admasyitoh.com

Item-item yang Tidak Boleh Ketinggalan ketika Bepergian

Post a Comment

Bepergian di era new normal memang tidak dilarang ya, yeorobun! Asalkan kita tetap harus memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan yang sebenarnya dibuat demi keamanan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Saya termasuk tipe orang yang selalu membawa tas ke manapun saya pergi, meski jarak dekat dan sebentar. Rasanya aneh saja kalau pergi-pergi dengan tangan kosong, tidak menenteng atau 'nyangklot' sesuatu di pundak.

Dulu, waktu masih bujang, bepergian cukup bawa ponsel, dompet dan tisu. Kalau jaraknya jauh dan durasinya tidak sebentar (sehari lebih misalnya), maka isi tas perlu ditambah dengan charger ponsel, laptop dan charger, earphone, pakaian seperlunya, sedikit peralatan mandi dan perawatan diri, mukena, makanan ringan (hobi ngemil, biasalah), serta sandal jepit. Sandal jepit ini esensial sekali bagi saya, karena multiguna dan bisa dipakai ke mana saja (asalkan bukan ke tempat formal, ya!). 

Setelah menikah, isi tas berubah. Tas yang dibawa juga lebih besar ukurannya. Komponen penghuni tas juga lebih banyak, sebab harus bawa kebutuhan pasangan. Ponsel yang semula 1, sekarang jadi 2. Laptop yang semula 1, sekarang jadi 2 juga. Alat mandi yang semula punya sendiri, sekarang ditambah dengan punya suami. Pokoknya semua bertambah jadi couple, seperti orangnya. Walaupun kadang, di beberapa kesempatan, saya dan suami membawa tas masing-masing, tapi tetap saja isinya barang-barang couple.

Nah, setelah punya anak semuanya jadi semakin banyak. Apalagi anak saya lahir ketika kondisi 'alam yang seperti ini', barang bawaan jadi semakin kompleks dan berat. Setelah melahirkan saya menyadari bahwa anak dan kebutuhan anak harus diprioritaskan dalam segala suasana. Lebih-lebih jika anak masih bayi. Anak menjadi raja yang segala keperluannya harus selalu terpenuhi. Item-item ini haram hukumnya untuk ketinggalan ketika bepergian di situasi seperti sekarang. Daftar berikut ini bisa saja berubah, sesuai tujuan, jarak dan durasi lamanya bepergian.

  1. Ponsel, lengkap dengam charger dan earphone-nya
  2. Dompet, isinya kartu identitas diri, identitas anak, kartu asuransi kesehatan, ATM dan uang tunai tentunya
  3. Set alat pelindung diri, seperti masker (termasuk masker cadangan), hand sanitizer, tisu basah dan kering, sabun cuci tangan serta kantong untuk sampah
  4. Laptop dan perlengkapannya
  5. Baby essentials, seperti pakaian secukupnya, selimut dan topi, peralatan mandi bayi, serta produk perawatan bayi
  6. Mainan favorit si kecil
  7. Booster seat bayi
  8. Baby carrier atau ring sling untuk menggendong si kecil
  9. Obat-obatan si kecil (jika dibutuhkan)
  10. Diaper bayi (cloth diaper atau dispossable diaper... nah, ini yang kadang memicu saya cheating dari clodi)
  11. Pakaian dan barang pribadi, termasuk di dalamnya baju yang busui friendly, sandal jepit, jaket dan kacamata)
  12. Botol minum dan alat makan pribadi (ini wajib banget, seperti item di nomor 3), termasuk milik si kecil yang sudah masuk MPASI
  13. Makanan ringan
  14. Mukena dan sajadah (sekarang jadi wajib pakai milik sendiri, demi keamanan)
  15. Bantal menyusui (kondisional)
Bagaimana dengan make up? Tidak wajib. Dari dulu saya memang bukan tipe orang yang wajib memakai make up ketika bepergian. Kalau sempat  saya cuma memakai lotion, bedak dan pelembap bibir. Sekarang pun tidak berubah. Yang ada malah lebih sering tidak sempat daripada sempat, karena sudah fokus mengurus si kecil.

Ribet ya kelihatannya? Lumayan. Belum lagi kalau pergi ke tempat-tempat tertentu yang harus melewati segenap tes dan screening kesehatan. Karena itu, alangkah baiknya kalau kita di rumah saja, meski di era new normal ini kita boleh bepergian. Jika tidak penting dan mendesak, kenapa kita harus meribetkan diri sendiri? Kalau memang harus pergi, akan jauh lebih baik untum mempersiapkan segalanya termasuk membuat daftar barang-barang yang perlu dibawa. Tujuannya agar kita bisa mengecek kembali mana yang tertinggal, mana yang wajib dibawa dan mana yang bisa ditinggal. Pun ketika akan pulang, melakukan pengecekan ulang perlu dilakukan agar tidak ada barang-barang yang tertinggal. Yang tidak kalah penting, sebelum bepergian jangan lupa mengecek kondisi kendaraan yang digunakan, mengecek saluran listrik dan gas, serta mengunci rumah dengan aman! Hati-hati yaa... :) 

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment