admasyitoh.com

Menikmati Sunrise di Taman Suroboyo dan Pantai Kenjeran

2 comments

taman suroboyo

Yeorobun, tahu nggak sih, patung Suro dan Boyo yang menjadi identitas kota Surabaya ternyata ada tiga, lo! Jadi nggak cuma yang ada di Kebun Binatang Surabaya dan area Skate & Park yang dekat Monkasel aja. Satu lagi ada di kawasan Pantai Kenjeran, tepatnya di Taman Suroboyo.

Nah, yang lokasi ketiga ini nih biasanya jarang ada yang tahu. Ya wajar, karena lokasinya memang mepet pantai dan terletak di ujung paling timur Surabaya. Jauh dari pusat kota.

Sepuluh tahun aku tinggal di Surabaya (sejak 2012), aku baru tahu kalau ada patung ketiga ini sekitar tahun 2020 lalu. Itu pun tahunya nggak sengaja, gara-gara iseng jalan-jalan ke Kenjeran.

Di lokasi ini nggak cuma bisa lihat patung Suro dan Boyo aja, kok. Masih ada kegiatan menarik lainnya yang bisa dinikmati, terutama bareng keluarga atau anak-anak. Ada apa aja? Yuk, simak ceritaku di bawah ini, ya!

SEKILAS TENTANG TAMAN SUROBOYO

Sebetulnya wajar sih kalau belum pernah tahu kalau patung Suroboyo jumlahnya ada tiga. Sebab, patung ketiga yang ada di Taman Suroboyo atau Suroboyo Park ini baru diresmikan tahun 2019. Pantesan sejak aku kuliah tahun 2012 dulu belum pernah dengar.

Faktanya, patung Suroboyo yang ketiga ini adalah patung terbesar dibanding pendahulunya. Tingginya sekitar dua puluh lima meter. Dan, ditempatkan di tengah-tengah Taman Suroboyo, tepat di bibir pantai Kenjeran. Jadi langsung menghadap ke laut nih, yeorobun.

Di taman ini tidak cuma ada patung Suroboyo. Ada beragam aktivitas yang bisa dinikmati oleh pengunjung seperti naik kuda (mau bilang berkuda kayaknya terlalu 'wah', karena gak sekeren itu tapi tetep seru), bermain dengan anak, nongkrong di tenda makan, ataupun naik perahu.

Karena aku ke sini pas masih pagi, setelah subuh, aku juga bisa jogging sambil menikmati momen sunrise di pantai Kenjeran.

Memang, pantai utara Jawa tak seindah pantai selatan. Tapi menyaksikan matahari terbit di pantai Kenjeran ini not bad, kok. Pemandangannya tetap cantik dan tentu saja jadi momen langka yang tidak bisa dinikmati setiap hari karena rumah jauh dari tepi laut.

DI MANA LOKASINYA?

Kalau di Google Maps cari dengan keyword Taman Suroboyo atau Suroboyo Park. Nanti kamu akan tahu kalau lokasinya memang benar-benar di pinggir pantai. Bagian terluar di sisi timur Surabaya yang menghadap langsung ke Selat Madura.

Dan, dari titik ini pula kamu bisa melihat dengan jelas Jembatan Suramadu, yang tak kalah ikonik selain patung Suroboyo. Jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura, tepatnya di kota Bangkalan. Sudah pernah lewat Suramadu? Sekarang lewat tol Suramadu gratis, lo. Tidak perlu bayar tarif tol lagi.

Kalau cari alamatnya, Taman Suroboyo terletak di Jalan Pantai Kenjeran, Kedung Cowek, Kecamatan Bulak. Tapi saranku lebih baik langsung cari di Google Maps. Lebih cepat dan praktis. Apalagi gadget sekarang sudah berbasis android kan. Tinggal ketik nama tempatnya, langsung ketemu jalurnya.

Nah, karena aku bukan asli warga setempat, tbh, aku tidak tahu akses transportasi umum yang lewat di tempat ini. Beberapa kali ke sini pun pakai kendaraan pribadi. Kalau tidak salah, ada bus Suroboyo yang trayeknya khusus di area Surabaya Timur. Sayangnya aku tidak tahu, Taman Suroboyo ini masuk rute trayeknya atau tidak.

Pakai kendaraan pribadi sudah paling praktis pokoknya! Bisa motor atau mobil. Tarif parkir motor 3.000, kalau mobil 5.000 saja, sepuasnya seharian. Akses jalannya lebar, tempat parkir pun lumayan luas. Jadi tidak perlu galau cari tempat parkir yang aman dan dekat dari lokasi.

ADA APA DAN NGAPAIN AJA?

Banyak. Ada berbagai fasilitas dan aktivitas seru yang bisa kamu coba. IMO, taman ini bisa menjadi pilihan wisata bersama keluarga. Ramah anak, karena banyak wahana mainan anak seperti seluncuran, ayunan dan lain sebagainya.

bermain air

bersama ayah

Tapi kalau kamu butuh penjelasan lebih, aku coba spill tipis-tipis pengalamanku jalan-jalan di tempat ini. Tbh, aku kurang pinter menulis topik travelling atau wisata begini yeorobun. Tapi karena tempat ini menurutku recommended, jadi aku usahakan bercerita semampuku, ya.

1. Naik Perahu

Karena lokasinya di pantai dan dekat dengan pemukiman warga, kamu bisa menikmati suasana pantai sambil menyaksikan aktivitas para nelayan di pantai ini. Khususnya ketika pagi, saat air laut pasang dan para nelayan pulang dari menangkap ikan.

pulang melaut

Setelah muatan diturunkan dan perahu dibersihkan, biasanya para nelayan mengoperasikan perahunya untuk wisatawan yang ingin merasakan sensasinya naik perahu. Cukup membayar 15.000-20.000 mereka bisa mengajakmu keliling, start dari Taman Suroboyo, ke Pantai Kenjeran Lama, lalu kembali lagi dan finish di Taman Suroboyo.

Untuk tarif sekian menurutku worth it sih. Bisa naik perahu nelayan di laut luas termasuk momen langka. Kamu bisa merasakan semilir dan dinginnya udara pagi, sambil menyongsong matahari terbit di ufuk timur.

wisatawan naik perahu

berlayar

naik perahu nelayan

Sliyut… Sliyut… Sambil dikipasi udara pagi yang anginnya natural. Ahh, segarnya. Benar-benar beda dengan hiruk-pikuk pusat kota.

2. Menyaksikan Matahari Terbit

Meski pantainya tidak berpasir putih, dan sejujurnya banyak sampah plastik berserakan, tapi sunrise tetap cantik di tempat ini. Kalau kamu suka fotografi, jangan lupa bawa kamera, ya! Sayang sekali pemandangan cantik di sini kalau dilewatkan begitu saja.

Aku juga beberapa kali berpapasan dengan orang-orang yang menenteng kamera dan tripod. Sudah jelas hunting foto ya, bukan mau mancing ikan.

sunrise kenjeran

3. Jogging

Di area taman sudah tersedia jalur pedestrian yang cocok sekali jadi rute jogging alias lari pagi. Usahakan jangan sampai merusak tanaman, ya. Kita tidak ikut membangun dari awal, tapi setidaknya kita bisa menjaga sikap bijak dengan ikut memeliharanya.

Jalur pedestrian ini juga ada di tengah-tengah taman, tempat patung Suroboyo berdiri gagah. Kamu bisa foto-foto dulu sebagai kenang-kenangan.

4. Bermain Layang-layang

Banyak penjual layangan di sini. Kalau siang juga banyak yang main layang-layang. Tempatnya memang cocok. Luas dan aman, tidak mengganggu maupun terganggu oleh lalu lintas kendaraan.

Meski ada kalanya angin terlalu kencang, yang justru malah kurang sesuai untuk menerbangkan layang-layang. Tapi ketika cuaca bersahabat, angin tidak terlalu kencang, kamu bisa melihat layangan warna-warni di langit pantai Kenjeran ini.

