admasyitoh.com

Tentang Blogging dan 'Sintesis' Resep di Dapur

Post a Comment

Akhir-akhir ini saya lagi hobi ngeblog dan mencoba resep-resep masakan baru. Karena masih amatiran, tentu saja saya belum bisa disebut profesional atau expert. Keduanya masih dikerjakan sesuka hati, seenak mood dan saya belum mengalokasikan waktu khusus per harinya untuk ngeblog atau mencoba resep baru.


Saya mulai senang ngeblog alias blogging sekitar awal tahun 2021. Blog ini memang sudah saya buat sejak Oktober tahun sebelumnya. Tetapi saya belum sempat mengelola dengan baik pun belum bisa meluangkan waktu untuk posting artikel setiap hari. Baru beberapa minggu terakhir saya tekun menulis di blog. Dan baru dengan BPN Ramadan 2021 ini saya rutin menulis setiap hari. Ternyata benar-benar challenging ya, yeorobun! Sebagai ibu rumah tangga yang mengasuh anak yang sedang aktif-aktifnya, ditambah mengurus suami dan rumah, daily blogging ternyata cukup menantang. Saya seperti di-training untuk bagaimana sebisa mungkin harus memposting sesuatu setiap hari. Rutin. Tanpa jeda. Di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga (yaelah sok sibuk). 

Tentu saja aktivitas blogging ini menjadi sangat menantang. Memang bisa dikerjakan sambil rebahan, sambil nyuci, sambil nunggu jemuran kering, bahkan sambil menyusui si kecil. Tetapi justru di situlah letak tantangannya. Saya harus multitasking, bisa tetap fokus menulis draft artikel sambil tetap mengerjakan tugas dan kewajiban saya sebagai ibu negara. Tidak jarang saya masih ngebut artikel dengan pikiran tertuju kepada tumpukan pakaian yang terbengkalai seperti meraung-raung minta disetrika. Atau kadang masih kepikiran menyusun kalimat di artikel yang harus ditulis berikutnya di tengah-tengah anak yang rewel minta diajak main. Nah, belakangan ini rutinitas seperti itulah yang saya jalani setiap hari. Ke-hectic-an yang tidak jarang membuat emosi namun tetap harus ditahan sekuat hati.

Meski demikian, saya tidak ingin putus asa. Saya belum ingin menyerah dengan tantangan ini. Dalam hati saya berkata jangan menyerah sampai akhir. Saya memang belum berpikir jauh untuk membawa blog personal ini menjadi blog yang besar. Tetapi yang pasti saya ingin serius menekuni hobi baru saya ini. Saya ingin terus belajar dan meningkatkan kualitas diri agar blog ini setidaknya bisa dibaca orang lain dan bermanfaat para pembaca. Kalaupun challenge BPN Ramadan 2021 ini berakhir (insyaAllah dalam dua minggu yang akan datang), saya tetap ingin ajeg menulis dan memposting artikel setiap hari. Toh setelah dijalani dan dirasakan beberapa minggu ini, blogging ternyata tidak hanya menantang tetapi juga menarik dan menyenangkan. Saya ingin hobi yang saya tekuni ini bisa berkembang dan bisa mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Semoga saja. 

Nah, terkait rutinitas blogging yang cukup menguras emosi dan pikiran, ada kalanya saya butuh pengalihan. Memasak sejauh ini bisa menjadi mengobati ke-hectic-an saya. Sayangnya, saya kesulitan mengerjakan aktivitas di dapur ini sewaktu-waktu atau semau saya. Butuh kerjasama dengan suami, artinya harus ada yang momong anak kami. Artinya, hobi memasak ini baru bisa saya kerjakan ketika suami libur kerja. Untungnya, suami sangat mengerti dan mau diajak kerjasama. Alhamdulillah...

Saya memang hobi ngemil. Tetapi sebelumnya saya tidak pernah ingin mencoba membuat cemilan atau masakan sendiri. Baru beberapa tahun ini. Sekitar 3 tahun, setelah menikah, saya hobi mencoba resep-resep baru. Baik makanan utama, maupun makanan ringan. Mulanya dari mencoba me-recook resep-resep di cookpad. Lanjut ikut-ikutan tutorial di YouTube. Sampai akhirnya beberapa kali coba-coba membuat dan eksekusi resep sendiri. Ternyata aktivitas ini sangat menyenangkan. 

Saya memang sempat kuliah jurusan kimia murni, sekitar 6 tahun lamanya. Setiap hari terbiasa kerja di laboratorium. Hiruk-pikuk dan keseruan di laboratorium sering membuat saya kangen. Tetapi saya sudah tidak bekerja di laboratorium lagi. Akhirnya, memasaklah pilihan yang paling tepat untuk mengobati kerinduan saya. Bekerja di dapur tidak jauh berbeda dengan bekerja di laboratorium. Saya dituntut untuk terampil, teliti, kreatif dan hati-hati. Membuat kue atau masakan di dapur rasanya sama seperti mensintesis senyawa di laboratorium.

Belakangan ini saya semakin bersemangat untuk belajar memasak setelah pandemi. Suami jadi lebih sering di kerja di rumah sehingga pasokan amunisi kelaparan pun harus lebih siap sedia. Ditambah lagi anak yang sudah mulai MPASI. Kreativitas saya semakin diuji untuk membuat santapan bagi si kecil yang variatif, gizi terjamin, serta nikmat dan lezat. 

Satu yang saya yakini, hobi apapun itu jika ditekuni dengan niat dan serius, maka suatu saat pasti bisa menjadi ladang manfaat dan keberkahan. Terkait hobi terbaru saya, bila ada rezeki dan kesempatan, saya ingin mengikuti kelas menulis blog sampai mahir. Mulai dari level pemula sampai advanced. Selain itu, saya juga ingin mengambil kelas memasak. Minimal bisa mengambil level basic. Syukur-syukur kalau bisa sampai level advanced. Lebih jauh, saya juga ingin mencoba fotografi dan belajar desain grafis. Karena saya pikir keduanya akan sangat mendukung kemajuan blog saya di masa yang akan datang. Semangat!!

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment