admasyitoh.com

The Witch: Part 2 - The Other One, Tidak Sesuai Ekspektasi?

8 comments

the witch part 2 the other one

Yeorobun, The Witch: Part 2 - The Other One merupakan sekuel film Korea The Witch yang baru dirilis beberapa waktu lalu, lanjutan dari The Witch: Part 1 - The Subversion yang sudah tayang sejak 2018 silam.

Dari segi pemain, sebagian besar pemerannya masih sama dari sekuel sebelumnya. Tetapi di seri kedua ini ada cukup banyak penambahan pemain yang sempat membuatku bingung, sebetulnya apa fungsi peran mereka. So far, film ini cukup menghibur walaupun, tbh, tidak sesuai dengan ekspektasiku sejak awal. Penasaran? Baca ulasan ini sampai habis, ya!

SPOILER ALERT! Tulisan ini mengandung spoiler serta deskripsi kekerasan yang mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang. Prepare yourself!

THE WITCH: PART 2 - THE OTHER ONE

Kalau kamu penggemar drama Korea Extraordinary Attorney Woo (2022) menurutku kamu akan suka film ini. Sebab, di sini Park Eun Bin memerankan tokoh yang sangat berbeda. Kamu tidak akan melihat pengacara jenius dengan sindrom Asperger (gangguan spektrum autisme). Alih-alih, kamu akan melihatnya sebagai gadis pemberani yang berhati hangat.

Film ini juga ditunggu-tunggu oleh penggemar Lee Jong Suk sebab menjadi salah satu comeback-nya setelah menuntaskan wajib militer. Kim Da Mi masih tampil di film ini. Sayangnya aku kehilangan peran Choi Woo Shik yang memang di sekuel sebelumnya berakhir tewas di tangan Goo Ja Yoon.

  • Judul: The Witch: Part 2 - The Other One
  • Judul Asli: Manyeo (마녀) Part 2
  • Sutradara: Park Hoon Jung
  • Penulis: Park Hoon Jung
  • Produser: Park Hoon Jung, Kim Hyun Woo
  • Tanggal Perilisan: 15 Juni 2022
  • Durasi: 2 jam 17 menit (137 menit)
  • Genre: Action, Mystery, Thriller, Fantasy
  • Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea
  • Distributor: Next Entertainment World
  • Pemeran:

  1. Shin Shi Ah - Girl (tokoh utama)
  2. Park Eun Bin - Kyung Hee
  3. Seo Eun Su - Jo Hyun
  4. Jin Goo - Yong Du
  5. Song Yoo Bin - Dae Gil
  6. Lee Jong Suk - Jang
  7. Jo Min Soo - Dr. Baek
  8. Kim Da Mi - Goo Ja Yoon

SINOPSIS SINGKAT

Film ini dibuka dengan scene yang menampilkan seorang gadis kecil berdarah-darah di sebuah kandang sapi. Gadis itu kebingungan melihat kondisi di sekitarnya, bahkan ia sendiri terkejut melihat tangannya dipenuhi darah. Ada suara gaib perempuan yang memanggil-manggil dirinya, tetapi ia terlihat seperti ketakutan. Seekor anjing menggonggong keras dan berlari menerkamnya. Lalu semua menjadi gelap…

Adegan kemudian berubah tiba-tiba. Menampilkan seorang gadis SMA di dalam bus yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Aku menafsirkan, kejadian yang dialami gadis kecil di kandang sapi sebelumnya adalah mimpi buruk yang dialami oleh si gadis SMA. Entah benar atau tidak. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai korelasi dua adegan ini.

Gadis SMA itu sedang berbincang-bincang dengan sahabatnya. Mereka berdua–dan teman-teman SMA lainnya–sedang dalam perjalanan ke suatu tempat (mungkin semacam perjalanan lokakarya kali, ya). Namun bus mereka disabotase ketika mereka tertidur, oleh sekelompok orang yang memakai masker aneh. Semua siswa SMA dibunuh dengan keji, tanpa diberi kesempatan melepaskan diri, kecuali satu orang. Gadis SMA yang mengalami mimpi buruk tadi.

Yang membuatku agak shock, ternyata gadis itu hamil, yeorobun. Itulah alasan kenapa ia diculik dan dibawa kabur ke laboratorium milik Dr. Baek. Janin dalam perutnya adalah objek penelitian utama Main Ark yang kelak jadi cerita utama di film ini.

Jadi, adegan gadis kecil di kandang sapi dan gadis SMA di dalam bus hanyalah pembuka cerita. Bukan cerita utama film ini. Ini kesimpulanku sendiri, ya. Sebab, masalah utama film baru dimulai ketika adegan kekerasan di laboratorium pusat Main Ark. Semua anak yang menjadi objek penelitian transhuman dibantai. Di sini kamu akan banyak melihat darah, tembak-tembakan dan berbagai perbuatan kejam lainnya.

Seorang gadis tanpa nama (diperankan oleh Shin Shi Ah) berhasil kabur dengan kondisi penuh luka di tubuhnya.

awal konflik the witch part 2

Seumur hidup menghabiskan waktu di laboratorium, tidak pernah mengenal dunia luar, ia merasa asing ketika menapakkan kakinya di luar laboratorium. Yang bisa ia lakukan hanya pasrah, mengikuti alur, yang penting ia berhasil kabur.

Gadis tanpa nama itu kemudian bertemu dengan Kyung Hee dengan cara yang tak lazim. Kyung Hee saat itu disandera oleh anak buah Yong Du. Ia terancam. Karena si Gadis mengetahui perbuatan mereka, ia pun terancam dibunuh pula.

Tetapi mereka mencari masalah dengan orang yang salah, yeorobun. Si Gadis punya kekuatan superhuman yang luar biasa. Ngeri! Alhasil, semua anak buah Yong Du kalah di tangan si Gadis. Kyung Hee pun berhasil selamat.

Karena tak tega meninggalkan si Gadis sendirian di hutan belantara, apalagi dengan kondisi penuh luka dan darah yang mengering, Kyung Hee pun menyelamatkan si Gadis. Itung-itung sebagai bentuk balas budi.

Tanpa Kyung Hee ketahui, Gadis misterius yang ia selamatkan rupanya diburu oleh banyak orang–yaitu kaki tangan Dr. Baek. Kyung Hee dan adiknya sendiri pun berada dalam situasi yang tidak menguntungkan gara-gara Yong Du. Mengasuh si Gadis sebetulnya semakin menambah beban dirinya.

Dari sini, semakin banyak masalah yang muncul di kehidupan mereka. Kyung Hee dan adiknya harus menghadapi ancaman dari Yong Du. Sedangkan si Gadis harus menempatkan mereka dalam bahaya karena keberadaan para transhuman yang memburu dirinya.

Kamu akan semakin sering melihat adegan kekerasan di sini. Tembak-tembakan, baku hantam, bunuh-bunuhan sampai berdarah-darah. Sebagian besar karakter di film ini adalah para transhuman. Jadi jangan heran kalau sepanjang sisa ceritanya kamu akan melihat banyak benda beterbangan secepat kilat karena kekuatan telekinesis para tokohnya.

Lalu, apa yang terjadi berikutnya? Apakah masalah Kyung Hee dengan Yong Du and the gank berhasil diselesaikan? Apakah si Gadis misterius akhirnya tertangkap oleh orang-orang suruhan Dr. Baek? Jawab rasa penasaranmu dengan menonton sendiri film ini di CGV, ya!

REVIEW FILM

Tbh, banyak sekali tokoh baru di film ini yang sebelumnya tidak pernah muncul di seri The Witch Part 1. Aku sendiri sempat bertanya-tanya mereka siapa dan apa fungsinya. Seperti tokoh yang diperankan oleh Lee Jong Suk.

Memang, ia menjadi bagian kubu Dr. Baek yang bertugas untuk menangkap si Gadis misterius. Tetapi sepanjang film selama 137 menit tidak banyak cerita yang bisa diambil pelajaran. Si Oppa hanya kebagian tiga scene yang totalnya mungkin tidak sampai sepuluh menit. Rasanya kurang worth it ya, kalau mengingat popularitas dan kualitas aktingnya.

penampilan spesial lee jong suk

Kabarnya, Lee Jong Suk memang sudah ditawari peran sejak seri pertamanya. The Witch Part 1. Namun saat itu si Oppa menolak karena suatu hal. Di seri kedua ini akhirnya peran itu pun jatuh ke pangkuannya walaupun aku bingung juga, sebetulnya apa fungsinya dia di sana. Apakah cuma sebagai kaki tangan Dr. Baek yang memburu para transhuman?

Sebetulnya masih banyak aspek-aspek yang menurutku tidak sesuai dengan ekspektasiku sebagai penggemar yang sudah menunggu-nunggu sekuel ini rilis. Well, mari kita kupas satu per satu.

1. Akting Pemain

Kalau dari segi akting pemain, film ini sebetulnya sudah cukup baik. Walaupun menurutku terlalu banyak pemborosan karakter di film ini. Bayangkan, setidaknya ada tiga kelompok yang memburu si Gadis misterius. Kelompok yang dipimpin Jo Hyun, dipimpin Jang dan satu lagi kelompok asing yang isinya transhuman dari laboratorium cabang Shanghai-Tiongkok. Bagaimana aku tahu? Simpel. Karena kelompok yang satu ini ngomongnya pakai bahasa Mandarin, yeorobun

Dan, gara-gara ini juga aku menduga kalau sebenarnya ada banyak laboratorium Main Ark yang tersebar di berbagai negara, bukan hanya di Korea.

