admasyitoh.com

Top 5 Ide Destinasi Wisata Favorit untuk Berlibur bersama Keluarga

Post a Comment

Salah satu rencana pertama yang ingin saya lakukan kalau sudah tidak pandemi adalah B E R L I B U R. Bisa jalan-jalan ke tempat wisata impian bersama pasangan dan keluarga. Sudah setahun lebih menahan hasrat liburan dan berwisata. Rasanya seperti menahan bersin, yeorobun! Tidak nyaman dan frustrasi sekali rasanya. Bahkan untuk sekedar makan angin atau cuci mata ke mall terdekat dari rumah pun saya hindari. Apalagi sekarang ada personil manusia kecil di keluarga kami, yang mesti lengket kepada saya dan tidak mungkin ditinggalkan sendirian di rumah. Hangout ke mall atau tempat-tempat umum lainnya adalah hal yang harus dipikirkan ribuan kali.

Situasi pandemi yang belum terkendali memang sangat berdampak dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya kesehatan, pandemi juga berimbas nyata pada ekonomi, sosial dan aspek lainnya. Pun dengan sektor pariwisata. Aktivitas pariwisata dan kunjungan berlibur menjadi sangat dibatasi bahkan tempat-tempat wisata sempat ditutup beberapa lalu hingga terancam gulung tikar. Syukurlah akhir-akhir ini kehidupan umat manusia mulai membaik dan menggeliat bangkit. Fasilitas publik yang sebelumnya ditutup, kini mulai aktif kembali, meski dengan menerapkan sederet peraturan dan protokol kesehatan yang ketat. Penting sekali untuk mengindahkan peraturan dan prokes yang ada, agar kita tidak terjebak kembali dalam situasi yang mencekam layaknya perang. Meskipun belum bisa sepenuhnya normal seperti sedia kala, tetapi kita sedikit bisa bernapas lega.

Besar harapan saya, ketika situasi sudah membaik nanti, cita-cita berlibur bersama pasangan maupun keluarga bisa terlaksana. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyusun rencana mulai dari sekarang untuk mempersiapkan segalanya. Persiapan pertama dapat dimulai dari menetapkan lokasi wisata yang akan menjadi tujuan. Persiapan lainnya dapat dikerjakan esok dan lain hari, sembari menunggu situasi yang lebih kondusif dan tenang. Beberapa lokasi wisata berikut ini sudah pernah saya kunjungi. Namun tidak ada salahnya untuk menginjakkan kaki di lokasi yang baru, destinasi lain yang pasti akan menyimpan banyak kesan dan kenangan. Berikut ini adalah deretan ide tujuan berlibur yang ingin saya kunjungi jika pandemi usai nanti.

1. Batu-Malang, Jawa Timur (Indonesia)

Dingin dan alam yang asri. Kota kelahiran saya ini memang pantas dijuluki de Kleine Switzerland (Swiss Kecil di Pulau Jawa). Udaranya sejuk, hawanya dingin, kondisi alamnya pun masih asri. Meskipun sudah banyak berubah, banyak bangunan baru yang didirikan, tetapi ruang terbuka hijau tetap tersedia di berbagai penjuru kota. Selain memori masa kecil yang begitu banyak di sini, fasilitas rekreasi publik pun tidak sedikit jumlahnya dan bisa dipilih sesuka hati. Saya memang sudah 8 tahun ini tinggal di Surabaya, tetapi setiap beberapa minggu sekali pasti saya menyempatkan pulang ke Batu. Dan saya selalu gembira setiap kembali ke sana.

Sebagai kota pariwisata, Batu mempunyai pilihan tempat rekreasi yang beragam. Sebut saja Museum Angkut+ dan Jawa Timur Park 3 yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan dan menjadi primadona baru. Belum lagi tujuan wisata alam yang mempesona seperti Selecta dan Santera de Laponte (di Pujon Malang). Hampir semua tempat wisata tersebut menyediakan spot-spot yang instagrammable dan tentunya menarik untuk dieksplorasi lebih dalam bersama keluarga maupun kerabat. Wisatawan juga bisa mencoba berbagai macam kuliner yang tidak kalah banyak pilihannya, serta aktivitas lain yang menantang adrenalin seperti arung jeram, berkuda dan paralayang. Bagi teman-teman yang ingin berlibur ke Batu atau Malang, tidak perlu khawatir urusan penginapan. Di kota ini ada beragam pilihan hotel maupun villa dan homestay yang bisa disesuaikan dengan budget dan keinginan.

Tips dari saya, jika memang ingin berlibur ke Batu, rencanakan dengan sebaik mungkin. Satu hari saja tidak akan cukup untuk menjajal semua tempat wisata yang ada di sini. Kalau waktu yang dimiliki terbatas (hanya beberapa hari misalnya), tetapkan satu atau dua lokasi utama yang akan dituju. Untuk lokasi lain bisa direncanakan untuk dikunjungi di lain kesempatan. Jangan memaksakan untuk mengunjungi semua tempat rekreasi, sebab teman-teman akan merasa sangat kelelahan dan pada akhirnya tidak bisa menikimati momen liburan seperti yang diinginkan. Yeorobun, pasti tidak ingin 'kan merusak suasana liburan yang sudah lama ditunggu-tunggu, hanya karena kelelahan dan pegal-pegal? Dan, jangan lupa untuk mengontak saya, ya! Siapa tahu, kita bisa berjumpa bila Allah memberi kesempatan. 

2. Surabaya, Jawa Timur (Indonesia)

Ibu kota provinsi Jawa Timur ini termasuk surganya belanja bagi kaum milenial yang hobi ke mall. Surabaya menawarkan beragam pilihan tujuan belanja yang bisa disesuaikan dengan kondisi kantong dari berbagai kalangan masyarakat. Saking banyaknya mall di kota ini, rumornya bahkan mall terbesar se-Indonesia dibangun di kota ini. Sebut saja Pakuwon Mall (terbesar pertama), Tunjungan Plaza (terbesar kedua), serta Pakuwon Trade Center Mall yang ketiganya masih dalam kepemilikan yang sama yaitu Pakuwon Grup. Ada pula Ciputra World, Galaxy Mall dan Grand City Surabaya. Mall-mall ini identik dengan kaum borjuis yang hobi belanja atau sekedar nongkrong di mall bersama rekan sebaya. Akan tetapi, kalangan ekonomi menengah ke bawah tidak perlu khawatir. Di kota ini juga terdapat pusat perbelanjaan yang ramah kantong seperti Royal Plaza, Plaza Surabaya, Surabaya Town Square atau yang lebih murah-murah lagi seperti Darmo Trade Center (DTC), ITC Mega Grosir, Pasar Atom sampai Jembatan Merah Plaza. Kalau saya bilang, di Surabaya kita bisa jalan-jalan ke mall yang dengan uang 1 juta bisa dapat banyak sampai yang tidak bisa dapat apa-apa!

Saya selalu antusias kalau diajak belanja-belanja di Surabaya (emak-emak, biasalah). Pilihannya banyak, jadi saya tidak perlu pusing memilih alternatif lain jika barang yang saya inginkan tidak bisa saya temukan. Kebutuhan anak dan keluarga bisa saya dapatkan dengan mudah sesuai kualitas dan kemampuan dompet saya. Nah, sambil berbelanja pengunjung juga sekaligus mencuci mata, menikmati suasana dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Tidak hanya belanja, Surabaya juga menyuguhkan pemandangan pusat kota yang rapi dan bersih (pusat kota ya, kalau di pinggiran mungkin lain ceritanya). Tata letak kota yang teratur dengan banyak ruang publik yang dijaga dan dirawat, taman kota dan taman bermain, bisa menjadi lokasi menarik lain yang layak dinikmati. Tetapi, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan ya! Buanglah sampah pada tempatnya dan hindari aktivitas yang dapat merusak fasilitas-fasilitas umum yang ada.

Terlepas dari iklim dan cuaca yang panas, kota terbesar kedua di Indonesia ini mungkin akan semakin baik jika difasilitasi dengan transportasi umum yang lebih banyak. Tidak seperti Jakarta, di kota ini moda transportasi yang paling diandalkan hanya angkutan dan bis kota. Tidak ada MRT ataupun kereta sejenis yang beroperasi untuk menjangkau seluruh wilayah kota yang begitu luas dan besar. Meski demikian, kota Surabaya tetap menarik untuk dikunjungi dengan segala pesonanya yang sarat akan muatan sejarah bangsa Indonesia. Semoga aspek-aspek positif ini terus terjaga dan bisa diwariskan untuk generasi mendatang.

3. Yogyakarta, D.I Yogyakarta (Indonesia)

Yogyakarta juga termasuk daerah yang menyimpan banyak memori sejarah bangsa Indonesia. Saya pernah berkunjung sekali ke kota pelajar ini. Sayangnya, tidak banyak yang bisa saya eksplorasi karena keterbatasan waktu. Ciri khas budaya yang melekat dan terjaga keasliannya begitu identik dengan kota satu ini. Selain Malioboro dan bakpianya, Yogyakarta juga terkenal memiliki pesona alam yang cantik dan memikat. Hutan pinus dan jajaran pantai selatan dengan pasir putih serta air biru jernih, tidak boleh dilewatkan dalam daftar kunjungan ke kota istimewa ini. 

4. Penang, Pulau Pinang (Malaysia)

Ditetapkan oleh UNESCO sebagai world herritage city, Penang mempunyai spot-spot kuno bernuansa vintage yang sangat instagrammable. Pulau yang terletak di ujung barat-utara Semenanjung Malaysia ini memiliki corak budaya yang sangat beragam. Umumnya dipengaruhi oleh gaya etnik Melayu asli, Tionghoa dan India. Akulturasi budaya masyarakatnya menciptakan suasana yang harmonis.

George Town, ibu kota Penang, merupakan kota terbesar kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur. Jadi jangan heran jika di sini penduduknya ramai sekali. Negara Bagian Malaysia di Pulau Pinang ini juga merupakan destinasi wisata andalan, sehingga banyak dikunjungi oleh turis dari berbagai negara. Beberapa lokasi pariwisata yang terkenal di Penang yaitu Kek Lok Si Temple, Penang Hills, KOMTAR, Gurney Plaza, serta Penang Bridge yang panjangnya mencapai 13 KM lebih. Sebagai kota cagar budaya, di sini wisatawan juga bisa berjelajah ke berbagai jenis museum yang ada untuk menambah khazanah pengetahuan budaya. Penang juga menyuguhkan pemandangan pantai dan laut yang tidak kalah menarik. 

Pulau ini dapat ditempuh melalui jalur darat via Penang Bridge, yang menghubungkan Sebrang Perai di daratan utama Malaysia dengan Bayang Lepas di Pulau Penang. Bisa juga dicapai dengan jalur udara yang hanya memakan waktu 30 menit dari Kuala Lumpur Int'l Airport ke Bandara Internasional Penang. Wisatawan tidak perlu khawatir dengan akomodasi di tempat ini. Banyak hotel maupun penginapan bergaya etnik yang dapat dipilih sesuai keinginan. Transportasi andalan masyarakat yang digunakan ialah Rapid Penang yang juga bisa dijajal oleh turis. Kulinernya pun beragam (halal maupun non halal). Saya tidak pernah absen untuk makan di Restoran Kapitan Keling (halal guaranted) jika berkunjung ke kota ini, demi menjajal makanan khas nuansa Melayu maupun Timur Tengah yang sesuai dengan selera saya.

5. Singapura (Republik Singapore)

Sebagai negara termaju di Asia Tenggara, Singapura memiliki segudang daya tarik yang patut dikunjungi. Punya bandara internasional terbaik di dunia, Changi Airport seolah menunjukkan wajah Singapura yang canggih dan modern. Wilayah negaranya boleh kecil, tetapi negara di ujung Semenanjung Melaka ini menawarkan banyak sekali destinasi wisata menarik yang wajib dicoba jika berlibur dengan keluarga. Sebut saja kawasan Merlion Park yang ikonik dan khas Singapura, Gardens by The Bay, Marina Bay Sands, Universal Studios, Orchard Road dan Sentosa Island, yang sudah terkenal di dunia internasional.

Tujuan wisata lainnya yang tidak kalah menarik adalah Art Science Museum dan Helix Bridge yang masih dalam satu kawasan Marina Bay Sands;  Esplanade yang menjadi spot terbaik untuk menikmati view Merlion sekaligus Marina Bay Sands versi saya; Singapore Flyer; serta Bugis Street yang menjadi surga belanja oleh-oleh termurah dan terbaik. 

Destinasi lain yang ingin saya jajal bersama keluarga, jika berkunjung lagi, adalah Arab Street, Masjid Sultan, Chinatown serta Little India. Lokasi-lokasi ini kabarnya kental dengan budaya dan etnik-etnik yang ada di Singapura. Jurong Bird Park serta Singapore Botanical Garden juga layak untuk dimasukkan waiting list saat berlibur ke negara pusat ekonomi dunia ini. Untungnya, Singapura mempunyai moda transportasi maju, seperti MRT, yang bisa menghubungkan seluruh wilayahnya dari ujung ke ujung. Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir menghadapi mobilitas yang tinggi di negara ini.

Harapan saya, dan kita semua, pandemi ini segera berakhir. Corona segera musnah dari muka Bumi. Semoga kehidupan umat manusia bisa segera kembali normal seperi sedia kala. Semoga yang selama ini tertunda bisa segera terlaksana. Pun demikian, mari kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang sebenarnya dibuat untuk melindungi diri kita sendiri. Ke manapun tujuan wisatanya, tetaplah menjadi wisatawan yang bijak bersikap dan bertanggung jawab, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak, serta turut menjaga kelestarian lingkungan. Selamat berlibur!

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment