admasyitoh.com

Top 5 Buku Favorit untuk Dibaca Sambil Ngabuburit

Post a Comment

Yeorobun, ada yang suka baca buku? Buku apa yang biasanya dibaca? Kalau saya suka baca buku novel atau kumpulan puisi. Saya suka membaca puisi sejak kecil, dulu semasa sekolah sering ikut lomba puisi. Untuk golongan non fiksi, saya lebih suka baca buku yang menurut saya seru seperti tentang life style dan travelling. Akhir-akhir ini, muncul genre baru yang saya gemari, yaitu buku cerita anak dan parenting. Emak-emak, biasalah... Menurut saya pribadi, anak perlu diberi contoh untuk senang membaca sejak dini, bahkan sejak balita pun boleh meskipun si kecil sebenarnya belum bisa membaca. Tetapi, menurut yang saya baca, membacakan cerita anak sejak dini dapat melatih kemampuan motorik dan visual anak melalui warna dan gambar, serta mengasah kemampuan nalar dan imajinasi anak. Keren ya?

Di bulan ramadhan seperti sekarang, membaca buku bersama si kecil bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu menunggu berbuka, lho! Sembari menunggu azan berkumandang, anak bisa diajak membaca buku atau dibacakan buku cerita favoritnya. Gambar yang berwarna-warni biasanya sangat menarik perhatian si kecil, meskipun kesesuaikan buku dan usia si kecil tetap harus diperhatikan, ya! Selain itu, tidak perlu memaksa si kecil untuk membaca seperti kemauan kita. Melatih anak untuk suka membaca sejak dini memang baik, agar ia gemar membaca ketika besar kelak. Tetapi, menciptakan suasana yang menyenangkan ketika aktivitas membaca tidak kalah penting. Karena itu, sebisa mungkin hindari memaksakan kehendak kita pada anak untuk rajin membaca buku.
Bagi yang belum mempunyai anak atau belum menikah, membaca buku tetap bisa menjadi alternatif kegiatan untuk ngabuburit. Apalagi jika membaca buku kesukaan kita. Bisa-bisa kita sampai lupa waktu karena terlalu asyik membaca. Nah, buku-buku di bawah ini adalah favorit saya untuk mengisi waktu luang sembari menunggu adzan berbuka. Check these out!

1. Harry Potter Series

Buku karangan J.K. Rowling ini tidak hanya terkenal di seluruh dunia, tetapi juga merupakan sebuah karya yang melegenda. Novel-novel Harry Potter seolah tak lekang dimakan zaman. Tetap seru dan asyik dibaca sejak dulu maupun sekarang, pun bahkan di masa yang akan datang nanti. Ide ceritanya benar-benar unik dan berkesan dalam ingatan. Alur ceritanya menarik dan selalu membuat penasaran. Seri favorit saya adalah yang ketiga, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, di mana Harry dan sahabat-sahabatnya mulai beranjak remaja. 

Sudah bukan rahasia lagi jika novel original terbitan Bloomsbury ini telah terjual jutaan copy di seluruh dunia. Potter mania telah mengambil alih dunia pustaka 'muggle' sejak pertama kali dirilis tahun 90an silam. Di Indonesia, secara resmi novel-novel Harry Potter diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan telah melalui berkali-kali periode cetakan.

2. 5 CM

Novel karya Donny Dhirgantoro ini sempat dibuat film beberapa tahun silam dan memelopori trend hobi 'muncak' kalangan pecinta alam. Sebetulnya, inti dari novel ini bukan tentang mendaki gunung Semeru, tetapi lebih kepada semangat dan kekuatan tekad dalam meraih target maupun cita-cita. Inilah pelajaran utama dari novel maupun film 5 CM yang bisa saya serap. Buku ini disusun dengan bahasa yang trendy, santai dan mudah dimengerti. Beberapa konteksnya memang ada yang kurang sesuai untuk anak di bawah umur. But, so far, novel ini sangat inspiratif dan menghibur. 

Saya mendapat cetakan pertama novel ini dari Guru Bahasa Indonesia saya ketika SMP dulu. Desain sampulnya juga menarik dan tidak pasaran. Berwarna hitam dengan tulisan-tulisan timbul di dalamnya, berisi catatan-catatan impian seorang Zafran yang menjadi tokoh utama cerita. Lalu di bagian tengah ada tulisan 5 CM berwarna putih dicetak besar, sehingga menonjol sekali dibandingkan tulisan-tulisan hitam kecil di sekitarnya. Belakangan, setelah menonton filmnya saya baru tahu kalau ternyata layout cover novel yang digunakan sebenarnya adalah tulisan di blackboard kamar Zafran.

3. Senyum Gadis Bells Palsy

Masih dalam kategori fiksi, novel ini diterbitkan oleh FAM Indonesia dan ditulis oleh Almh. Aliya Nurlela. Teteh Aliya Nurlela merupakan sosok perempuan inspiratif Indonesia yang aktif dalam dunia literasi, sekaligus salah satu penggagas berdirinya FAM Indonesia. 

Novel ini bercerita tentang perjuangan hidup seorang gadis penyintas bell's palsy, yaitu suatu penyakit saraf yang bisa membuat wajah dan tubuh seseorang seperti lumpuh sebelah. Perjuangan untuk sembuh dan bangkit mengejar mimpi-mimpinya lagi. Cerita ini tak lain terinspirasi dari pengalaman asli penulis. Dari novel ini saya belajar untuk tidak menyerah dalan hidup sesulit apapun musibah dan ujian menimpa. Semoga karya ini juga bisa menjadi amal jariyah bagi Teteh Aliya, mendiang penulis, yang tahun lalu telah kembali keharibaan Illahi (sejenak mohon doa untuk almarhumah, yeorobun...). Aamiin.

4. Faces and Places: A Traveler's Note

Beralih ke genre non fiksi, buku ini ditulis oleh Desi Anwar, jurnalis senior Indonesia yang sudah malang-melintang namanya di berbagai negara. Karena kepiawaiannya, Desi Anwar sering ditugaskan untuk meliput berita atau acara ke luar negeri. Dalam penugasannya itu, tidak jarang ia bertemu dengan tokoh-tokoh penting dunia, ataupun berkunjung ke tempat-tempat sakral di berbagai negara. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, serta ditulis dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia.

Buku ini merupakan catatan traveling seorang Desi Anwar selama ia ditugaskan ke berbagai negara maupun kunjungan pribadinya. Pembaca akan diajak berkeliling dunia dengan peristiwa-peristiwa menarik dan berkesan istimewa. Seperti bertemu Dalai Lama, Bill Gates dan Santa Clause. Berkunjung ke Vatikan, Nepal, Korea. Hingga menyaksikan Royal Engagedment sampai Royal Wedding, antara Prince Williams dan Princess Catherine di Buckingham Palace. Tidak lupa, perjalanan wisata penulis di Indonesia seperti Bali, Pulau Komodo dan Kupang. Menarik 'kan?

5. Sang Penyair

Novel ini merupakan salah satu karya penulis sekaligus penyair Mesir, Mustafa Lutfi el-Manfaluti (1876-1924). Novel ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Navilla. Diceritakan dalam gaya bahasa yang puitis, romantis dan penuh kiasan, sebagaimana judulnya. Bercerita tentang Sreno, seorang penyair jalanan, yang mencintai wanita bernama Rokisan. Rokisan ialah gadis bangsawan cantik, cerdas dan dipuja-puja oleh banyak pria. Cerita tragis dimulai ketika Rokisan jatuh cinta kepada pria lain, yang membuat Sreno harus mengikhlaskan dirinya. Rokisan pun menikah dengan pria pujaannya. Namun sayang, pernikahan itu tidak berakhir bahagia. Sementara itu, Sreno hidup dalam kesedihan yang mendalam akibat ditinggal Rokisan. Pada akhirnya Sreno meninggal dunia dengan mengorbankan hidupnya demi Rokisan.

Buku ini sebenarnya sudah lama sekali saya baca. Ketika saya masih SMP, kalau tidak salah. Yang paling berkesan, selain ceritanya yang berakhir tragis, ialah gaya bahasa penulis yang luar biasa puitis. Sampai-sampai saya harus berpikir kritis agar bisa memahami maksud dan jalan cerita. Tetapi, buku ini menawan karena banyak sekali kata-kata romantis yang ditulis di sana. Novel ini cocok sekali buat kaum penyair yang hobi membaca puisi, yeorobun!
Itulah tadi beberapa judul buku favorit saya yang boleh dijadikan ide untuk mengisi waktu luang atau dibaca sambil menunggu bedug maghrib. Selera setiap orang berbeda, karena itu mungkin yeorobun punya judul favorit masing-masing. Silakan berbagi di kolom komentar, ya! Selamat berpuasa dan selamat membaca!

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment