admasyitoh.com

YOLO, Tentukan 'The Big Why' dan Jadilah Bloger Impianmu!

47 comments

the big why blogging

Apa yang menjadi 'the big why'-mu memilih pekerjaanmu sekarang? Apakah kamu mencintai profesimu saat ini? Apakah perkerjaanmu sudah sesuai dengan passion? Kalau kamu dihadapkan dengan kesulitan dalam pekerjaanmu saat ini, masihkah kamu bertahan? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas bukan untuk seleksi interview kerja ya, kawan! Tapi untuk mengukur apakah kamu benar-benar mencintai pekerjaanmu dan juga untuk menentukan the big why atas profesi yang kamu pilih. Big why inilah yang akan menjadi bekal dasar dalam bekerja atau menekuni suatu profesi. 

Kalau big why-mu tidak kuat, bukan tidak mungkin kamu bisa berhenti di tengah jalan. Sebaliknya, sesulit apapun rintangan yang sedang kamu hadapi, kalau big why itu sudah teguh sejak awal, maka kesulitan pun pasti bisa dilalui. 

THE BIG WHY DAN PERJALANAN BLOGGING

YOLO! You Only Live Once. Kamu hidup hanya sekali. Aku suka sekali kalimat ini. FYI, kalimat ini aku ambil dari drama Korea berjudul Because This Is My First Life yang tayang tahun 2017 di saluran tvN. Panjang ya judulnya? Iya, memang. Sepanjang perjalanan kisah hidup tokoh utama (Jung So Min dan Lee Min Ki) yang sarat pelajaran berharga. Termasuk tentang kegigihan berjuang menggapai cita-cita. 

Briefly, drama ini menceritakan si tokoh utama, Ji Ho (tokoh yang diperankan oleh Jung So Min), yang berprofesi sebagai penulis skenario drama. Hidupnya penuh kejutan. Impiannya menjadi penulis skenario besar tidaklah mudah. Banyak sekali pengorbanan, rintangan dan kesulitan yang ia hadapi. Bertahun-tahun menjadi asisten penulis, ternyata tidak bisa memuluskan jalannya untuk menjadi penulis utama. 

Ji Ho bahkan pernah sampai kapok dengan pekerjaannya, nyaris putus asa, karena berselisih paham dengan calon partner kerjanya. Perbedaan visi misi dengan rekan kerja menghalangi kreativitasnya untuk berkembang. Ia diremehkan, dipandang tak penting, tidak diakui, dilecehkan hingga hampir diperkosa. Pengalaman buruk tersebut sempat membuat langkahnya berhenti. Trauma dan sangat terpuruk. 

Sampai suatu ketika 'hidayah' menggapai relung hatinya yang terdalam. Ji Ho bangkit kembali, berpikir realistis, lalu mulai menata hidupnya pelan-pelan. Dan, ia kembali meniti karir menjadi penulis skenario seperti yang ia cita-citakan. Akhirnya, Ji Ho berhasil menjadi penulis utama seperti yang ia impikan sejak kecil. 

Aku tidak akan membahas drama ini lebih lanjut, karena tulisan ini bukan untuk mengulas drama. Alih-alih, aku ingin berbagi nilai penting drama tersebut yang sangat bisa kita ilhami untuk diamalkan sehari-hari. Tapi kalau kamu penasaran dengan ceritanya, kamu boleh banget nonton sendiri, ya! Di Netflix dan Vidio ada kok.

Yeorobun, perjalanan hidup Ji Ho benar-benar relatable dengan kehidupan nyata. Rasanya setiap orang pernah mengalami jatuh atau terpuruk di titik paling rendah dalam hidup. Putus asa, terluka, trauma dan seolah-olah segalanya sudah berakhir.

Tetapi tidak semua orang bisa bangkit kembali memperjuangkan cita-citanya. Ada yang justru banting setir lalu malah hancur. Ada pula yang tetap bisa tegar dan kembali berdiri. Inilah orang-orang terpilih, yang mendapat hidayah. Seperti hidayah yang menyentuh hati Ji Ho. 

Hidayah ini sejatinya adalah big why atau alasan kuat atau landasan utama yang mendasari seseorang melakukan suatu pekerjaan atau memilih suatu opsi dalam hidupnya. 

Segala sesuatu yang kita kerjakan pasti ada big why di baliknya. Betul nggak? Termasuk memilih menjadi bloger seperti yang aku lakukan akhir tahun 2020 silam. 

Aku memulai langkahku menjadi bloger sekitar dua tahun lalu. Waktu itu motivasinya sederhana, yaitu karena ingin berbagi cerita tentang pengalamanku berclodi kepada orang lain.

Saat itu aku kesulitan mencari review atau ulasan salah satu merk clodi yang ingin aku beli. Belum banyak orang yang mengulasnya di internet. Lalu terpikirlah olehku, kenapa aku nggak bikin aja blog buat bahas dan ulas produk ini, siapa tahu orang lain juga butuh?

Dan, dari pemikiran itu, akhirnya pada bulan November 2020 lahirlah blog yang saat ini sedang kamu baca.

Perjalananku di dunia blogging ini ternyata tidak mulus, yeorobun! Realita ternyata tidak seindah idealisme dan imajinasiku ketika awal-awal niat membuat blog ini muncul. Buktinya sampai berbulan-bulan aku tidak berhasil memposting satu pun artikel di blog! 

Blogging masih asal-asalan, suka-suka, seenaknya dan tidak seserius itu. Aku masih mengandalkan mood untuk menulis draft tulisan yang akhirnya malah mengendap sekian lama tanpa kejelasan. Aku masih malas-malasan dan lebih memilih rebahan sambil scroll Instagram ketika si kecil tidur. Aku masih enggan belajar dan berusaha mengembangkan skill menulisku.

Lalu, entah bagaimana awalnya, pada suatu titik aku pun dilanda kejenuhan karena kerjaan sebagai ibu rumah tangga yang itu-itu saja. Bosan, stres, lelah dan merasa primitif karena tidak pernah berinteraksi intensif dengan dunia luar.

Karena iseng, kubuka lagi laptopku dan menemukan draft tulisan yang sudah lama aku tinggalkan. Tanpa pikir panjang, aku menulis di sana. Masih tentang pengalaman berclodi. Tapi kali ini tulisan itu tuntas. Tamat. Dan berhasil aku publikasikan. Wah! 

Belum ada yang baca! Tapi dari pengalaman pertama posting di blog aku merasa ada secercah kelegaan. Uneg-uneg yang sebelumnya terpendam akhirnya bisa aku salurkan dengan jalan yang benar. Aku pun merasakan nikmatnya menulis yang bisa membuatku lupa waktu dan melupakan segala tekanan yang aku rasakan sebagai ibu baru.

Lama-lama, tulisanku dibaca orang! Bahkan diberi komentar yang menyenangkan dan membuatku antusias sekali. Kamu tahu bagaimana rasanya saat itu? Wah, aku senang sekali, puas dan lega! Ternyata begini ya rasanya kalau tulisanku dibaca orang dan orang itu bisa mengambil manfaat di dalamnya, begitu pikirku.

Lecutan semangat itu membuatku semakin rajin menulis draft. Aku semakin asyik bermain blog. Menggonta-ganti template, coba-coba bermain dashboard, walaupun masih belum lihai seperti bloger profesional. 

Semakin lama, aku semakin asyik. Tetapi lalu muncul pertanyaan dalam diriku sendiri, mau dibawa kemana blog ini? Apa sih sebetulnya yang ingin aku raih dari blog ini? Apakah cuma buat seneng-seneng, hiburan, pekerjaan tetap, cari uang?

Aku sempat berpikir cukup lama. Sambil mengingat kembali momen ketika pertama kali membaca komentar pembaca. Rasa senangnya, bahagianya, terharu dan puasnya. Aku senang bisa berbagi dengan orang lain. Aku puas jika tulisanku bisa bermanfaat dan membantu orang lain.

Sampai akhirnya aku sadar dan yakin, inilah alasan utamaku memilih blogging. Sejak awal memang aku ingin berbagi ceritaku dengan orang lain. Tetapi menjadi bermanfaat adalah level yang berbeda. Itulah level yang ingin aku capai. 

Seperti kata-kata di drama Because This Is My First Life tadi, YOLO! You Only Live Once. Aku hidup di dunia ini hanya sekali. Karena itulah aku tidak ingin menyia-nyiakannya begitu saja. Bemanfaat bagi orang lain adalah salah satu bekal untuk hidup di akhirat kelak.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Artinya, manusia yang paling baik adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain. Aku mungkin tidak bisa mencapai titik itu sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan dan kelemahan. Tetapi melalui tulisan, aku ingin bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang.

Menjadi bermanfaat sebanyak-banyaknya. Itulah yang akhirnya aku yakini dan aku pegang teguh di dunia blogging ini hingga sekarang. Sejak saat itu aku mulai serius menekuni bidang yang sudah aku pilih. 

Aku menyadari banyak sekali kekurangan dan aku harus banyak belajar agar blog ini bisa dibaca banyak orang dan bermanfaat bagi pembacanya. Dari sini, aku mulai belajar lebih jauh tentang blogging, bergabung dengan komunitas bloger dan mencari rekan seperjuangan. Muncul hasrat dalam diri sendiri untuk berkembang dan terus meng-upgrade skill

Aku nggak bisa bemanfaat buat banyak orang kalau gini-gini aja.

ALASAN PENDUKUNG LAINNYA

the big why blogging

Tidak cuma YOLO dan ingin bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, ada berbagai motif yang sebetulnya turut menguatkan pilihanku untuk menjadi bloger. Sebagai ibu rumah tangga yang gampang sambat, aku butuh tempat curhat. Blog adalah media terbaik untuk menyalurkan segala keluh kesah, gagasan dan luapan emosi dengan cara yang personal namun tetap elegan. 

Berbulan-bulan menjalaninya, aku mengakui bahwa blog menjadi teman baik yang aku butuhkan selama ini. Banyak yang bisa aku lakukan dan banyak juga manfaat yang aku rasakan. Alasan-alasan ini membuatku jadi semakin semangat dan antusias untuk menekuni dunia blogging. 

1. Menyalurkan hobi 

Sejak kecil aku memang suka menulis. Pernah bercita-cita menjadi penulis, ingin kuliah jurusan sastra, serta beberapa kali menang kompetisi menulis ketika sekolah. Tetapi rupanya menjadi penulis buku tidak mudah. Atau lebih tepatnya, aku tidak tahu bagaimana caranya. 

Blogging menjadi alternatif utama bagiku untuk memenuhi keinginan tersebut. Aku tetap bisa menulis walau tanpa menerbitkan buku. Aku tetap bisa menjadi penulis meskipun penulis digital. 

Yang jelas, dengan adanya blog ini aku terus bisa menyalurkan hobi menulisku. Bisa aku lakukan kapan saja dan dimana saja. Tanpa menggangu aktivitas utamaku sebagai ibu rumah tangga. 

2. Media aktualisasi diri

Karena aku hanya di rumah saja, aku butuh media yang bisa mewadahi aspirasiku dan bisa menjadi tempat bagiku untuk belajar dan mengembangkan diri. Blog bisa memenuhi kebutuhan itu. 

Dari blogging, aku tidak hanya belajar skill tentang blog, tetapi aku juga bisa belajar yang lain seperti parenting, literasi, hingga berbagai insight baru yang belum pernah aku pelajari sebelumnya. 

Tidak hanya itu, blog juga menjadi 'rumah' dan jurnal digital bagiku. Aku bisa menuliskan apapun yang tidak ingin aku lupakan. Seperti kata Isabel Allende (penulis Meksiko-Amerika), tulislah apapun yang tidak seharusnya dilupakan. Aku bisa mengabadikan setiap momen yang ingin aku kenang. Melalui tulisan, aku bisa menjadi diri sendiri apa adanya dan membuktikan pada dunia bahwa aku ada. 

"Write what should not be forgotten." (Isabel Allende) 

3. Sarana hiburan 

Supaya tidak burnout, tidak ada salahnya mencari hiburan. Blogging adalah cara yang ampuh untuk refreshing dan self healing bagiku. Aku tetap bisa having fun meski hanya di rumah. 

Karena liburan dengan mendatangi tempat wisata juga tidak mudah. Harus meluangkan waktu, tenaga dan biaya. Blog adalah tempat liburan yang mudah dan murah. Tempat di mana aku bisa menjaga kesehatan jiwa serta merawat stabilitas mental agar tetap waras. Tempat di mana aku bisa menemukan secercah kebahagiaan sebagai mama muda dan ibu rumah tangga. 

4. Personal branding dan networking

Dari blogging aku bisa mengenal teman-teman baru. Rekan senasib seperjuangan dan banyak kesamaan lainnya. Senang sekali rasanya bisa mengenal banyak orang dan saling berinteraksi dengan mereka. Blog juga bisa menjadi sarana untuk personal branding, selain sosial media.

5. Pundi-pundi tambahan uang jajan

Dibayar karena melakukan pekerjaan yang aku sukai adalah salah satu kenikmatan paling indah yang aku syukuri. Meski bukan menjadi tujuan utama, tetapi bisa menambah uang jajan dari blog adalah motivasi tersendiri bagiku untuk terus semangat menulis. 

Yah, walaupun belum bisa menjadi sumber pemasukan utama, tetapi ada kepuasan tersendiri ketika tulisanku dibayar. Hatiku dipenuhi dengan perasaan membuncah yang sulit aku ungkapkan dengan kata-kata saat melihat saldo rekening bertambah. Kamu pernah merasakan seperti itu? 

CARA MEMBAGI WAKTU BLOGGING

alasan ngeblog

Menjadi bloger memang pilihanku sendiri tanpa ada paksaaan dari orang lain. Bukan karena ikut-ikutan dan ingin terlihat keren. Tetapi memang aku merasa blogging adalah kebutuhan sekaligus keinginanku. 

Bloger memang bukan pekerjaan utama bagiku, saat ini. Aku masih memiliki tanggung jawab dan peran sebagai ibu rumah tangga di keluarga kecilku. Segala sesuatu yang aku lakukan harus dipertimbangkan matang-matang agar keduanya bisa berjalan beriringan. 

Komunikasi dengan pasangan wajib hukumnya ketika aku memutuskan untuk menulis blog. Izin, dukungan dan ridho dari suami adalah kunci utama yang aku pegang ketika memulai langkah ini. 

Bagiku, komunikasi dengan pasangan sangat penting ketika terjun di dunia blogging ini. Dengan komunikasi dan dukungan ini, suami bisa mengerti dan memahami apa yang aku lakukan. Aku tentu tidak ingin timbul kesalah pahaman dan perselisihan dengannya saat aku beraktivitas di blog. 

Meski demikian, aku harus pandai-pandai membagi waktuku untuk mengurus keluarga sebagai rumah utama, dan blog sebagai rumah kedua. Sedikit tips inilah yang aku terapkan dalam realisasinya. 

1. Mengutamakan tanggung jawab domestik

Bagaimanapun juga peran sebagai ibu dan istri adalah yang paling utama. Jadi, pekerjaan domestik di rumah selalu aku selesaikan lebih dulu, sebelum merawat blog ini. Lagipula, ada rasa bersalah dan berdosa ketika aku mengurus blog tetapi suami, anak dan rumah malah tak terawat dengan baik. 

2. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin

Waktu anak tidur siang atau bermain dengan teman-temannya adalah momen yang tepat untuk menengok kondisi blog. Aku biasa memanfaatkan momen ini untuk blog walking, membalas komentar di blog, menyusun outline tulisan, mencicil draft atau mengedit artikel yang siap tayang. 

3. Mengikat ide sesegera mungkin

Karena ide sering kali datang tiba-tiba seperti tamu tak diundang, tetapi kedatangannya justru melegakan, aku selalu mencatatnya sesegera mungkin. Bisa dicatat di buku atau notes handphone, atau alat apapun asal ide ini bisa diikat dan tidak lari terlepas begitu saja. 

4. Sempatkan di malam hari

Menjadi ibu rumah tangga memang bekerja penuh 24/7. Untuk mengasuh blog, aku memang harus rela begadang malam-malam ketika semua anggota keluarga sudah terlelap. Aku rela mengurangi jatah waktu tidurku demi merawat blog yang sudah aku rintis ini agar terus berkembang dan lebih baik. 

5. Rutin dan buat target

Salah satu komunitas blog yang aku ikuti mewajibkan anggotanya untuk publikasi artikel minimal sekali seminggu. Hal ini sangat membantu karena aku jadi punya target mingguan, rutin update artikel dan blog ini pun bisa selalu up to date. Seperti rumah, kalau terlalu lama ditinggalkan pasti bisa berdebu dan usang. Aku tentu tidak ingin rumah keduaku ini dipenuhi sarang laba-laba karena terlalu lama tidak dijamah manusia. 

SUMMARY

The big why atau alasan utama aku memulai blog ini adalah untuk menjadi bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain melalui tulisan. Big why ini adalah modal utama yang selalu aku pegang teguh dalam mengerjakan apapun terkait blogging. YOLO, You Only Live Once, aku ingin menulis apapun yang tidak ingin aku lupakan karena mungkin saja hal itu bisa bermanfaat dan membantu orang lain. 

Meski harus pintar-pintar membagi waktu dengan tanggung jawab utama sebagai ibu rumah tangga, blogging sangat berarti bagiku untuk berekspresi, berkembang dan menjadi diri sendiri. 

Itulah ceritaku di dunia blogging dan the big why yang membuatku memilih ngeblog. Bagaimana denganmu? YOLO seperti apa versimu? Ceritakan di kolom komentar, ya! 

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, μ‚¬λž‘ν•˜μž!

Related Posts

47 comments

  1. Suka tulisannya, komplit dan enak dibacanya :) Semoga makin semangat ngeblognya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah terima kasih coach.. Komentarnya bikin semangat lagi. Love love love 😍😍

      Delete
  2. Blog nya dah keren banget yaaa...bakalan sering2 mampir deh supaya bisa belajar lebih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, makasih kak sudah mampir. Semoga bermanfaat yaa.. Semangatt!!

      Delete
  3. Cara belajar efektif nih dari postingan keren seperti ini..sukak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Semoga bisa mengambil manfaat ya kak, terima kasih atas kunjungannya :)

      Delete
  4. Tulisannya keren dan enak dibaca, tampilan blognya juga bagus banget..harus banyak belajar ini aku biar kaya kamu mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga masih harus banyak banyak belajar kok mbak. Yuk semangat belajar bareng. Semoga tulisanku bisa bermanfaat yaa :)

      Delete
  5. Aku sering mampir ke blog ini untuk lihat referensi πŸ˜‚
    Makasih ya mba, keren banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok semangat mbak Reni! Pasti bisa, go go go!! Semoga bisa mengambil manfaat dari blog ini ya.. Makasih sudah mampir 😊

      Delete
  6. Aku sering banget mampir kesini, buat referensi.
    Makasi lho mba, keren πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampe dua kali komennya mbak, hehe. Makasih ya sudah mampir 😊

      Delete
  7. saya enggak mau bilang blog ibi bagus. karena enggak cuma bagus tapi bermanfaat. dan saya juga ingin men-showing seperti apa bagusnya itu tapi, kata-kataku enggak cukup untuk menggambarkan bagusnya. the big why nya aku setuju dan aku ambil pelajaran darinya. aku sendiri masih harus membangun the big why yang kuat dalam hatiku biar ngeblog nya plong dan langgeng selamanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak, jangan tinggi-tinggi, bahaya ntar nggak cukup kalo aku pake helm, wkwk 🀣🀣

      Aku juga masih harus banyak belajar, masih banyak master-master dan suhu-suhu lain di luar sana.. Yuk, kita pasti bisa! Mari manfaatkan momen belajar di Blogspedia dengan sebaik-baiknya! Saranghae ❤❤

      Delete
  8. sebagai emak-emak rempong yang ngurus anakku yang makin bawel walaupun special needs hehehe, konsisten dan fokus dalam menulis blog adalah tantang terbesar. Lagi fokus tahu-tahu anak teriak-teriak. Giliran malam hari mau nulis udah keburu capek. Ada aja alasannya.

    Tapi sekarang jauh lebih rajin nulis dibanding dulu, karena terus memaksa diri buat meningkatkan skill baru di ranah blog ini dan ngasih manfaat yang banyak ke orang lewat tulisan kita sebisa mungkin.

    tulisanmu keren mbak ku syuka!!! sehat terus!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Yunita masyaAllah mama yang satu ini keren banget. Aku salut lho sama mbak, keren banget perjuangan dan pengorbanannya sebagai ibu. Semoga mbak juga sehat selalu ya dengan keluarga..

      Makasih sudah berkunjung ke sini. Semoga ada manfaat yang bisa diambil yaa ❤

      Delete
  9. SEO Friendly, wah siap pasang absensi ini ^^

    ReplyDelete
  10. Mantep banget mbak, artikelnya lengkap pas banget buat rujukan aku yang newbie ini, makasi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak. Makasih kembali.. Semoga bisa mengambil manfaat dari blog ini yaa

      Delete
  11. Tulisannya inspiratif, mba, lengkap dan rinci juga eye catching, perlu belajar banyak, nih saya. Yolo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih perlu banyak belajar. Hehe. Ambil yang baik aja dari blog ini, yang nggak baik buang aja mbak. Makasih yaa sudah mampir ke sini..

      Delete
  12. Wahh.. sya suka bgt baca artikel ini, dari awal judulnya udah menarik bgt, ada kisah inspiratif yg diangkat sebelumnya, hingga dipaparkan beberapa motivasi & tujuan dari blogging itu sendiri.. bener2 detail & lengkap..

    Saya bilang tuliang ini "KEREN BGT".. seketika motivasi sya bangkit kembali & mencuri sedikit tips2 dari tulisan ini utk kembali membuat blog yg lebih bagus & terkonsep rapi..

    Terimakasih telah berbagi informasinya ya.. smoga semakin berkembang blognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Tomy! Gimana kabarnya? Udah lama ya kita nggak saling berkunjung di blog..

      Terima kasih atas kunjungan dan dan dukungannya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dan dijadikan inspirasi ya..

      Semoga sukses untuk kita semua. Semangat!!

      Delete
  13. Wah, menurutku ini artikel paling keren dan nyaman untuk dibaca! Isinya lengkap, runut, dan banyak insight baru di dalamnya. Good job, Kak. Salam kenal, ya. Terima kasih sudah menginspirasi lewat tulisan ini. Semoga bisa terus konsisten ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak Mela.. Makasih atas dukungan dan apresiasinya. Semoga bisa terinspirasi dan mengambil manfaat dari blog ini ya! Semangat ngeblognya..

      Delete
  14. Memang kalau ada ide harus segera ditulis dan dituangkan, kalau tidak tar kabur idenya dan lupa lagi, hihihi
    Salam kenal ya kakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak Mia.. Iya, kadang ide itu kayak lele, licin, gampang banget lepasnya. Jadi kalo tiba-tiba ada ide, kudu langsung diikat biar nggak lari.. Wkwk

      Delete
  15. Setuju kak, karena memang saya juga alasannya seperti itu.

    ReplyDelete
  16. Masyaa Allah, kece banget blog nya, enak dibaca ngalir seperti bercerita, nggak bosen bacanya dan tampilannya juga oke banget. Sangat menginpirasi untuk saya yang masih awam banget. Semangat terus melahirkan karya karya terbaiknya mbak...
    Jadi tambah semangat ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga ada manfaat yang bisa diambil ya Ummi.. Doakan saya bisa terus menjaga semangat ini agar bisa melahirkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi orang lain. Yuk, semangat belajar dan berdaya!! :)

      Delete
  17. Semangat terus mbak nya. Tulisannya komplit dan bagus banget, mengispirasi. Semoga kedepannya semakin banyak membawa manfaat bagi orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin... Itu yang jadi tujuanku memang, bisa bermanfaat. Makasih mbak atas dukungannya :)

      Delete
  18. Baca postingan Kakak bikin aku jadi semangat ngeblog. Blogging juga saran self healingku dan pengen berbagi tentang tulisanku akan dunia kecantikan yg sekarang review-reviewnya pada terasa kurang personal -- walau sponsored post.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Diva kalo ngereview produk tuh jujur dan komplit banget. Aku yang gak ngerti produk kecantikan, kalo baca itu jadi pengen nyoba juga. Wkwk. Yuk mbak, semangat terus nulisnya!

      Delete
  19. Tulisannya menggugah saya untuk mencari big why kenapa saya mulai jadi blogger... Dulu mungkin saya akan menjawab hanya karena gabut dan untuk mengisi waktu. Tapi sekarang saya akan jawab because blogging is my life... Dengan ngeblog saya bisa eksplore diri sendiri dan sebagai sarana untuk upgrade diri. Satu yang saya sesali adalah kenapa saya tidak mulai dari dulu-dulu.

    Btw, i love the infographics in this article.... Good job Kak Alfia 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah keren banget, sudah merasa kalo blogging itu menyaty dengan hidup. Salut aku mbak!

      Iya, setuju. Saya juga nyesel, kenapa ya nggak serius ngeblog dari dulu aja.. Padahal ini asik banget kan :"

      Anw, makasih mbak atas tanggapannya. Bikin aku jadi makin semangat πŸ˜‰

      Delete
  20. Nice share mba, sebagai seorang dosen pendidikan anak. Alhamdulillah saya udah nemuin alasan kenapa saya mulai menulis sebagai seorang blogger yang membahas pendidikan anak usia dini secara teori untuk mengedukasi para orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ya bu dosen! MasyaAllah... Semoga bisa terus mengedukasi para orang tua dan makin maju blognya :)

      Delete
  21. Betul banget.
    Kita bisa kuat dan melakukannya dengan happy salah satunya ada "The Big Why" ini. Semoga alasan-alasan di atas terus tertancap kuat sehingga terus berkarya dan menulis. Karena zaman digital begini, tentu banyak yang membutuhkan informasi dalam bentuk pengalaman pribadi, review jujur, sehingga menggerakkan kebaikan demi kebaikan pada hati orang lain.

    Barakallahu fiik, kak Alfia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin aamiin.. Semoga kita bisa jadi orang yang manfaat bagi orang lain, salah satunya melalui tulisan.

      Terima kasih agassi, sudah didukung dan mampir ke sini πŸ˜‰

      Delete
  22. Warna blognya lucu, tulisannya bagus buwanget, udahlah ngga bisa diungkapkan sama kata-kata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucu kan? Nggak norak? 🀭

      Jangan gitu ah dek, bahaya. Di luar sana masih banyak yang lebih bagus dari ini. Yuk, semangat ngeblognya!

      Delete
  23. Hai, Kaka.. salam kenal yaa...
    saya kira YOLO itu nama panggilan buat fans blognya kaka, ehehehe,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetot, maaf anda belum beruntung, ternyata salah ya.. Hehehe

      Halo, salam kenal juga. Terimakasih sudah berkunjung :)

      Delete
  24. Terima kasih bu sudah berbagi pengalaman. Jujur, saya seorang anak muda yang baru saja menemukan hobi di dunia blogger..Dengan membaca tulisan ibu, saya jadi semakin termotivasi untuk lebih banyak belajar menulis.

    ReplyDelete

Post a Comment