admasyitoh.com

Kegiatan Favorit bersama Keluarga ketika Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam di dunia. Banyak sekali keistimewaan yang ada di bulan suci ini. Bagi sebagian orang, bulan Ramadhan adalah masa-masa indah karena bisa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Tidak perlu heran, karena tidak sedikit orang yang di hari-hari biasa jarang berkumpul dengan anggota keluarganya. Bisa karena kesibukan kerja, sekolah, kuliah, atau merantau ke luar kota. Bulan Ramadhan bisa menjadi momen untuk mengumpulkan kembali anggota-anggota keluarga yang biasanya disibukkan dengan kegiatannya masing-masing.

Meskipun suasana tersebut sekarang berbeda karena terhalang oleh situasi pandemi, tetapi tidak ada salahnya untuk mengingat kembali memori Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Setiap keluarga mungkin mempunyai tradisi khusus atau kegiatan favorit tersendiri yang dilakukan selama Ramadhan. Seperti kegiatan-kegiatan-kegiatan di bawah ini yang menjadi favorit keluarga kami. 

1. Buka bersama dengan menu favorit keluarga

Salah satu yang paling ditunggu-tunggu ketika Ramadhan adalah momen buka bersama dengan keluarga di rumah. Semua anggota keluarga, yaitu Bapak, Ibuk, adik, saya dan suami duduk mengelilingi meja makan. Setelah seharian sibuk dengan pekerjaan masing-masing, berbuka puasa menjadi momen penting untuk kembali mengumpulkan seluruh anggota keluarga. Tidak cuma makan, kami sering bergurau bersama, melontarkan candaan-candaan lucu, dan juga saling bertukar cerita tentang hari itu. Tanpa sadar, ternyata bisa makan makanan keluarga di tengah kehangatan orang-orang tersayang adalah suatu anugerah dan nikmat yang luar biasa dan tidak ternilai harganya. 

2. Menyiapkan menu berbuka di dapur

Kegiatan ini menjadi favorit saya dan Ibuk. Selain menu favorit keluarga, seperti sayur bening dan lalapan, biasanya kami juga memasak hidangan request anggota keluarga yang lain. Adik saya misalnya, yang suka meminta dibuatkan oseng-oseng usus ayam dan telur orak-arik kecap. Sedangkan suami saya biasanya order masakan yang lebih rumit seperti bali telur dan tahu, sarden ikan homemade, atau kari ayam pedas. Bapak lebih sederhana. Cenderung tidak meminta macam-macam. Apapun yang ada di atas meja makan, itulah yang dimakan. Asalkan ada sayur kangkung dan sambal, everything is alright. Tidak lupa takjilnya, es blewah dan sirup. 
Menyiapkan menu berbuka di dapur bersama Ibuk sangat menyenangkan. Saya bisa belajar resep-resep menu keluarga yang khas ala Ibuk. Kami juga bisa saling bertukar ide tentang masakan yang dibuat. Dan sebagai sesama perempuan, saling curhat di tengah-tengah aktivitas memasak, adalah momen yang tidak pernah terlewatkan. Momen seperti ini yang selalu kami rindukan ketika saya jauh dari rumah. 

3. Berburu kue dan busana lebaran

Menjelang lebaran biasanya banyak diskon dan promo spesial di berbagai tempat perbelanjaan. Mulai dari kue lebaran, baju dan busana muslim, mukena, hingga toples kue lebaran. Nah, momen inilah yang biasanya kami manfaatkan dengan sebaik mungkin. Untuk kue yang tidak kami buat sendiri di rumah, seperti aneka wafer, biskuit dan cookies, biasanya kami beli di supermarket atau pasar tradisional. Busana lebaran juga tidak boleh dilewatkan. Banyaknya diskon dan promo yang bertebaran, serta model-model yang menarik, sering kali membuat lapar mata tak berkesudahan. Terutama busana perempuan. Dari ujung rambut sampai ujung kaki, termasuk aksesoris, semua dipotong harga gila-gilaan. Pilihan pun bertebaran karena tempat belanja juga kian banyak jumlahnya. Tinggal disesuaikan dengan selera dan budget masing-masing. Kalau sudah begini, siap-siap saja merogoh dompet lebih dalam. Hihi. 

4. Membuat kue suguhan lebaran

Nastar, kastengel, pastel kering dan kue sagu keju adalah beberapa jenis suguhan lebaran yang harus ada di rumah kami. Saya dan adik adalah penggemar berat nastar dan kastengel. Bisa langsung habis satu toples sekali makan. Rasanya seperti belum lebaran kalau belum makan nastar. Suami lebih menyukai kue yang asin dan gurih, seperti pastel kering isi abon. Sedangkan Bapak lebih klasik, lebih memilih kue-kue jadul seperti sagu keju dan sagon. Karena kesukaan kami beragam dan tidak cukup makan satu toples, Ibuk memilih untuk membuatkan sendiri kue-kue favorit kami. Selain untuk isian toples dan disuguhkan kepada tamu, sebetulnya kue-kue ini lebih banyak masuk ke perut kami. Haha. 

Biasanya satu atau dua minggu sebelum lebaran, saya dan Ibuk mulai sibuk membuat kue. Ibuk paling tidak tahan kalau sudah mendekati hari H lebaran, kue-kue belum masuk di toplesnya masing-masing. Belum tenang katanya. Yang paling asyik dari membuat kue lebaran adalah saya bisa melupakan semua beban atau pikiran yang mungkin saat itu sedang membuat galau. Membuat adonan, memanggang kue dan menghiasnya bisa menjadi media refreshing tersendiri sekaligus sarana aktualisasi diri. Kalau ada waktu dan bahan baku lebih, kadang kami juga bereksperimen dengan mengembangkan resep-resep sesuai kreativitas. Seru kan? 

Nah, itu tadi adalah kegiatan-kegiatan favorit yang biasa kami lakukan di keluarga kami. Keluarga lain mungkin mempunyi tradisi unik yang lain dan berbeda. Bagaimana denganmu? Mari kita berharap agar pandemi ini segera berlalu, sehingga Ramadhan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya kita bisa kembali berkumpul dalam pelukan hangat keluarga masing-masing. Aamiin. 

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

Post a Comment