admasyitoh.com

Panduan Mencuci dan Merawat Clodi

Post a Comment

Photo: instagram.com/norasnursery/

Mencuci dan merawat clodi itu gampang-gampang susah menurut saya. Tidak seribet dan serepot itu, walaupun tidak bisa juga disamakan dengan mencuci baju biasa. Kalau saya ibaratkan, merawat clodi itu seperti merawat hewan peliharaan atau tanaman kesayangan di rumah. Harus hati-hati, sabar, telaten dan perlu mencurahkan segenap jiwa raga :D 

Kita pasti menginginkan clodi yang kita beli awet, terawat dan bisa bertahan lama, sehingga bisa dipakai adik-adiknya si kakak bukan? Sebab, kembali lagi pada niat awal berclodi yaitu investasi dan menghemat biaya belanja popok bayi. 

Saya kira, banyak orang tua di luar sana yang merasa gagal atau bahkan tidak kuat (padahal belum mencoba) berclodi karena alasan ini. Mereka berpikir perawatan clodi itu ribet dan merepotkan. Padahal tidak seperti itu. Saya tidak bisa menyalahkan mereka, karena memang tidak ada yang salah. 

Prinsip yang saya yakini adalah setiap orang tua punya alasan sendiri dalam memutuskan segala hal terkait anaknya. Bisa jadi mereka adalah worker parents, bekerja penuh, sehingga tidak sempat mengurus cucian clodi yang menumpuk. Atau bisa jadi si kecil kurang cocok memakai clodi, sehingga timbul permasalahan kulit, dan lain sebagainya. 

Apapun alasannya, orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Begitu pula dengan cloth diaper parents. Para orang tua terpilih, yang memilih dan memutuskan berclodi demi kesehatan kulit anaknya, demi kelangsungan hidup Bumi, demi investasi masa depan dan memangkas anggaran belanja popok sekali pakai, maupun alasan-alasan lainnya. Karena berclodi ini memang cukup besar impact-nya, setelah saya rasakan beberapa bulan terakhir. 

Nah, berdasarkan pengalaman dan proses belajar yang saya jalani selama berclodi ini, saya ingin berbagi kiat-kiat merawat clodi agar tetap awet dan terjaga performanya. Semoga bermanfaat, ya!

Pre-wash, tahapan penting sebelum clodi digunakan

Ketika parents sudah mendapatkan clodi yang diinginkan, maka sebaiknya tidak langsung serta-merta dipakaikan untuk si kecil, ya! Layaknya baju yang biasa kita pakai. Ketika masih baru dibeli, pasti kita cuci dahulu sebelum dipakai. Pun demikian dengan clodi. Berikut ini adalah cara melakukan pre-wash.

  1. Pisahkan outer dan insert.
  2. Rendam dengan deterjen khusus clodi selama kurang lebih 30 menit.
  3. Kucek sebentar. Hindari mengucek terlalu kuat agar lapisan waterproof tidak rusak.
  4. Bilas dengan air sampai tidak ada busa.
  5. Keringkan atau jemur di bawah sinar matahari (maksimal sampai jam 12 siang).
  6. Setelah kering, simpan outer di tempat yang aman, kering dan bersih.
  7. Rendam insert dalam air sampai semua bagian basah menyerap air. Lalu jemur hingga kering. Ulangi tahapan ini 2 sampai 3 kali.
  8. Outer tidak perlu pre-wash ya! Cukup insert-nya saja. 

Mencuci clodi, daily treatment process for long lasting cloth nappies

Dari pengalaman saya, setiap merk clodi mempunyai cara tersendiri dalam pencucian dan perawatan produknya. Panduan ini biasanya dicantumkan atau disertakan dalam satu paket kemasan clodi. Tetapi secara umum caranya sama, jadi tidak ada masalah kalau kita mau mencuci clodi dari berbagai jenis dan merk secara bersamaan.

  1. Pisahkan insert dengan outer, kecuali clodi AIO yang inner dan outer-nya sudah dijahit menyatu.
  2. Buka semua kancing snap yang ada pada clodi. Sebaliknya, pada clodi velcro satukan semua velcronya agar tidak mengikat clodi yang lain.
  3. Pisahkan clodi yang terkena pup dan pipis si kecil.
  4. Semprot kotoran pup dengan jet washer atau semprotan air. Bisa juga dengan selang air yang ditekan sedikit bagian ujungnya. Jika tidak ada, bisa dibilas dengan air mengalir. Intinya, sebisa mungkin hilangkan kotoran sebanyak-banyaknya. Bila perlu kucek sebentar dengan tangan. Kalau kotoran sudah hilang, bisa dijadikan satu dengan clodi yg terkena pipis.
  5. Cuci clodi dengan deterjen khusus clodi (saya biasa pakai Anzav). Bisa juga dengan deterjen biasa yang tidak mengandung pemutih, pewangi dan pelembut, dengan ukuran setengah takaran mencuci baju biasa. Clodi bisa dicuci secara manual atau dengan mesin. Jika dicuci secara manual, hindari mengucek clodi terlalu kuat karena dikhawatirkan bisa merusak lapisan waterproof-nya. Jika dicuci dengan mesin, pilih mode putaran paling lembut (gentle) dan gunakan laundry net agar karet pada clodi tidak melar karena diputar-putar sedemikian rupa di dalam mesin.
  6. Clodi bisa direndam selama 30 sampai 60 menit (saya biasanya 60 menit, jadi bisa 'disambi' melakukan pekerjaan yang lain) untuk menghilangkan bekas-bekas noda pup si kecil yang membandel, sebelum dikucek sebentar dengan tangan.
  7. Selanjutnya, bilas dengan air mengalir sampai benar-benar tidak berbau dan busa hilang. Hindari memeras clodi terlalu kuat agar lapisan waterproof tidak rusak.
  8. Lalu keringkan clodi dengan mesin pengering (di-spin dengan mesin, clodi tetap dalam laundry net) atau langsung dijemur.
  9. Jemur clodi maksimal sampai pukul 12.00 siang, karena panas matahari yang terlalu terik bisa membuat clodi terlalu kering sehingga cepat kaku. Untuk clodi pocket dan cover, jemur outer secara membujur. Bagian outer yang waterproof tidak boleh terkena matahari secara langsung, sehingga dijemur secara terbalik (bagian inner yang menghadap matahari). Cara lain yang lebih aman yaitu diangin-anginkan atau dijemur di tempat yang teduh namun tetap tidak terhalangi sinar matahari. Untuk insert dapat dijemur seperti biasa. Noda-noda kuning bekas pup si kecil biasanya akan hilang setelah dijemur di bawah sinar matahari secara langsung (sun bleaching, istilahnya).
  10. Jangan menyetrika clodi dan simpan dengan baik di tempat yang kering, bersih dan bebas debu.

Selain langkah-langkah mencuci clodi di atas, berikut ini tips-tips lain yang tidak akan rugi jika parents simak. 

  • Buatlah jadwal rutin mencuci clodi dan tertiblah pada jadwal tersebut. Misalnya, setiap hari pada pagi hari, atau setiap dua hari sekali. Usahakan tidak lebih dari dua hari agar clodi tidak berjamur. Lagipula kalau terlalu lama tidak dicuci, baunya luar biasa ya, moms! :)
  • Bila tidak langsung dicuci, tempatkan clodi kotor dalam wadah tertutup agar tidak menimbulkan polusi bau. Bisa juga direndam dengan air, dalam wadah tertutup, asal tidak terlalu lama.
  • Lakukan stripping clodi secara berkala atau jika dirasa performa clodi mulai berkurang. Misalnya setiap sebulan sekali atau beberapa minggu sekali. 

Biasanya, yang menyebabkan berkurangnya performa clodi ialah adanya tumpukan residu deterjen yang membuat insert tidak bisa menyerap pipis dan inner tidak bisa dilewati pipis si kecil.

Stripping, jurus ampuh mengembalikan performa clodi tetap prima

Salah satu treatment perawatan clodi yang worth it dan tidak boleh dilupakan adalah stripping. Tujuannnya untuk mengembalikan performa clodi yang mulai tidak optimal. Ketika clodi mulai gampang bocor, mudah bau pesing, saat itulah stripping dibutuhkan sebagai langkah yang tepat untuk mengembalikan performa clodi tetap prima. Berikut ini adalah tahap-tahap melalukan stripping clodi.

  1. Clodi harus sudah bersih dan kering, tidak ada kotoran pup maupun pipis bayi. Jadi, pastikan sudah mencucinya terlebih dahulu, ya!
  2. Siapkan cuka dan baking soda.
  3. Pisahkan outer, inner dan insert clodi.
  4. Rendam semua clodi dalam air hangat yang diberi cuka (sekitar 1 sdm). 
  5. Diamkan selama 15 sampai 20 menit.
  6. Tambahkan baking soda ke dalam rendaman clodi.
  7. Diamkan beberapa menit lalu kucek sebentar. Seperti biasa, hindari mengucek dan memeras clodi terlalu kuat agar lapisan waterproof tidak rusak.
  8. Bilas dengan air mengalir sampai bersih dan busa hilang.
  9. Keringkan dan jemur seperti biasa.
  10. Jangan menggunakan pemutih karena bisa merusak serat kain dan mengurangi performa clodi.

Poin terpenting dalam mencuci dan merawat clodi adalah pemilihan deterjen yan digunakan. Jangan menggunakan deterjen atau sabun baby (seperti Sleek, My Baby, Cussons, dsb), sabun atau deterjen liquid/cair (seperti Sunlight, Rinso cair, So Klin liquid, dsb), sabun yang mengandung enzim (Attack, Rinso, dsb), sabun yang mengandung aditif (Rinso pink ultra, Attack pick, Daia pink, dll), sabun colek, maupun sabun mandi batangan merek apapun.

"Sabun-sabun atau deterjen di atas paling banyak meninggalkan residu pada clodi, sehingga menurunkan performa clodi. Insert tidak menyerap pipis dan inner tidak bisa dilewati pipis, bagai pipis di atas daun talas. 
Pada dasarnya semua deterjen meninggalkan residu, yang berbeda hanya cepat dan lambatnya. Karena itu, gunakanlah deterjen yang tidak mengandung pemutih, pelembut dan berenzim." (Juragan Clodi)

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment