admasyitoh.com

SF9 Chani Filmography: Dari Romance sampai Horor, Dari Sageuk Sampai Futuristik

Post a Comment

이 세상에 태어나줘서 고마워. 항상 최선을 다하려고 노력해줘서 고마워. 그동안 열심히 일해줘서 고마워. 생일 축하해. 오래오래 건강하고 행복하게 살면서, 우리 영원히 서로 사랑하자. 하늘의 별처럼 밝게 빛나렴 ❤❤❤

WARNING! SPOILER AND LONG POST ALERT! PREPARE YOURSELF!!

Artikel flexing berkedok kado ulang tahun ini sengaja ditulis dalam rangka merayakan ulang tahun Chani SF9 yang ke-26 (27 tahun di Korea). Penulis lagi kebucinan akut, jadi harap dimaklumi kalau tulisan ini panjangnya ugal-ugalan. Apapun itu, semoga tulisan ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca, terutama para penggemar film Korea. Konten tulisan ini akan terus diperbarui seiring dengan proyek-proyek baru yang dikerjakan oleh Chani sendiri. Akhir kata, selamat membaca dan semoga berkenan!


Arti Sebuah Nama:
Bersinar Terang Bagaikan Bintang yang Jernih

Konon, nama adalah doa. Artinya nama yang diberikan kepada seseorang bukanlah sekedar sebutan atau panggilan, tapi juga mengandung harapan, cita-cita dan permohonan yang baik dari orang tua kepada anaknya. Begitu pula dengan Chani, idol sekaligus aktor yang menjadi anggota boygrup Korea SF9.

Chani lahir di Daejeon, kota terbesar kelima di Korea Selatan yang terletak sekitar 160 km dari Seoul. Idol lulusan sekolah seni terkemuka di Korea—SOPA (Seoul School of Performing Arts)—ini punya arti nama yang bagus sekali. Chan Hee dalam bahasa Korea berarti bersinar terang yang mengalir seperti air sungai yang jernih. Sedangkan Kang sendiri merupakan nama keluarga ayahnya.

Nama Kang Chan Hee mengandung ungkapan harapan dan cita-cita agar kelak ia menjadi pribadi yang baik, bijaksana dan bersinar terang seperti bintang, namun kebaikannya terus mengalir dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk, seperti aliran sungai yang jernih.

Begitulah… menurut sumber yang pernah aku baca tentang fakta-fakta menarik seputar member SF9. Mungkin karena itu pula banyak fansite (situs web fans) master-nim memakai nama yang mengandung unsur ‘bersinar’ atau ‘shiny’. Baru setelah debut dengan SF9, Kang Chan Hee memakai nama panggung Chani agar lebih mudah dilafalkan.

Belakangan nama inilah yang membuatnya ‘bersinar’ di dunia entertainment Korea, seperti arti namanya. Berkarir di panggung hiburan sejak umur 9 tahun, Chani sudah melalui dan meraih banyak hal, yang tidak mungkin aku tulis semuanya di sini karena banyak sekali.

Yeorobun, aku tidak akan menulis panjang-lebar tentang siapa Chani, apa perannya di grup SF9, apa keahliannya, apa pesonanya dan bagaimana kepribadiannya. Semua sudah pernah aku bahas di artikel tentang drama Korea Chani SF9 yang aku tulis tahun lalu dalam rangka ulang tahunnya yang ke-25.

Menjadi idol yang kemampuan utamanya adalah menyanyi, nggak cuma modal visual, jago nge-dance dan nge-rap, aku juga sudah pernah menulis tentang OST drama Korea yang dinyanyikan Chani SF9. Rasanya sudah sering sekali aku menyebut atau menulis nama Chani di blog super gado-gado yang sedang kamu baca ini.

Tapi bukan fans sejati namanya kalau tidak bisa menuliskan sesuatu tentang sang idola, terutama di hari ulang tahunnya. Karena selalu saja ada hal menarik yang bisa dibahas dari idol kelahiran 17 Januari 2000 ini. Itulah alasan aku menulis artikel ini.

Film Korea yang Diperankan Chani SF9

Yeorobun, sejak tahun 2009 Chani sudah beberapa kali muncul di layar kaca sebagai aktor cilik, entah di drama maupun acara ragam. Tapi Chani baru memulai debutnya di layar lebar tahun 2016, tahun yang sama saat dirinya debut sebagai idol dengan SF9. 

Sampai aku menulis artikel ini, setidaknya sudah ada 8 film layar lebar yang Chani perankan, entah sebagai pemeran utama (main role) atau pemeran pendukung (support role). Berikut ini film-film Chani sejak tahun 2016 sampai 2026.

Galatea (2025)

  • Title: 귀신들
  • Romanization: Gwisin-deul
  • Release Date: April 9, 2025
  • Duration: 1 hr 23 min
  • Genre: Drama, Sci-Fi, Family
  • Director: Hwang Song Jae
  • Network: TBA

Pernah membayangkan nggak, bagaimana jadinya kalau AI punya fisik dan visual seperti manusia? Bisa dilihat, disentuh, dipeluk, bahkan diajak ngobrol dua arah secara direct. Sekilas mungkin yang terbayang di benak kita adalah robot berbentuk manusia, yang di dalam tubuhnya ada banyak sekali piranti komputer elektronik dan rumit.

Di film ini AI tidak seperti itu yeorobun. Galatea adalah film bergenre sci-fi yang berlatar belakang Korea Selatan di masa depan. Di masa itu manusia hidup berdampingan dengan AI yang berwujud layaknya manusia, bahkan hewan piaraan. 

Biar gampang, anggaplah kita punya kembaran atau kloningan. Sama persis dari visual, suara, cara berjalan, cara berbicara, bahkan hidup seperti kita. Tapi kembaran kita itu AI, bukan manusia. Amazing tapi ngeri ya?

Nah, itulah yang menjadi cerita utama film Galatea. Karena begitu miripnya dengan manusia, sampai ada orang yang mengira AI adalah hantu. Itulah kenapa film ini diartikan sebagai ‘Ghosts’ di beberapa media.

Galatea menceritakan 5 kisah utama tentang AI. Pertama, Voice Phishing (phishing suara), yaitu sebuah AI phishing suara dalam wujud seorang anak laki-laki yang sudah bertahun-tahun meninggal dunia, lalu mendatangi ibunya yang sudah tua.

Kedua, mortgage a.k.a KPR, dimana AI diciptakan untuk melunasi hipotek (pinjaman jangka panjang atau KPR) seorang manusia yang ditawari pinjaman hipotek hingga 500 tahun ke depan untuk pindah ke apartemen baru. Bayangkan, punya tanggungan KPR sampai 500 tahun! Ambil KPR 30 tahun aja udah mikir-mikir ya.

Ketiga, Voice Recognition (pengenalan suara), yaitu tentang seorang wanita yang merawat AI dalam wujud hewan piaran terlantar. Tetapi hewan piaran itu bukan sembarang hewan piaraan. Ada fakta mengejutkan yang tersembunyi di balik kisah ini.

Keempat, Pairing (pemasangan), tentang seorang pria yang bertemu kembali dengan kekasihnya untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Tetapi, ternyata wanita yang menjadi kekasihnya itu adalah AI pembawa pesan khusus.

Kelima, Update (pembaruan), tentang AI yang digunakan khusus sebagai updater yang dikirimkan kepada seorang penulis. Penulis itu ternyata menderita sakit parah tetapi menolak untuk kemoterapi.

Sekilas, kalau dilihat dari teaser dan sinopsisnya, film sepanjang 83 menit ini memang agak ‘horor’ walaupun genrenya bukan horor. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya kalau aku mencintai seseorang, tapi ternyata orang tersebut sejatinya adalah ‘robot’ AI. Atau, bagaimana reaksiku kalau orang yang sudah lama sekali meninggal tiba-tiba mendatangiku, persis dengan wujud fisiknya di masa lalu, tapi ternyata orang itu bukan manusia. Serem nggak sih?

Nah, di film ini Chani berperan sebagai Beom Su, seorang anak muda yang sudah sekian lama meninggal dan tiba-tiba mendatangi ibunya yang sudah tua sebagai sosok AI (kisah pertama, Voice Phishing). Sayangnya, aku belum bisa menilai apakah karakter Beom Su di sini baik atau jahat, karena sampai aku menulis ini film Galatea hanya tayang di Korea dan belum tayang di Indonesia, entah di bioskop atau saluran OTT manapun. Wah, sayang sekali!

All The Things You Are (2024)

  • Title: 당신의 모든 것
  • Romanization: Dangsin-eui Modeun Geot
  • Release Date: Sep 7, 2024
  • Duration: 1 hr 43 min
  • Genre: Music, Drama
  • Director: Cho Chang Keun
  • Network: TBA

Lagi-lagi keberuntungan hanya memihak kepada fans Chani yang tinggal di Korea, karena film All The Things You Are hanya tayang di bioskop Korea pada hari-hari tertentu.

Dangmogeot (singkatan Dangsin-eui Modeun Geot) bisa dibilang film spesial yeorobun, karena menjadi bagian dari kompetisi Jecheon International Music and Film Festival (JIMFF) ke 21 yang dilaksanakan tahun 2024. Karena itulah film ini tidak setiap waktu tayang di bioskop Korea.

Dangmogeot bercerita tentang seorang pianis muda bernama Seo Jun (Chani). Meski berbakat, Seo Jun berasal dari keluarga sederhana alias underprivileged. Ia kemudian mendapat beasiswa dari seorang pianis senior dan terkenal, Son Eun Jung (Kim Gyu Ri), untuk mempelajari musik klasik. 

Tujuannya hanya satu, yaitu memenangkan kompetisi piano internasional. Sayangnya, usaha Seo Jun tak kunjung berhasil, ia berulang kali dikalahkan oleh saingannya, Min Jae.

Karena berulang kali kalah, Seo Jun frustrasi dan marah bahkan sampai merusak properti ruang tunggu di sebuah fasilitas kompetisi. Celakanya, tindakan itu tertangkap basah oleh Ji Soo (Han Sung Min), pianis jazz, yang kemudian memeras dan memanfaatkan Seo Jun untuk melakukan keinginannya.

Urusan cinta memang pelik. Berawal dari pemerasan, justru Seo Jun dan Ji Soo lama-kelamaan semakin dekat dan jatuh cinta. Bahkan, perlahan-lahan, Seo Jun ikut tertarik dengan musik jazz. Ia pun mulai bermain jazz di klub dan kehilangan fokus pada musik klasik.

Son Eun Jung yang mengetahui hal ini berpikir untuk mencabut beasiswa Seo Jun. Seo Jun diberi satu kesempatan terakhir sebelum menjalani wajib militer untuk mengikuti kontes—sementara Min Jae, saingan abadinya, juga ikut dalam kontes tersebut. Seo Jun harus memutuskan, apakah ia berhasil membuktikan kemampuannya dan menemukan jalannya sendiri sebagai pianis?

Fyi yeorobun, Chani sudah belajar piano sejak sekolah dasar. Tapi demi film ini Chani rela belajar lagi, berupaya lebih keras demi tampil seperti pianis sungguhan. Film ini juga menjadi penantian yang cukup lama bagi fans maupun Chani sendiri.

Rumor tentang film ini sudah beredar di internal fans sejak Chani menyelesaikan drama Under The Queen’s Umbrella. Akhirnya hilal penayangan film ini tampak menjelang akhir tahun 2024. Nggak tanggung-tanggung, ternyata film yang sepi pemberitaan ini justru menjadi salah satu program pilihan di JIMFF.

Menurut Korean Fantasy yang sudah berkesempatan nonton film ini di JIMFF, sepanjang 103 menit penonton akan disuguhi pesona Chani secara bertubi-tubi sebagai aktor profesional, mulai dari keahliannya bermain piano, dialog menggugah perasaan, ekspresi frustasi, tangisan, amarah hingga gairah anak muda yang jatuh bangun mengejar impian dan cinta.

Yang bikin film ini lebih berkesan lagi, selain penantiannya yang panjang, Chani secara khusus menyebut nama Fantasy (fandom SF9) di credit akhir film sebagai ucapan terima kasih kepada fans yang selama ini selalu mendukungnya.

Kabar ter-update, Dangmogeot diundang dalam ajang bergengsi internasional—Festival Film Cannes 2026—yang rencananya digelar pertengahan akhir April mendatang. Sampai aku merilis tulisan ini, masih belum diketahui apakah Chani akan ikut terbang ke Perancis untuk menghadiri undangan tersebut atau tidak.

Harapanku cuma satu, yaitu Dangmogeot segera ditayangkan secara global, bagaimanapun caranya, entah di bioskop atau saluran OTT. Doakan ya! Nggak adil rasanya, yang menunggu film ini bukan cuma fans SF9 di Korea, tapi di seluruh dunia.

Method Acting (2024, 2026)

  • Title: 메소드 연기
  • Romanization: Mesodeu Yeon-gi
  • Premiere: October 2, 2024
  • Release Date: March 18, 2026
  • Duration: 1 hr 32 min
  • Genre: Comedy, Drama
  • Director: Lee Ki Hyuk
  • Network: TBA

Satu lagi film Chani yang sampai saat ini hanya bisa dinikmati oleh Korean fans. Padahal Method Acting ini menjadi salah satu line-up film yang premiere di festival bergengsi, Busan International Film Festival (BIFF) tahun 2024 (2-11 Oktober). Butuh waktu hampir 2 tahun sejak premiere sampai film ini bisa ditayangkan di khalayak ramai, yaitu 18 Maret 2026.

TRIVIA: Fyi, nggak sembarang film atau drama bisa masuk BIFF, yeorobun. Tahun 2025 kemarin sempat heboh di Indonesia karena ada beberapa aktor Tanah Air yang hadir di BIFF, seperti Reza Rahardian, Fedi Nuril, Nicholas Saputra dan Dian Sastro. Beritanya banyak kok di portal lokal.

Method Acting berpusat pada tokoh utama Lee Dong Hwi (berperan sebagai dirinya sendiri, Lee Dong Hwi), seorang aktor komedi yang mulai membenci dunia akting komedi. Ia berusaha mengubah gaya aktingnya, tetapi akhirnya malah frustrasi karena tak kunjung mendapat kesempatan.

Suatu hari, ia menerima tawaran tak terduga, yaitu memerankan karakter raja dalam sebuah drama sageuk (drama kolosal Korea). Dong Hwi menggunakan metode aktingya untuk menyempurnakan karakter raja yang bermartabat. Namun ada sesuatu yang aneh tentang drama sejarah yang ia perankan.

Di film ini Chani berperan sebagai Jung Tae Min, aktor muda yang nantinya bekerja dalam satu proyek dengan Lee Dong Hwi dan menjadi putra mahkota. Jujur, aku belum bisa berkomentar banyak karena aku sendiri belum pernah nonton filmnya.

Kalau dilihat dari still-cut dan teaser-nya, sepertinya Jung Tae Min adalah aktor muda yang digadang-gadang bisa menjadi aktor besar, berkarisma dan punya kepribadian kebalikan dari Lee Dong Hwi.

Kata mereka yang sudah nonton, Jung Tae Min inilah yang menjadi tokoh utama antagonis—dalam artian tidak jahat, tetapi berlawanan dengan tokoh utama protagonis. Jung Tae Min konon punya ‘dendam’ pribadi kepada Lee Dong Hwi. Kabarnya, dulu ketika masih menjadi aktor anak-anak dan bermain dalam proyek yang sama, Jung Tae Min sempat mendapat ‘tekanan’ dari Lee Dong Hwi. Karena itulah di proyek ini Jung Tae Min ‘ngerjain’ Lee Dong Hwi.

Sebagai fans, aku tentu bangga Chani bisa bermain di film ini. Ada tiga alasan utama yang bikin aku bangga. Pertama, karena film ini berhasil tayang premiere di BIFF. Padahal kita tahu, ajang ini sangat bergengsi dan tidak semua film atau drama bisa tayang di sini.

Kedua, karena film ini menggaet banyak aktor papan atas. Chani tidak sendirian. Selain Lee Dong Hwi, Chani juga bekerja dengan banyak aktor senior lainnya yang sudah malang-melintang di dunia akting seperti Yoon Kyung Ho, Kim Keum Soon, Yoon Byung Hee dan Gong Min Jung.

Ketiga, karena berkat film ini Chani bisa tampil di panggung dan red carpet BIFF. Ini prestasi membanggakan yeorobun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah karir aktingnya, Chani akhirnya berhasil menginjakkan kaki di ajang BIFF. So proud of him! Semoga film Method Acting ini juga bisa segera masuk ke pasar Indonesia.

White Day: A Labyrinth Called School (2021)

  • Title: 화이트데이: 부서진 결계
  • Romanization: Hwaiteu Dei: Buseojin Gyeolgye
  • Release Date: October 6, 2021
  • Duration: 1 hr 30 min
  • Genre: Horror, Youth, Fantasy, Supernatural
  • Director: Song Hyun Joo
  • Network: Viki, Prime Video, Tubi, LokTV

WARNING! Film ini lumayan banyak jumpscare-nya, yeorobun. Sebetulnya aku bukan penggemar film horor, karena sering ada kejutan serem yang bikin nggak bisa tidur. Tapi demi Chani, aku bela-belain nonton film sepanjang 90 menit ini. Memang, hantu Korea memang tidak sehoror hantu lokal Indonesia—yang seringnya berasal dari urban legend. Tapi yang namanya jumpscare, dimana-mana pasti bikin jantung melorot.

White Day: A Labyrinth Called School sebetulnya adalah film adaptasi dari sebuah game survival horor dengan judul yang sama. Panjang ya judulnya? Karena nama game-nya pun memang sepanjang itu yeorobun.

White Day a.k.a The Labyrinth bercerita tentang anak SMA bernama Hee Min (Chani) yang terjebak dalam situasi menyeramkan di sekolah. Diceritakan, Hee Min menyukai salah satu teman sekolahnya, So Young (Park Yoo Na). Suatu hari Hee Min menemukan buku diary So Young yang tertinggal di sekolah. Hee Min ingin mengembalikan buku itu tepat di hari White Day—modus sambil sekalian ngasih cokelat.

TRIVIA: Di Korea dan Jepang ada tradisi memberi cokelat, permen atau hadiah spesial saat White Day. White Day ini kebalikan atau balasan dari Valentine’s Day. Kalau pas Valentine’s Day cewek yang ngasih hadiah ke cowok, nah pas White Day giliran cowok yang ngasih hadiah ke cewek. Biasanya diperingati satu bulan setelah tanggal 14 Februari. So, buat cowok-cowok yang mau ngasih balasan Valentine ke ceweknya, White Day adalah momen yang tepat.

Saat White Day, Hee Min menyelinap ke sekolah malam-malam untuk mengembalikan buku diary So Young. So Young rupanya juga kembali ke sekolah setelah menyadari bukunya tertinggal. Di sinilah semua bermula.

Ternyata malam itu ada sesuatu yang aneh di sekolah. Somehow, sekolah mereka diselimuti oleh suasana mistis yang kental. Teman-teman mereka menghilang secara misterius. Mereka terjebak dalam dimensi lain oleh kekuatan iblis yang sangat jahat. Hee Min dan So Young lantas berusaha untuk lari dan membebaskan teman-teman mereka dari iblis jahat tersebut.

Yang menarik, Hee Min sendiri sebenarnya adalah keturunan langsung dari seorang exorcist terkuat di Korea yang bernama Mooyoung (Jang Gwang), namun Hee Min belum menyadari kemampuan dan kekuatannya seperti sang kakek.

Tanpa Hee Min tahu, Mooyoung mewariskan sebuah pusaka sakti kepadanya yang mampu menumpas roh maupun kekuatan jahat di dunia. Inilah kunci utama yang bisa menolong mereka. Berhasilkah Hee Min dan teman-temannya lolos malam itu?

Film ini tidak melulu berisi jumpscare kok. Masih ada misteri utama yang menarik untuk disimak, seperti legenda sekolah Hee Min yang berkaitan dengan masa lalu tragis, siapa sosok Jang Gwang sebenarnya, hingga bagaimana akhirnya Hee Min bisa menyadari kekuatan spiritualnya.

Meski kurang populer di Indonesia, tapi film ini layak ditonton terutama bagi mereka penggemar film horor dan misteri. Film ini juga menjadi ajang reuni bagi Chani dan Park Yoo Na setelah keduanya bertemu di drama Sky Castle dan True Beauty.

Apakah film ini bagus? Not bad. Ending-nya memang agak absurd, tapi pesona Chani sebagai anak sekolahan justru bikin gagal fokus. Sesuai judulnya, film ini biasanya ‘naik’ lagi di hari-hari peringatan White Day di Korea. Yah, mungkin banyak yang nonton film ini ketika tanggal 14 Maret ya…

The Gossip (2021)

  • Title: 
  • Romanization: Sseol
  • Release Date: June 3, 2021
  • Duration: 1 hr 24 min
  • Genre: Mystery, Black Comedy, Horror, Thriller
  • Director: Hwang Song Jae
  • Network: Netflix, Apple TV, Prime Video, Tubi

The Gossip adalah film pertama Chani sebagai main lead yang aku tonton. Film ini mengusung genre komedi gelap yang unik dan penuh teka-teki. Ceritanya berpusat pada Jung Seok (Chani), seorang pemuda yang baru saja mendapatkan pekerjaan paruh waktu dengan bayaran menggiurkan. Tugasnya sederhana namun ganjil, yaitu menjaga seorang pria tua yang terbaring koma di sebuah rumah mewah terpencil.

Situasi mulai berubah menjadi kacau saat rekan kerjanya datang dan mereka mulai bertukar cerita-cerita aneh atau "gosip" yang semakin lama terasa semakin nyata. Batasan antara kebenaran dan kebohongan menjadi kabur.

Chani berhasil membawakan karakter pemuda lugu yang terjebak dalam situasi absurd dan berbahaya yang tak terduga.

If you are a fan of mystery films, obviously you’ll like The Gossip that much. Karena bergenre dark-comedy, film ini lebih menonjolkan aspek misterinya yang dark, daripada aspek komedinya—bahkan menurutku sama sekali nggak lucu—yang bikin film ini jadi agak membosankan terutama di paruh pertama.

Keseruan baru terasa di paruh kedua film. Tapi jangan diskip-skip ya, karena semakin ke belakang, semakin antiklimaks, semakin banyak kejutan dan plot twist yang bikin melongo. Tegang banget!

Terlepas dari plotnya yang bikin hah-hoh-hah-hoh, film ini sarat makna sekali, yeorobun. Dan, pelajaran yang paling mengena yang aku dapat adalah jangan gampang percaya gosip, rumor atau hoax yang yang tidak jelas dari mana asalnya.

Cerita-cerita yang seperti ini tidak jelas kebenarannya, seringkali ditambah-tambah, banyak versinya dan sulit dibedakan mana fakta dan bohong. Tetap hati-hati terhadap gosip, rumor dan hoax karena bisa saja membuat kita rugi bahkan celaka!

The First Issue: Sorry (2019)

  • Title: 창간호, 첫 번째 문제
  • Romanization: Chang Gan-ho, Cheot Beon-jjae Mun-je
  • Release Date: January 17, 2019
  • Duration: 20 min of 1 hr 58 min
  • Genre: Drama, Family
  • Director: Baek Seung Hwan
  • Network: YouTube

The First Issue sebenarnya merupakan film omnibus yang terdiri dari beberapa cerita pendek. Chani tampil dalam segmen berjudul Sorry. Segmen ini menyoroti dinamika hubungan antar manusia dan kompleksitas emosi yang sering kali sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Chani berperan sebagai Hyun-jun, karakter yang harus menghadapi pahit-manisnya kenyataan dalam hubungan sosial maupun personal. Dengan alur yang melankolis dan reflektif, film ini mengajak penonton untuk melihat lebih dalam makna permintaan maaf dan penyesalan. 

Meski durasinya singkat, akting Chani di sini terasa sangat intim dan emosional, menunjukkan kematangannya dalam membawakan peran yang lebih dewasa dan kontemplatif.

The First Issue ini film pendek, yeorobun. Masing-masing segmennya hanya berdurasi sekitar 20 menit, jadi bisa langsung tamat dalam sekali duduk. Sejujurnya aku tidak tahu film ini tayang secara resmi di platform apa, tapi aku menemukannya di channel YouTube fans. Sudah aku embed di atas ya, biar nggak penasaran!

Tidak banyak yang bisa aku komentari dari film pendek ini, karena memang singkat, padat, tapi berhasil mengobok-obok perasaan penonton. Antara marah, jengkel, kasihan sekaligus sedih bercampur jadi satu.

The King’s Case Note (2017)

  • Title: 임금님의 사건수첩
  • Romanization: Imgeumnim-eui Sageonsucheob
  • Release Date: April 26, 2017
  • Duration: 1 hr 54 min
  • Genre: Sageuk, Comedy, Mystery, Adventure
  • Director: Moon Hyun Sung
  • Screenwriter: Kang Hyung Sung
  • Network: Netflix, Viki, Apple TV

Aku yakin penggemar film Korea sudah kenal film legend satu ini. The King’s Case Note adalah film komedi detektif berlatar era Joseon. Di sini Chani bukan pemeran utama, hanya pemeran pendukung, tapi cukup berkesan.

Film ini bercerita tentang Raja Yejong yang cerdas dan asistennya yang memiliki ingatan ‘fotografis’. Mereka mencoba memecahkan misteri kejahatan yang mengancam kerajaan. Banyak hal yang harus mereka selidiki demi menemukan ‘otak’ di balik banyak kasus misterius di sekitar mereka. Film ini sendiri sangat menghibur dengan perpaduan humor, aksi, dan deduksi ala Sherlock Holmes versi tradisional Korea.

Chani berperan sebagai versi muda dari Raja Yejong. Meskipun porsi layarnya tidak sebanyak pemeran utama, kehadirannya memberikan latar belakang emosional yang penting bagi karakter sang Raja. Penampilan Chani di sini menjadi bukti kemampuannya beradaptasi dalam drama sejarah (sageuk) sejak usia muda.

Di film ini Chani bertemu banyak aktor senior yang sudah terkenal di jagad perfilman Korea seperti mendiang Lee Sun Kyun, Ahn Jae Hong, Kim Hee Won, juga abang ‘serumah agensinya’, Jung Hae In. Kalau kamu penggemar genre sageuk yang humoris, seru, penuh aksi, sekaligus entertaining, kamu wajib banget nonton film ini! Dijamin nggak bosen dan bagus banget!

Familyhood (2016)

  • Title: 굿바이 싱글
  • Romanization: Goodbye Single
  • Release Date: June 29, 2016
  • Duration: 1 hr 59 min
  • Genre: Comedy, Drama
  • Director: Kim Tae Gon
  • Network: Viki, Prime Video

Familyhood adalah film debut Chani di layar lebar. Familyhood adalah film komedi-drama yang hangat tentang seorang aktris top yang merasa kesepian dan memutuskan untuk melakukan skandal kehamilan demi memiliki 'seseorang di pihaknya'. Di film ini, Chani memerankan karakter bernama Hyun-bin, seorang siswa sekolah menengah. Porsinya nggak banyak, tapi cukup berkesan terutama bagi fans SF9.

Peran Chani di sini berkaitan erat dengan karakter remaja yang menjadi pusat konflik utama dalam rencana sang aktris. Film ini menyentuh isu-isu sensitif tentang keluarga dan penerimaan diri dengan cara yang ringan namun tetap menyentuh hati. Sebagai salah satu proyek film awalnya, Chani menunjukkan pesona remaja yang natural, yang kemudian menjadi batu loncatan besar bagi karier aktingnya di industri perfilman Korea.

Special Gifts on a Special Day by a Special Boy

Yeorobun, hubungan idol Korea dan fansnya memang kadang sulit dimengerti orang awam. Kadang terkesan menggebu-gebu dan tidak masuk akal. Tapi di sinilah letak perbedaanya dengan idol Indonesia.

Fans idol Korea biasanya akan membuat project khusus untuk merayakan momen-momen tertentu seperti anniversary grup atau ulang tahun member. 

Project-nya pun unik-unik, mulai dari mengirim kado resmi (melalui agensi), membuat ads project (iklan khusus di fasilitas-fasilitas publik), sampai bakti sosial atau donasi pelestarian alam. Fans bahkan tidak segan-segan membuat project nyeleneh seperti mengadopsi hewan dilindungi, hutan, atau ‘membeli’ bintang atas nama sang idol!

TRIVIA: Yang paling umum, fans biasanya akan membuat birthday cafe selama beberapa hari. Biasanya fansite menyewa sebuah kafe, lalu dihias dengan tema serba idol. Mulai dari ornamen, foto-foto atau merchandise, sampai freebies semua temanya karakter sang idol.

Selama birthday cafe berlangsung (biasanya 2-3 hari) pengunjung bisa melihat pameran karya sang idol, kopdar dengan sesama fans, atau mengikuti pesta ulang tahun dengan grup fancafe. Ada kue ulang tahunnya, kado dari fans, dan sebagainya. Yah, benar-benar seperti pesta ulang tahun pada umumnya.

Nggak mau kalah, sebagai balasan atau ucapan terima kasih, tidak jarang idol yang ‘dikasih’ project itu akan memberikan special gift juga kepada fans. Misalnya dengan membuat acara birthday fanmeeting, merilis lagu atau klip khusus, atau mengunjungi birthday cafe untuk merayakan ulang tahun bersama fans.

Chani dan fansnya pun sama.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada beberapa fansite yang membuat birthday cafe di beberapa tempat Seoul, bahkan ada yang di Jepang (tentu saja dibuat oleh fansite asal Jepang). Dan, untuk pertama kalinya Chani—ditemani oleh manajer pribadinya—mengunjungi salah satu birthday cafe di Seoul tepat pada hari ulang tahunnya, 17 Januari 2026. 

Nah, ini yang spesial! Selama ini Chani hanya tahu bahwa setiap tahun fans selalu mengadakan birthday cafe maupun event sejenis untuk ulang tahunnya. Tapi baru kali ini dia berkunjung langsung.

Bersama sejumlah fans yang datang, Chani merayakan pesta ulang tahun kecil-kecilan—nyanyi bareng, potong kue, tiup lilin, dan lain-lain. Chani juga membawa pulang banyak surat dari fans dan mengobrol dengan mereka. Meski tidak di cafe seharian, karena dia harus segera kembali ke kantor agensi, tetapi fans sangat bersyukur atas kehadirannya

TRIVIA: Kalau kamu tanya, kenapa hanya surat dari fans yang dibawa, kenapa kado dari fans nggak dibawa juga? Padahal kan kadonya banyak dan emang sengaja disiapin buat Chani?

Ini ada alasannya, yeorobun. Entah sejak tahun berapa, ada kebijakan baru di FNC Entertainment—dan aku yakin agensi lain juga—yaitu melarang fans mengirim kado secara langsung kepada idol. Alasannya, beberapa tahun lalu ‘ritual’ ngasih kado ini sempat disalah gunakan oleh beberapa oknum. Dulu banyak kejadian fans memberi special gift, seperti boneka atau sejenisnya, yang ternyata berisi kamera tersembunyi.

Yup, bisa ditebak! Kamera itu terhubung langsung ke si oknum fans yang memberi kado. Dengan kata lain, sang idol di-stalk diam-diam secara realtime. Jahat banget kan? Ini tentu sangat berbahaya dan mengancam kehidupan pribadi sang idol. Sejak saat itulah banyak agensi yang lebih tegas dan strict kebijakannya terkait hadiah atau kado dari fans.

Bukan berarti fans tidak boleh sema sekali mengirim hadiah ke idol. Tetap bisa, tapi nggak boleh secara langsung, harus melalui agensi. Jadi hadiahnya dikirim ke alamat agensi. Hadiah ini akan dicek dulu, dipastikan keamanannya, sebelum akhirnya diserahkan kepada idol yang dimaksud. 

Nanti biasanya si idol posting tuh di sosmed pribadinya, atau konfirmasi di fancafe (platform resmi khusus anggota fanclub) yang isinya ucapan terima kasih ke fans. Ini berarti gift-nya sudah sampai ke tangan sang idol dengan selamat.

Oke, kembali ke Chani.

Setelah mengunjungi birthday cafe di Seoul, Chani kembali ke kantor agensi dan melakukan siaran langsung di YouTube resmi SF9. Yah, standar lah sebagaimana vlog pada umumnya. Ada kue ulang tahun (yang disiapkan oleh staf agensi), tradisi tiup lilin, makan kue, ada sesi baca komen dan sebagainya.

Tapi kejutan belum selesai, yeorobun. Chani memang selalu ada aja gebrakannya untuk mengejutkan fans. Di ulang tahunnya kali ini Chani ternyata membuat klip khusus, berupa video cover lagu berjudul ‘Yours’. Lagu ini sebetulnya milik penyanyi Korea bernama Damons Year yang dirilis tahun 2019.

Jujur, aku baru tahu lagu ini setelah dicover Chani. Padahal lagunya bagus, easy listening, artinya juga so sweet. Tapi karena Chani yang nyanyi, rasanya jadi lebih romantis dan bikin melting.

Melalui video klip ‘Yours’ Chani seolah mengajak fans untuk mengeksplor indahnya kota Seoul menjelang musim salju dengan cara paling romantis dan intimate, sambil menikmati anggur di cafe yang cozy, lalu menyaksikan sunset bersama dan mengakhiri hari dengan mengikat janji cinta di puncak Namsan Tower. 

Duh, kurang romantis apa coba kencan sama Chani? Pinter banget ngasih bahan halu ke fans, ckckck...

Happy Birthday, Kang Chanhee! You’re a grown man now. Di saat kamu mulai meromantisasi hal-hal kecil seperti berkeliling kota, menikmati wine dan melihat matahari terbenam, sambil bergenggaman tangan dengan orang yang kamu sayangi, di situlah kamu mulai dewasa. So proud of you!

Referensi

  1. https://www.jimff.org/eng/addon/00000002/history_film_view.asp?m_idx=103970&QueryYear=2024&c_idx=512&QueryType=B
  2. https://www.biff.kr/eng/html/archive/arc_history_view.asp?kind=history&pyear=2024&m_idx=75927
  3. https://whiteday.fandom.com/wiki/White_Day:_Broken_Limit
  4. https://mydramalist.com/people/2788-cha-ni
  5. https://www.cineplay.co.kr/en-us/articles/25694
Alfia D. Masyitoh
Lifestyle blogger (since 2020) and content writer who loves EXO Baekhyun and SF9 Chani. Part of EXO-L and Fantasy.

Related Posts

Post a Comment