admasyitoh.com

Mulai Oleng Nyuci? Ini Rahasianya Tetap Semangat dan Konsisten Berclodi!

28 comments
Source: norasnursery via Instagram
"Kamu nggak capek nyuci clodi?"
"Wah, ribet juga ya perawatannya."
"Duh, kalo pake clodi aku nggak kuat deg kayaknya."
(Komentar mereka)

Mungkin yang tampak di mata mereka saya wanita strong yang tiap hari rela bangun pagi-pagi buta demi ngucek clodi bekas pup si kecil. Mungkin yang terlihat oleh mereka saya nggak ada matinya sampai bela-belain nyuci clodi malam-malam demi mengejar stok clodi untuk dipakai esok hari. 

Oh, jangan dikira saya tidak lelah pemirsa. Saya hanya manusia biasa. Perempuan biasa. Yang tidak luput dari keluh kesah. Yang tidak absen dari malas dan sambat. Ada kalanya saya lelah mengerjakan semua rutinitas termasuk mencuci clodi. Ada kalanya saya capek malam-malam harus menjemur clodi. Belum lagi memasukkan insert clodi satu per satu ke dalam pocket

Pokoknya, ada masa di mana saya ingin berhenti dan lari dari clodi-clodi ini. 

Lagipula, saya masih mampu beli popok plastik. Duit saya masih cukup untuk membeli popok di minimarket. Tidak akan habis atau kurang hanya karena beli pampers buat si kecil. Saya dan anak tidak akan kelaparan hanya karena beli pampers. 

Suami dan orang tua juga tidak pernah memaksa saya berclodi. Anak juga tidak pernah pilih-pilih mau pakai clodi atau pampers. Pasrah. 

Pada intinya, tidak ada pihak manapun yang saya rugikan kalau saya berhenti pakai clodi lalu beralih ke popok sekali pakai. Tidak ada orang yang protes. 

Pikiran-pikiran seperti itu, saya akui, selalu datang tiap kali saya oleng. Sebagai ibu rumah tangga--yang tiap hari penuh jadwal mengasuh anak, suami dan rumah sampai lupa merawat diri--lelah dan penat adalah hal manusiawi. 

Itulah mengapa menjaga semangat menjadi penting. Tekad dan niat harus teguh dan kuat. Komitmen dan konsisten berclodi harus menjadi pegangan saya untuk terus di jalan ini sampai akhir. Sampai anak saya lulus potty training nanti dan mengucapkan selamat tinggal kepada clodi dengan kemampuannya sendiri. 

Rutinitas mencuci dan merawat clodi memang mudah kawan. Tidak sesulit bayangan kalian. Tetapi memang butuh tekad dan semangat yang kuat. Sebab, berclodi ini cukup menyita alokasi waktu dan tenaga. Bahkan kadang emosi juga terlibat di dalamnya.

Saya tidak akan berbohong dengan mengatakan kalau berclodi itu enteng. Tidak. Itu kebohongan. Berclodi tetap membutuhkan pengorbanan. Kamu harus rela mencuci, membersihkan pup si kecil, menjemur, stripping dan serangkaian perawatan lainnya yang kadang tidak ada teorinya. 

Tugas dan tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga bukanlah hal yang remeh. Sudah berat. Kalau ditambah sedikit saja dengan tanggung jawab terhadap clodi, sudah cukup membebani. 

TETAPI... Semua ini wajar. Lumrah. Manusiawi. Bukan hanya pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan ibu berclodi. Rutinitas apapun yang dilakukan secara terus-menerus pasti akan menemui titik jenuh. Se-happy dan se-enjoy apapun menjalani sesuatu pasti ada masanya akan lelah juga. 

Begitu pula dengan berclodi.

Lalu, saya tidak mungkin berdiam diri dan menuruti kata malas. Saya tidak bisa diam saja ketika hati saya berontak ingin berhenti berclodi. Setiap kali ingin berhenti, jauh di lubuk hati saya yang terdalam selalu ada suara yang melarang dan menarik saya untuk kembali. 

Setiap kali pertahanan ini melemah, selalu ada titik yang membuat saya kembali. Setiap kali kapal ini oleng, selalu ada badai semangat yang membuat saya tetap kuat. Inilah yang ingin saya tularkan kepada teman-teman seperjuangan. 

Kalau kamu saat ini sedang lelah dan penat, mungkin kamu butuh suntikan penyemangat. Kiat-kiat ini mungkin bisa kamu lakukan. 

1. Take a break, istirahat sejenak! 

Source: norasnursery via Instagram

Ibarat sebuah sepeda yang terus dikayuh berjalan, ada kalanya mogok juga. Kadang roda kempes atau rantai tiba-tiba terlepas di tengah jalan. Berhentilah. 

Berclodi pun tak jauh berbeda. Jika kamu merasa lelah mencuci clodi, maka tinggalkan. Tenaga kita sebagai perempuan bukan tak terbatas. Istirahat sejenak tidak ada salahnya. Jangan memaksa energimu untuk terus melakukan pekerjaan dengan terpaksa. Justru energi akan semakin dihabiskan oleh emosi. 

Hentikan. Istirahat. Lalu tarik nafas dalam-dalam. Barangkali kamu membutuhkan secangkir teh hangat atau cokelat panas sambil menyelami ketenangan. Atau mungkin kamu berjalan-jalan ke luar rumah meski hanya sekedar ke minimarket atau swalayan terdekat walau berakhir dengan tak membeli apa-apa. Bisa juga kamu cuma butuh tidur. Mata terpejam. Di dalam kamar dengan tenang tanpa gangguan. 

Lakukan apapun yang bisa membuat lelahmu sirna, asal tidak merugikan diri sendiri maupun orang di sekitar. Namun, ingatlah untuk kembali. Jangan sampai terlalu lama istirahat akhirnya malah keenakan dan berhenti tanpa melanjutkan. Jadi, istirahatlah sembari mengumpulkan kembali niat, semangat dan tenaga. 

2. Ingat kembali big why-mu berclodi! 

Source: norasnursery via Instagram

Kenapa harus berclodi? Apa alasanmu memilih clodi? Kenapa bukan yang lain? 

Ketika sedang oleng, pikirkanlah lagi tentang motivasi-motivasimu berclodi dulu. Hal yang paling membuatmu bertekad dan memutuskan bahwa berclodi adalah jalan hidup yang paling bijaksana yang harus diambil. 

Kalau saya, ketika oleng dan terbesit untuk berhenti dari clodi lalu memilih pampers, saya selalu dihantui rasa menyesal dan bersalah untuk membuang sampah popok sekali pakai. 

Berat sekali rasanya jika harus membuang sampah pampers ke pembuangan. Saya tidak tega membuang uang, meski hanya beberapa rupiah, hanya demi sampah yang membuat Bumi ini makin sakit dan merana. Lebih tepatnya, saya tidak tega melukai lingkungan dengan memberinya sampah yang sulit terdegradasi dan diolah menjadi barang berguna. 

Sederet alasan yang membulatkan tekad saya dulu untuk berclodi, akhirnya membuat saya kembali dan gagal move on ke lain hati. Saya senang dan saya bangga berclodi. Jadi, kenapa saya harus berhenti dan memilih yang lain? 

Inilah yang harus kamu temukan. Tentang big why-mu memilih clodi. Dengan mengingat lagi niat dan tujuan awalmu berclodi, semangatmu akan pulih kembali. Lalu jadikan itu sebagai pegangan untuk terus mengarungi perjalanan yang relatif singkat ini. 

3. Take it easy dan jangan menyusahkan diri sendiri! 

Source: norasnursery via Instagram

Berclodi sendiri sudah cukup menyita waktu dan tenaga. Meski tidak serumit yang dibayangkan banyak orang, tetapi harus diakui kadang memang melelahkan. Rasa bosan dan malas sulit dihindarkan. 