Ketiga kelompok ini saling bersaing memburu si Gadis. Padahal kan mereka berasal dari kubu yang sama, yaitu laboratorium pusat penelitian gen transhuman, yang dikembangkan oleh Dr. Baek salah satunya.

Meski cukup baik, tetapi ada beberapa karakter yang bagiku terkesan dipaksakan untuk berakting cool atau misterius. Untungnya penampilan ini berbeda dengan peran tokoh utama.

Aku ingin menggaris bawahi penampilan tokoh Kyung Hee dan Jin Goo di film ini. Even tho, konflik utamanya bukan mereka, ya. Tetapi Park Eun Bin (Kyung Hee) benar-benar memuaskan bagiku. Sosok gadis biasa yang berhati hangat, tangguh dan pemberani berhasil ia tampilkan dengan baik. Bagaimana ekspresi muka, gestur dan suaranya, semua bisa ia lakoni dengan apik. Kalau soal akting, kemampuan Park Eun Bin memang tidak perlu diragukan lah ya.

park eun bin sebagai kyung hee

Demikian pula dengan Jin Goo (Yong Du). Baru kali ini aku merasa sampai sebegitu jengkelnya dengan Jin Goo. Bertolak belakang sekali dengan auranya yang bikin meleyot di drama Descendant of The Sun atau Mr. Sunshine–kalau kamu masih ingat. Itu lo, yang jadi Sersan Seo Dae Yeong (DOTS) dan cameo di Mr. Sunshine episode 1 yang jadi orang tuanya Go Ae Shin.

Ini menandakan bahwa Jin Goo berperan dengan baik dan sungguh-sungguh mendalami karakternya. Buktinya, aku sampai sejengkel itu kepada tokoh Yong Du. Duh, rasanya pengen nimpuk Yong Du pakai batu bata.

jin goo

Bagaimana dengan tokoh lainnya seperti Shin Shi Ah, Lee Jong Suk dan Kim Da Mi? Let me tell you. Film ini sebetulnya memfokuskan pada lika-liku yang dialami si Gadis misterius yang diperankan oleh Shin Shi Ah. Ia mendapat slot adegan paling banyak. FYI, film ini adalah projek debut sang aktris yang berada di bawah agensi ANDMARQ itu. Sayangnya sebagai tokoh utama kurang banyak adegan laga yang ia tunjukkan.

Sebagai pemula, aktingnya cukup baik. Sayangnya, tidak banyak dialog yang dia ucapkan. Ia lebih banyak melakukan adegan telekinesis super cepat yang membuatku menilainya seperti mesin pembunuh di film ini.

Sedangkan Kim Da Mi dan Lee Jong Suk, mereka selalu menampilkan pertunjukan yang baik dan keren walaupun di film ini mereka tidak banyak kebagian slot adegan. Bahkan Kim Da Mi cuma muncul di beberapa menit terakhir, yang sekaligus menutup 137 menit penonton dengan adegan yang menimbulkan tanda tanya. Kemana Goo Ja Yoon (Kim Da Mi) membawa si Gadis (Shin Shi Ah) yang ternyata adalah adik biologisnya?

kim dami sebagai goo ja yoon

2. Alur Cerita

Poin utama yang membuatku kecewa adalah alur cerita film ini, yeorobun. Setelah seri pertamanya, aku paling penasaran dengan kelanjutan kisah Goo Ja Yoon yang berjuang untuk menemukan ‘obat’ untuk mengatasi kelainan di otaknya yang timbul akibat modifikasi gen. 

Di film pertamanya diceritakan bahwa Ja Yoon tidak bisa bertahan hidup lama jika obat itu tidak disuntikkan pada dirinya. Hidupnya jadi tergantung dengan obat itu. Hanya ada satu cara untuk mengatasi masalah ini. Cangkok sumsum tulang belakang dari ibu kandung.

Di film The Witch Part 2 ini tidak ada adegan yang menampilkan bagaimana perjalanan Ja Yoon mencari ibu biologisnya. Alih-alih, ia justru mencari adik kandungnya, yang ternyata adalah si Gadis misterius. Entah apa maksudnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut di film ini. Karena itu aku berharap ada secercah titik terang di seri ketiga nanti.

