata, termasuk lensa kontak
- Membaca atau menatap layar terlalu lama tanpa jeda
- Jarang berkedip
- Faktor usia dan penuaan
- Kondisi medis atau mengidap penyakit tertentu
- Efek samping obat
- Efek tindakan medis atau operasi mata
Dalam beberapa kasus, mata kering bisa terjadi karena penyebab gabungan antara peningkatan penguapan air mata sekaligus penurunan produksi air mata (mixed dry eye).
Siapa Saja yang Berisiko?
Mata kering bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada anak-anak. Menurut dr. Niluh Archi S.R., Sp.M dari JEC, menatap layar atau screen time terlalu lama adalah penyebab terjadinya mata kering pada anak-anak. Ketika screen time, anak-anak menjadi jarang berkedip, sehingga mata tidak terlumasi dengan baik.
Meski demikian, beberapa golongan lebih berisiko terkena mata kering daripada anak-anak, seperti orang tua atau lanjut usia, berjenis kelamin wanita (karena rentan mengalami perubahan hormon), pernah menjalani tindakan medis pada mata (seperti operasi lasik), orang dengan diet rendah vitamin A dan omega-3, pengguna lensa kontak, serta pekerja di lingkungan udara kering (ber-AC misalnya) dan konsentrasi visual tinggi (sering di depan layar).
Dampak dan Komplikasi Akibat Mata Kering
“Mata kering yang tidak tertangani dengan baik bukan hanya menurunkan kualitas hidup dan produktivitas, tetapi bisa merusak permukaan mata akibat peradangan dan infeksi kronis,” — DR. Dr. Tri Rahayu, Sp.M(K), pakar mata Rumah Sakit JEC
Peringatan tersebut sebetulnya sudah cukup membuat kita waspada terhadap gejala mata kering. Bukan berarti menakut-nakuti atau panik, tetapi sindrom ini harus ditangani dan diobati dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang yang lebih serius.
Jika dibiarkan, mata kering bisa menyebabkan kerusakan pada permukaan mata karena peradangan atau infeksi. Kerusakannya sendiri bisa bersifat ringan atau berat, bisa bersifat temporer atau permanen. Ilustrasi berikut adalah gambaran komplikasi terjadi mata kering yang mungkin terjadi.
Lebih lanjut, kerusakan mata tentu akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Itulah mengapa sindrom mata kering setidaknya berpengaruh pada dua aspek kehidupan paling utama, yaitu kesehatan (terutama kesehatan mata) dan sosial.
Komplikasi Mata Kronis
- Infeksi Mata: penyakit akibat bakteri, virus, jamur, maupun parasit yang menyerang bagian-bagian mata.
- Ulkus Kornea (Corneal Ulcer): luka terbuka pada kornea mata yang menyebabkan penglihatan berkurang bahkan kebutaan jika tidak diobati. Ditandai dengan mata merah, berair, nyeri, serta bercak putih atau abu-abu pada kornea.
- Konjungtivitis (Conjunctivitis): peradangan pada bagian konjungtiva. Ditandai dengan mata merah, berair, nyeri, gatal hebat hingga bengkak.
- Blefaritis: peradangan kronis pada tepi kelopak mata yang ditandai dengan mata bengkak, merah, iritasi dan gatal, hingga muncul kerak atau sisik di sekitar bulu mata.
Dampak Kehidupan Sosial
- Kinerja menurun, produktivitas kerja berkurang, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi terutama bila terjadi pada karyawan produktif.
- Penurunan kualitas hidup, aktivitas sehari-hari jadi terganggu, serba tak nyaman dan berujung pada penurunan prestasi diri.
- Komplikasi kronis mampu memicu gangguan kecemasan dan sulit tidur yang mampu mempengaruhi kegiatan sehari-hari, seperti kesehatan menurun, pola interaksi sosial dengan orang lain, serta ketergantungan dengan obat.
- Melewatkan momen-momen penting dan berharga dalam hidup akibat kemampuan penglihatan berkurang.
Yang tidak kalah mencengangkan, mata kering ternyata juga berpengaruh terhadap aspek sosial-ekonomi. Sebuah studi di Amerika Serikat memperkirakan kerugian akibat penurunan produktivitas pada penderita mata kering mencapai 55,4 miliar dolar AS per tahun. Di Jepang, kerugian produktivitas ini mencapai 741 dolar AS per tahun. Sementara di Indonesia, penurunan kinerja akibat mata lelah terbukti menghambat efisiensi kerja hingga 5,65 persen.
Dampak mata kering ini pun aku sudah pernah merasakan semuanya. Seperti yang aku ceritakan di atas, pengalaman infeksi mata kronis di masa lalu adalah contoh nyata komplikasi mata kering. Meski sudah sembuh total, sampai saat ini pun mataku tidak pernah kembali normal karena aku mengalami mata silinder (astigmatisme) yang berkorelasi dengan infeksi mata di masa lalu. Sehari-hari aku jadi tidak bisa lepas dari kacamata.
Dari aspek sosial pun aku merasakan dampaknya. Kali ini aku harus patah hati dan merelakan konser idola yang paling aku impikan. Tentu aku sedih sekali sampai ingin menangis rasanya. Sayang sekali, momen berharga dan langka ini hanya bisa aku lihat di media sosial sambil gigit jari. Jujur, aku merasa iri melihat postingan teman-teman fanclub yang begitu menikmati konser dan penampilan SF9.
Hanya cuplikan-cuplikan fancam di media sosial yang sedikit mengobati luka di dada. Tampak SF9 sukses menampilkan lagu-lagu terbaru mereka. Yang paling penting, Kang Chani juga terlihat bersemangat dan enjoy menikmati konser dan antusiasme fans Indonesia.
Ahh, menyesal sekali rasanya tidak bisa merasakan langsung keseruan di sana. Namun demikian, penyesalan terbesarku adalah karena aku ceroboh dan terlalu menyepelekan sinyal-sinyal mata kering yang mulai muncul perlahan.
Strategi Mencegah dan Mengatasi Mata Kering
Cegah sebelum parah! Strategi pencegahan mata kering sejatinya bisa kita lakukan sedini mungkin di rumah, di antaranya:
- Screen break
Terapkan aturan 20-20-20, yaitu beristirahat setiap 20 menit aktivitas layar dengan cara 20 detik mengalihkan pandangan ke objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter). - Atur posisi layar monitor
Ketika bekerja dengan layar monitor, atur jarak layar sekitar 50-70 meter sentimeter dari mata dengan posisi mata sejajar bagian atas layar atau sedikit di bawahnya. Atur sudut kemiringan layar 10-20 derajat menjauhi mata, serta perhatikan resolusi dan pencahayaannya agar nyaman dipandang. - Penuhi hidrasi dan nutrisi tubuh
Terapkan gaya hidup sehat mulai dari memenuhi kebutuhan air harian agar tetap terhidrasi, konsumsi makan sehat yang kaya vitamin A dan omega-3, serta istirahat teratur. - Atur kelembapan udara sekitar
Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan serta hindari embusan AC yang langsung mengenai wajah. Hindari juga pemicu lain seperti debu, asap, atau angin langsung. - Batasi penggunaan makeup dan kosmetik sekitar mata
Sebaiknya jangan menggunakan makeup atau kosmetik di sekitar mata seharian penuh, termasuk penggunaan lensa kontak, agar mata tetap terhidrasi secara alami dan tidak terganggu. - Jangan mengucek, lakukan kompres hangat
Ketika gejala SePeLe muncul, jangan mengucek atau menggaruk mata karena hanya akan memperparah peradangan. Sebagai gantinya, lakukan kompres hangat perlahan dengan handuk yang lembut. - Air mata buatan
Jurus paling ampuh, gunakan air mata buatan berupa obat tetes mata yang direkomendasikan untuk menghindari mata kering dan menjaga hidrasi mata.
Sebagai catatan penting, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika gejala tidak membaik meski sudah menerapkan cara-cara di atas. Sebetulnya penegakan diagnosis mata kering hanya bisa dilakukan oleh dokter ahli setelah melalui beberapa prosedur pemeriksaan. Namun pencegahan sejak dini tetap perlu dilakukan.
Penanganan yang tepat akan memperbesar peluang untuk sembuh lebih cepat. Jangan tunggu komplikasi berat untuk mendapatkan bantuan dari fasilitas kesehatan terdekat.
Insto Dry Eyes New Packaging:
Solusi Efektif Bebas Mata Kering Tanpa ke Dokter
Kalau dirunut kembali, aku kira sudah menyiapkan segala amunisi untuk berburu tiket konser K-EXPO kala itu. Setelah drama mata kering menyerang, aku baru sadar kalau aku melewatkan satu amunisi penting yang seharusnya bisa membuatku #BebasMataKering, yaitu INSTO DRY EYES.
Padahal, sejak beberapa tahun terakhir aku selalu siap sedia botol mungil ini di kotak obat pribadi. Sebagai pekerja digital yang setiap hari berjibaku dengan tulisan dan layar monitor, obat tetes mata ini adalah sahabat bagiku.
Kehadiran #InstoDryEyes seolah menjadi oasis di tengah gersangnya gurun pasir yang mampu menghempas gejala mata kering secara efektif, cepat, dan tepat. Dengan kemasan baru, Insto Dry Eyes New Packaging hadir untuk membawa kesegaran pada mata kering yang banyak dialami kaum urban.
Keunggulan Insto Dry Eyes New Packaging:
- Mengandung bahan aktif hydroxypropyl methylcellulose yang memberikan efek pelumas, persis seperti air mata asli sekaligus meredakan iritasi mata ringan akibat kekurangan produksi air mata
- Mengandung benzalkonium chloride yang mampu mengurangi infeksi atau iritasi pada mata
- Kemasannya praktis dan higienis, botolnya mungil dengan volume 7,5 ml sehingga mudah dibawa kemana-mana tanpa memakan tempat
- Bekerja efektif dan efisien, tanpa menunggu lama efeknya langsung terasa
- Sudah BPOM serta halal certified sehingga sangat aman digunakan
- Harganya terjangkau dan sangat mudah ditemukan
Sejak ada INSTO DRY EYES, momen penting dan berharga jadi lebih bermakna. Kalau kamu ingin #BebasMataKering di saat-saat genting, mulai sekarang #MataSePeLeJanganSepelein ya! Daripada jadi menyesal di akhir nantinya, seperti pengalamanku di atas, lebih baik sedia #InstoDryEyes sekarang juga!
Referensi
- Mata Kering yang Tak Tertangani Dapat Akibatkan Kerusakan Permukaan Mata - https://jec.co.id/en/article/mata-kering-yang-tak-tertangani-dapat-akibatkan-kerusakan-permukaan-mata (diakses pada 13 Agustus 2026)
- Epidemi Senyap Mata Kering: 4 dari 10 Orang Terjangkit Tanpa Sadar -https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/epidemi-senyap-mata-kering-4-dari-10-orang-terjangkit-tanpa-sadar-00-2m8jx-bm9fd8 (diakses pada 13 Agustus 2026)
- Dry Eyes - https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24479-dry-eye (diakses pada 13 Agustus 2026)
- Olah grafis oleh Alfia D. Masyitoh dari Canva dan Free Lottie Animations
- Video animasi oleh Alfia D. Masyitoh (generated by Canva AI)
- Dokumentasi konser oleh @beyaishere_ via X (penggunaan foto atas izin pemilik)






























Setuju banget, kadang kita baru sadar pentingnya menjaga kesehatan mata setelah merasakan sendiri tidak nyamannya mata kering dan lelah karena terlalu lama menatap layar. Keluhan seperti sepet, perih, atau terasa seperti ada pasir memang terlihat sepele, tetapi kalau sering terjadi sebaiknya jangan diabaikan. Edukasi yang ringan tapi penting, apalagi buat kita yang sehari-hari cukup lama di depan gadget dan kompiuterrrr.
ReplyDeleteIya kak, bahkan pas rebahan sambil scrolling aja bisa mata lelah. Awalnya nggak kerasa, tahu-tahu pas udah kelamaan scrolling, tiba-tiba mata langsung sepet. Dibuat merem-merem malah makin berair. Udah paling bener sedia Insto memang.
DeleteSering banget mata kering apalagi saat habis berkendara angin debu dan polusi sering buat mata merah dan gatal. Untungnya sejak pakai Insto Dry Eye, mata jadi cepat pulih nya.
ReplyDeleteWah, ini juga sering terjadi. Terutama yang mobilitasnya tinggi ya kak. Pake motor, risiko dari angin dan debu. Pake mobil juga tetep terpapar dari AC mobil. Pasti ganggu banget kalo lagi berkendara.
DeleteAhh,, momen war tiket konser itu emang menguras energi dan bikin mata kering. Tapi kalau berhasil nge-war, rasanya senang banget. Di jaman sekarang, kerja mata emang ekstra banget, karena setiap hari harus pantengin layar laptop dan hp. Kita harus banget nyetok obat tetes mata insto dry eyes, supaya mata kering nggak makin parah.
ReplyDeleteBetul Kak Dila. Kebayang gimana sepetnya mata jastiper-jastiper war tiket itu ya. Pasti sampe melotot di depan layar. Udah paling bener kalo lagi war tiket sedia amunisi Insto Dry Eyes juga. Kedip dikit aja tiket bisa amblas, apalagi kalo sampe mata keganggu gara-gara SePeLe ya.
DeleteDrama mata kering memang benar2 mengganggu ya..untung sekarang sudah ada jagoan yang selalu siap mengatasi mata kering kita! Terimakasih sharing pengalamannya Kak..
ReplyDeleteSama-sama kak.. Insto Dry Eyes emang juara buat mata kering. Mata langsung nyessss ademmm~~
DeleteUlasannya lengkap dan relatable banget, nih. Kebiasaan kita yang sering skrining atau menatap layar laptop berjam-jam memang bikin lupa berkedip sampai mata kerasa Sepet, Perih, dan Lelah (SePeLe).
ReplyDeleteSetuju banget sama poinnya: jangan cuma ngandelin tetes mata, tapi perbaiki juga kebiasaan seperti jeda layar dan hidrasi tubuh. Terima kasih sudah berbagi edukasi dan pengingat penting ini, Mbak!
Sehat-sehat terus ya, Mbak Alfia!
Sama-sama Pak Arief. Semoga kita semua sehat selalu. Memang betul, perbaiki pola hidup itu ngaruh ke semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan mata dan tubuh ya Pak..
DeleteKeluhan mata kering memang sering terasa sepele sampai akhirnya mulai mengganggu aktivitas. Kalau sehari-hari banyak berhadapan dengan layar, menjaga kenyamanan mata jadi penting supaya nggak baru bertindak ketika sudah terasa sangat mengganggu dan gak lupa selalu sedia insto
ReplyDeleteHarus banget kak sedia Insto biar mata kering nggak sampe ganggu aktivitas yaa. Apalagi kita generasi digital begini, kerja setiap hari di depan layar dan gadget.
DeleteKeluhan mata kering memang sering terasa sepele sampai akhirnya mulai mengganggu aktivitas. Kalau sehari-hari banyak berhadapan dengan layar, menjaga kenyamanan mata jadi penting supaya nggak baru bertindak ketika sudah terasa sangat mengganggu
ReplyDeleteHarus banget kak sedia Insto biar mata kering nggak sampe ganggu aktivitas yaa. Apalagi kita generasi digital begini, kerja setiap hari di depan layar dan gadget.
DeleteTrue, Dry eyes is often seen as normal occurance especially nowadays that most people careless about their health until it becomes emergency.. Thanks for sharing and i hope this helps anyone that need it
ReplyDeleteTernyata memang perihal mata kering pun bisa membuat jalan cerita kita jadi berbeda ya. Rencana mau ketemu idola pun akhirnya kandas. So sorry to hear that. Tapi dengan Insto Dry Eyes, semoga ke depannya segala rencana ketemu idola bisa lancar jaya ya, Mbak. Tetap semangat!
ReplyDeleteTerima kasih Bang Firman. Betul bang, nggak nyangka kan gara-gara mata kering ternyata agenda yang sudah ditunggu-tunggu atau direncanakan bisa jadi berantakan bahkan gagal. Sedih banget nggak bisa nonton SF9, tapi yah kesehatan mata dan tubuh tetap yang paling utama ya.
DeleteSensasi war tiket untuk konser idol K-Pop sebegitu luar biasanya ternyata bagi para fangirl, ya :) Saking serunya jadi terlewatkan kesehatan mata yang terus menerus mantengin monitor laptop agar data terisi lengkap, kadang dibumbui sandiwara sistem yang error ternyata.
ReplyDeleteAlhamdulillah ada Insto, ya. Yang walaupun bentuknya mini, tapi manfaatnya besar sekali untuk menghilangkan gejala-gejala mata kering yang sangat mengganggu seperti mata perih dan lelah.
Uhh seru banget Pak Yo. Pokoknya kalo lagi war tiket tuh selalu ada aja drama. Dari yang masuk webnya susah lah, eror lah, antrian ribuan lah, terus ujung-ujungnya sering nggak dapat karena kalah sama calo. Sedih banget rasanya sekaligus pengen marah kalo udah gitu :")
DeleteMakanya kalo ada yang bisa dapat konser impian tuh kayaknya buat kami para fangirl adalah suatu pencapaian besar, soalnya konser tuh kayak momen once a lifetime, wkwk
Sering banget saya memaksakan mata saat sedang membaca atau buka laptop, rasanya sangat tidak nyaman....sepet perih lelah. Berkenalan dengan insto dry eyes dapat mengatasi masalah mata kering saya.
ReplyDeleteAlhamdulillah syukurlah, senang ketemu Insto ya Bu.. Buat kita-kita yang sering on screen gini memang harus punya pegangan biar nggak terganggu sama mata kering
DeleteWah seru juga ya nonton idola K-pop, tiketnya free lagi. Sayang banget semua gagal gara-gara mata kering.
ReplyDeleteDari artikel ini saya belajar bagaimana menjaga kesehatan mata utamanya gejala mata kering. Insto Dry Eyes adalah solusi yg terbaik mengatasinya.
Harusnya seru banget, tapi yah harus ikhlas walaupun nangisnya berhari-hari juga hehe. Soalnya ini beneran momen yang sangat-sangat langka. Nggak tahu kapan lagi K-EXPO diadakan di Indonesia. Dan belum tentu juga next K-EXPO yang diundang konser SF9 :") Bisa jadi di malah grup/artis lain.
Deletewaaah drama mata kering memang sangat mengganggu. Terutama kalau kita menatap screen terlalu lama. Tapi untungnya ada insto yaa sekarang, yang bisa mudah ditemukan dan dibawa kemana mana
ReplyDeleteBetul kak, botolnya mungil banget jadi diselipin di saku jaket pun bisa. Kalo sering traveling juga butuh ya kayaknya, nggak cuma yang selalu on screen aja..
DeleteKesel ya pastinya kehilangan kesempatan melihat langsung idola karena mata kering. Tapi biar bagaimanapun juga mata kita lebih penting untuk dijaga ya, mbak. Jangan sampai karena kebanyakan menatap manis layar mata jadi kering dan bermasalah. Untung sekarang ada Insto Dry eyes yang bisa mengatasi gejala mata kering dan lelah
ReplyDeleteKesel pasti, tapi lebih banyak sedihnya kak. Kayak yang patah hati banget gitu lo, soalnya bener-bener udah lama pengen ketemu Chani, sekalinya ada kesempatan ternyata aku gak dapat tiket :(
DeleteDuh, cerita gagal ketemu Kang Chani gara-gara mata kering ini related banget sama dunia fangirl, Kak Alfia.
ReplyDeleteDatanya juga lengkap banget, jadi makin yakin dengan insto njh
Emang mengganggu banget yaa mau nonton konser eh matanya bermasalah. Kan jadi gak seru dan kurang menikmati nonton konsernya kalau tiba tiba mata kita terganggu. Untung saja ada INSTO yang bisa mengurangi gejala mata kering sepet lelah jadi segar kembali mata kita. Nonton konser pun lancar jadi seneng deh.
ReplyDeleteGabisa berkiti-kiti akuuu, Al..
ReplyDeleteSedih iyaa.. tapi langsung sadar kalo mendoakanmu agar sehat kembali lebih utama daripada cuma sedih karena gagal ketemu Chani-yaa.. dan EXO.
Akutu punya kebiasaan kalo uda ada hubungannya sama mata, suka kliyengan dan pusing. Rasanya supeerr ga nyaman. Kudu banget segera diatasi menggunakan Insto Dry Eyes kemasan biru.
Tapi kemarin anakku sempet juga ngerasa sepet, perih dan lelah.. aku ajarin pake Insto. Biidznillah... terasa lebih ringan setelah 1 tetes di setiap mata.
Umma juga hampir sering banget merasakan SEPELE ini bahkan sangat menganggu aktifitas.
ReplyDeleteSeringnya kita tuh dsadar kalau mata kita butuh rehat dari berbagai aktifitas saat mata untuk merah, dan berair parah. padahal sebelumnya mata pun uda kasih warning buat tubuh. karena kita abai jadinya malah makin parah dan baru sadar kalau mata butuh ppengobatan lebih lanjut.
ReplyDeleteTapi sekkarang alhamdulillah nya sejak ada insto dengan kemasan mungil bisa di bawa kemana2 ya, kalau mata lagi sepet, perih dan berair langsung bisa di tetesin deh.. jadinya kita pun bisa mengatasi lebih awal
Pasti nyeseknya tuh sampe sekarang kan mbak...gara-gara mata kering jadi nggak bisa ketemu Kang Chani. Dududuuh..semoga one day masih ada lagi konsernya di Indonesia, langsung Surabaya nih.
ReplyDeleteMeski begitu, harus segera notice ya kalau gejala mata kering udah ngasih sinyal. Langsung gercep pakai Insto Dry Eyes yaa.
Mata kering dan lelah itu beneran menyebalkan banget. Mengganggu aktivitas terutama di fokusnya. Kayaknya aku perlu juga nih pakai insto dry eyes, akhir-akhir ini mataku sering lelah dan kering akibat terlalu sering menatap layar.
ReplyDeleteSayang banget, ya, Mbak, kesempatan nonton konser gratis itu hilang karena gejala kering. Namun, nggak apa-apa, ya, yang penting sekarang mah sehat aja dulu. Mudah-mudahan nanti ada lagi konser semacam itu langsung di Surabaya. Hehe. By the way, selama aku mengidolakan siapa pun, aku belum punya keinginan untuk menemui mereka. Kok, berasa malu gitu. Khawatir terjadi hal-hal yang diinginkan. :)
ReplyDeleteTernyata penderita sindrom mata kering ini cukup banyak ya, sekitar 40% lho, bukan angka yang kecil. Mengedipkan mata sebagai salah satu upaya membasahi mata ini kegiatan refleks sederhana yang tidak dapat diabaikan untuk menjaga kesehatan mata. Karena dampak infeksi yang tidak ditangani dengan tetap ternyata dampaknya dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya
ReplyDelete