Jadi, tidak ada gunanya menyusahkan diri sendiri. Toh berclodi tidak harus saklek seperti mencuci dengan tangan. Jika tanganmu pegal, cucilah dengan mesin. Pun demikian dengan mengeringkan, boleh juga di-spin dalam mesin agar kita tidak terlalu lama mengandalkan cuaca yang kadang hujan seharian. 

Meskipun sebaiknya dicuci dan dirawat sesuai aturan, tidak sembarangan, tetapi berclodi itu tidak 'saklek' kawan. Kalau ada yang mudah, kenapa memilih yang susah? 

Lakukanlah dengan senang hati. Pilihlah metode yang paling mudah. Mencuci dan merawat clodi tidak serumit itu kok. Kelihatannya saja banyak aturan. Padahal kalau dijalani dengan senang hati tidak ada yang memberatkan. Semua kembali lagi pada dirimu sendiri. 

4. Team work dengan pasangan

Source: norasnursery via Instagram

Suamimu adalah partner berumah tangga. Maka ia adalah rekan kerja terbaik untuk saling bekerja sama. Kamu bisa mencuci clodi bersama pasanganmu. Libatkan ia dalam prosesnya. 

Mencuci clodi tidak membuat seorang pria menjadi hina dan durjana. Berclodi adalah amalan yang mulia. Ia mungkin bisa membantumu mengeringkan clodi lalu menjemurnya, setelah kamu bertugas mencuci. Atau mungkin ia bisa mengambil bagian membersihkan solid poop sebelum kamu rendam ke dalam larutan detergen. Bahkan membantu mengganti clodi si kecil setiap tiga atau empat jam, sudah menjadi bantuan yang amat berarti dari pasangan. 

Yah, memang ada beberapa pria yang tidak mau terlibat dalam tugas rumah tangga. Ada beberapa sosok suami yang seperti 'mengasuh adalah tugasmu, mencari uang itu yang tugasku'. Tetapi, satu hal yang pasti, suami yang baik pasti ikut bertanggung jawab dalam proses pengasuhan anaknya. 

Ungkapkan perasaanmu padanya. Jangan segan meminta bantuan jika memang merasa membutuhkan. Mintalah dukungan darinya. Bukan hanya dukungan materi, tetapi juga mental dan spiritual. Ajaklah suamimu berclodi! 

5. Temukan teman senasib seperjuangan

Source: norasnursery via Instagram

Tidak ada saudara atau keluarga yang berclodi? Tidak masalah. Saat ini ada komunitas yang mewadahi para mama berclodi. Seperti komunitas Mamaberclodi

Komunitas Mamaberclodi bukan sekedar kumpulan para mama yang berclodi. Mereka kerap mengadakan kelas dan talkshow tentang berclodi. Ilmu-ilmu atau informasi-informasi terkait clodi terus berkembang. Mereka tidak akan pelit membaginya kepada para mama berclodi. 

Lagipula, komunitas ini hidup dengan asas demokrasi. Dari anggota, oleh anggota dan untuk anggotanya. Mereka selalu merangkul para mama yang berclodi, yang mengalami kesulitan maupun tidak, serta saling mendukung sebagai rekan senasib dan seperjuangan. 

Mempunyai circle seperti ini sangat menguntungkan. Tidak cuma ilmu dan wawasan, pengalaman dan cerita dari mama lain bisa mencerahkan pikiranmu yang kusut. Siapa tahu mereka juga pernah mengalami hal yang sama denganmu. Tidak cuma itu, jaringan pertemananmu dengan sesama mama juga semakin terbuka lebar. 

6. Terus belajar dan berproses

Source: norasnursery via Instagram

Sama seperti desain clodi yang semakin up to date, ilmu tentang clodi ini terus berkembang seiring waktu. Jangan berhenti untuk belajar dan berproses. Jadilah berdaya dengan terus meningkatkan bekal keilmuan. 

Saya bersyukur dengan adanya teknologi yang semakin maju dan canggih. Saat ini banyak sekali forum-forum yang memfasilitasi seminar gratis dan terbuka untuk umum. Tidak ada salahnya memanfaatkan fasilitas ini untuk menambah pengetahuan dan keilmuan diri. 

Tidak perlu kemana-mana. Cukup duduk manis di rumah sambil memperhatikan gawai di tangan. Bisa dikerjakan sambil memasak, membersihkan rumah, mengasuh anak, pun sambil mencuci clodi. Gampang kan? Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. 

Mengikuti forum ilmiah seperti seminar akan membuat dirimu semakin merasa haus akan ilmu. Selain bisa menjadi bekal hidup, ilmu yang diterapkan juga bisa menjadi ladang pahala agar lebih bermanfaat dan berkah. Semangatmu akan terus dipupuk subur untuk terus berdaya dan meningkatkan kualitas diri. Coba saja sendiri kalau tidak percaya! 

Pada akhirnya, rasa penat, lelah, bosan dan malas, suatu saat mungkin membuatmu ingin berhenti. Berilah jeda bagi dirimu sendiri. Luruskan kembali, niat, tekad dan semangat yang kusut. Jangan berhenti! Kamu sudah sampai di titik ini, kenapa harus berhenti sekarang? Kamu pasti bisa! 

Sumber Gambar
Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

28 comments

  1. Keren, lagu brlajar zerowaste jg nih, moga istiqomah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaap. Semangat kak, kuy sama2 belajar.. Fighting!!

      Delete
  2. Mba Alfia, saya tertampar membaca tulisan ini karena saya nggak sanggup pake clodi karena ngurusin anak sambil kerja dari rumah (WFH) udah menguras energi dan mental. Bukan alasan ya, emang saya nggak setangguh itu untuk pake clodi. Huhu

    Keep inspiring, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Take easy Mbak Monika, suantaaaii jangan dibikin beban. Nggak papa gak pakai clodi, toh udah nyoba juga kan? Berclodi itu emang gampang gampang susah, butuh pengorbanan juga. Apapun itu yang penting hepi, dijalani dengan senang hati, bukan karena terpaksa.. Keep up!! You did well mbak, semoga sukses selalu ya! :)

      Delete
  3. Kalau di keluarga kami memang belum bisa konsisten 100% memakai clodi untuk anak-anak. Disaat-saat tertentu yang agak darurat, kami biasanya berpindah dulu ke diapers, tapi kalau sudah liat bekasnya, suka agak nyesel juga liat sampah menumpuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget pak, saya juga pernah merasakan itu. Kadang kalo lagi keluar kota, yang gak memungkinkan bisa nyuci clodi, kan jadi pake pampers tuh. Rasanya pas mau buang sampah itu semacam beraaat :"

      Delete
  4. Wah aku baru tau yg namanya clodi. Sangat inspiratif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat dan terinspirasi ya kak, biar makin banyak yang berclodi dan berkurang sampah di muka Bumi.

      Delete
  5. Saya juga pakaikan clodi ke anak saya mba, tapi masih hybrid dengan pospak. Semoga anak selanjutnya bisa diteguhkan utk pakai clodi tanpa pospak.

    - Purnama Indah -

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaaab. Keren ini mah mama-mama berclodi. Saya juga kadang terpaksa pakai pospak mbak, tapi ya udah gapapa. Dibikin hepi aja hehe. Semangaaat!!

      Delete
  6. Salut banget sama emak-emak yang konsisten clodi. Selain ramah lingkungan, jadi bisa saving juga sebenernya. Aku ngerasain pas toilet training anak aja capek. Harus nyuci, ngepel, dll. Harus berguru sabar sama clodi-ers wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo toilet training itu emang fase spesial tersendiri mbak, wkwkwk. Udah gak bisa disamain dengan fase berclodi lagi sebetulnya. Keren mbak wid mah udah melalui fase itu 😘😘

      Delete
  7. Aku termasuk tim yang lelah berclodi mbak hehehe. Walhasil ada beberapa clodi yang nganggur nih di rumah. Tapi nanti rencananya akan dipakai pas toilet training.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Its ok mbak, take it easy. Seenggaknya udah nyoba dan tahu rasanya kan? Tinggal dikuatkan lagi tekadnya, suatu saat kalo emang memilih mau berclodi. Nggak papa, santai aja :)

      Delete
  8. Aku ga kuadddd mbaaak, nyeraah deh! Aku tim pospak aja deh, kewarasanku lebih utama kayaknya, makanya walaupun udah niat mau beralih lake clodi, tapi ga sanggup juga. Ya sudah akhirnya pospak saja. Hebat sama tim Clodi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul banget. Kewarasan itu lebih utama mbak, no debat ini mah. Nggak semua orang punya kondisi yang sama, so nggak semua orang cocok berclodi juga. Ada kondisi tertentu yg emang membuat berclodi nggak bisa diterapkan. Nggak masalah, yg penting anak tetep sehat, emaknya juga sehat hehe :)

      Delete
  9. Luar biasa. Bahwa suami memang harus tau proses pembersihan clodi... seorang istri memang hebat..selama ini tugas" dirumah selalu dipandang sepele
    Padahal berattt banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya suami pengertian dengan kondisi istri itu udah istimewa banget. Semoga semakin banyak suami yang sadar dan mau membantu kerjaan domestik hehe

      *curahan hati para istri :"

      Delete
  10. Hehe.. informasi kaya gini juga perlu utk para cowo2 calon bapak-bapak ya.. smoga semakin berkembang blog nya 👏👏👏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, bisa jadi referensi kalo mau nikah atau punya anaj suatu saat. Makasih yaa... Semoga bermanfaat :)

      Delete
  11. keponakanku juga memakai clodi, bahannya lembut. mungkin beda beda tergantung merknya. tapi yang selalu ada dalam pikiran saya adalah clodi hemat, dan gak banyak nyampah.

    sebenarnya popok gak salah sih, cuman harus bijak dengan sampahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, clodi emang selembut dan senyaman itu sebetulnya. Semoga suatu saat nanti bisa diterapkan ke anak sendiri ya mas, hehe. Semangat!!

      Delete
  12. ak juga memakaikan anak ku clodi. hemat bener. alhamdulillah. jadi bisa beli buku buat anak. haha. senang deh semakin banyak orang yang peduli sama lingkungan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak, anggaran beli pampers bisa digeser ke yg lain ya, jadi bisa beli mainan/buku buat anak hehe

      Delete
  13. Perjuangan ya bun...memakai cloi dibanding diapers yang sekali buang itu...emanh sih awal awal pasti semangat banget....butuh semangat teman seperjuangan biar nggak males nyuci clodi si kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru pas awal2 itu biasanya agak susah, belum nemu ritme yang pas, bisa stres juga malah. Makanya ada yang mundur setelah nyoba beberapa kali. Nah, dukungan dari orang lain termasuk teman seperjuangan ini yang bisa bikin semangat lagi...

      Delete
  14. Wow..ternyata ada komunitas mama pro-clodi. Saya pernah make clodi trus ga lanjut sih. Belum cukup mental dan tenaga (alesan mulu). Seneng bisa tahu banyak hal menarik termasuk tentang clodi dan pendukungnya. Salam EXO eh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mbak, makin banyak sekarang akun-akun yang suka bikin kelas berclodi. Kalo komunitasnya yg aku ikut cuma Mamaberclodi, tapi di Umaiyo Clodi, Klodiz Minikinizz, itu sering ada zoominar berclodi gitu..

      We are one! Saranghaja :D

      Delete

Post a Comment