Besides, kehadiran tokoh-tokoh asing di seri kedua ini juga membuatku agak kecewa. Sebab, tidak ada penjelasan detail tentang latar belakang mereka. It feels like, ini kok tiba-tiba muncul bule di sini, mereka ngapain? Kok tiba-tiba ada orang dari Shanghai?

Konflik utama seri kedua ini sebetulnya untuk menceritakan bagaimana si Gadis misterius berhasil kabur dari kendali Dr. Baek. Tetapi benang merahnya dengan seri pertama jadi tidak jelas, karena banyak tokoh baru dan alur yang tidak fokus serta melebar. Alurnya pun cenderung cepat, tetapi sensasi tegangnya tidak terasa nikmat.

Sampai akhir film tayang, masih banyak tanda tanya yang belum terjawab. Seolah-olah ingin meninggalkan kesan pada penonton kalau ceritanya akan dilanjutkan di seri ketiga berikutnya. Yah, semoga di seri ketiga nanti ada pencerahan ya!

FYI, kemampuan superhuman si Gadis, adik Ja Yoon, di sini lebih hebat daripada kakaknya, ya. Aku sampai melongo ketika nonton. Tidak banyak gerak bak-buk-bak-buk, tapi musuh tiba-tiba jatuh. Hanya dengan tatapan matanya saja suatu benda bisa terlempar belasan meter jauhnya.

3. Sinematografi dan Efek Suara

IMHO, sinematografi film ini baik sekali. Tidak kalah keren dengan film-film Marvel buatan barat. Ini pula yang membuatku berpikir apakah The Witch Series ini yang akan menjadi Marvel Series rasa Korea? Seperti adegan benda-benda berterbangan atau perpindahan orang-orang transhuman yang secepat kilat. Kadang membuatku kaget. Dari segi sinematografi memang bagus, tetapi dari segi alur jadi kurang nikmat.

benda-bend beterbangan

Kalau dari segi efek suara, film ini tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya karena digarap oleh orang yang sama. Yah, kamu tahulah Mowg memang sudah sering menggarap sound effect film-film terkenal. Dan, hasilnya memang baik karena ia selalu bekerja keras dengan dedikasi dan totalitas tinggi.

SUMMARY

Overall, film The Witch: Part 2 - The Other One ini cukup kayak ditonton. Saranku, tonton dulu seri pertamanya, baru nonton seri kedua ini. Sebab, film seri kedua ini tidak menjelaskan konfliknya secara rinci sejak awal. Ditambah alurnya yang cepat dan banyaknya tokoh yang terlibat, bisa menimbulkan banyak tanda tanya bagi penonton.

Meski bergenre action-thriller, tetapi ketegangan di film ini kurang begitu terasa. Karena adegan laga para tokohnya tidak bak-buk-bak-buk atau gelut pukul-pukulan. Tetapi baku hantam lebih banyak dilakukan beterbangan secepat kilat.

Apakah film ini recommended? Meski alurnya cepat dan agak mengecewakan, tetapi film ini tetap layak ditonton sebagai hiburan. Walaupun kurang worth it untuk penantian empat tahun lamanya, tetapi film ini bisa jadi menyimpan rahasia penting untuk kelanjutan cerita pada seri berikutnya. Kita tunggu saja, ya!

REFERENSI

  1. https://www.imdb.com/title/tt13721828/
  2. https://asianwiki.com/The_Witch:_Part_2._The_Other_One

Alfia D. Masyitoh
Lifestyle blogger, content writer and full time mother who loves EXO Baekhyun and SF9 Rowoon. Part of EXO-L and Fantasy.

Related Posts

8 comments

  1. Ih serem bgt mba alurnya. Ini mah ga bisa ditonton sambil makan yaa, banyak darahnya 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo gak tahan liat darah-darah gitu mending jangan sambil makan, wkwk... tapi sebetulnya gak sehoror itu sih, cuma emang banyak darahnya

      Delete
  2. Akhirnya di spill. Terbayang dikit² nih. Kalo dibuat versi drama bakal seru kayaknya. Kalau eksekusi ceritanya bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi drama genre apa mbak? thriller fantasy gitu kali ya? yg main babang jongsuk? btw, cynthia ini mukanya imut2 tapi garang juga ternyata.. masih rookie jadi belum ada film/drakor dia huhu

      Delete
  3. kayaknya seru nih film.... perlu ditonton ditemani cemilan cepuluh...

    ReplyDelete
  4. Lee Jong Suk sama Lee Jong Sung beda, Mbak? Soalnya tulisannya ada "Sung" ada "Suk"? Yang main di sini si Big Mouth?

    Seru kayaknya, tapi sepertinya sepanjang film dahi terus berkerut. 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. typo mbak, maap.. wwkwkwk... iya babang jongsuk yang main big mouth itu tuh

      Delete

Post a Comment