5. Bermain dengan Anak

Ada berbagai jenis mainan yang cocok untuk anak-anak. Seperti melukis atau mewarnai; wahana permainan seperti ayunan dan seluncuran; atau bisa juga naik mobil remot mini.

Harga sewanya cukup murah menurutku. Hanya 15.000 untuk sepuluh menit. Pilih sendiri mobil remotnya. Si anak yang naik, lalu bapaknya yang 'nyetir' dari jauh dengan remot kontrol.

6. Naik Kuda

Aku tidak bilang berkuda ya, karena kuda yang dipakai di sini masih kuda anakan, yang usianya sekitar empat tahunan. Kudanya masih kecil, yeorobun. Jadi pertimbangkan juga dengan berat badan penumpang, ya! Kalau anak-anak pasti boleh. Tapi tidak semua orang dewasa bisa menaiki kuda.

naik kuda

Tidak perlu takut, karena tetap ada joki yang mendampingi dan mengendalikan si kuda. Jadi kamu nggak lepas kendali atau naik sendiri, ya!

IMHO, tarif naik kuda ini agak mahal. Kemarin aku naik dengan anakku yang baru umur dua tahun. Bayarnya 25.000 padahal rutenya pendek, hanya beberapa meter.

Tapi, naik kuda bisa menjadi pengalaman unik dan menarik bagi anak-anak. Jadi, yah walaupun kurang worth it menurutku, tidak masalah kalau mau coba.

7. Nongkrong Sambil Jajan

Lelah jogging, mulai lapar setelah main, tujuan berikutnya adalah makan. Di kawasan Taman Suroboyo ini banyak tenda makanan. Mulai dari makanan ringan seperti pentol dan gorengan, sampai makanan berat seperti bakso dan mie ayam. Tempat makannya langsung menghadap lautan. Harganya murah, mulai dari 1.000 rupiah saja. Tidak perlu khawatir bikin kantong kering.

8. Belanja Hasil Laut

Nah, ini biasanya kesukaan para mama nih. Taman Suroboyo berhadapan persis dengan Sentra Ikan Bulak. Di pasar ini kamu bisa membeli berbagai macam hasil kekayaan laut, mulai ikan segar, ikan asap, ikan asin, kerupuk ikan, teripang sampai lorjuk. Itu lo, rengginang yang khas rasa ikan. Rasanya beda dengan rengginang biasa. Lebih gurih dan asin. Yang suka gurih-gurih pasti suka.

Ada juga warung-warung makan dengan olahan yang beraneka ragam, mulai dari seafood sampai masakan rumahan.

Puas jalan-jalan, senang-senang, main ini itu, makan juga sudah, sebelum pulang jangan lupa beli oleh-oleh. Di Sentra Ikan Bulak ini juga ada penjual cinderamata. Umumnya kerajinan tangan yang terbuat dari cangkang kerang. Banyak dan bagus-bagus pula. Harganya tentu sebanding dengan njelimet pembuatannya, ya.

ADA TIPS TAMBAHAN?

Ada! Kemarin pas aku ke sini bener-bener berdandan ala gembel, yeorobun. Duh, malu kalau ingat lagi. Cuma pakai setelan katun yang biasa aku pakai tidur, ditambah jilbab dan jaket, lalu pakai sandal jepit. Nggak mbois kan?

Walaupun urusan dandan adalah selera, tapi kalau berniat foto-foto, ada baiknya siapkan juga kostum yang rapi dan mendukung, supaya hasil fotonya juga bagus. Selain itu, ada beberapa tips yang ingin aku bagi.

  • Pakai sepatu, alas kaki tertutup atau sepatu sandal yang kuat - sandal jepit rawan putus talinya. Lagipula pasir di pantai Kenjeran ini kasar, banyak kerikil dan remah-remah kerang yang bisa melukai kaki.
  • Bawa kacamata hitam atau topi - kalau masih sunrise okelah. Tapi semakin siang, semakin terik, semakin panas dan otomatis semakin silau.
  • Pakai jaket - meski Surabaya terkenal hawanya panas, tapi angin di pantai cenderung kencang. Daripada masuk angin, lebih baik mencegah dari awal.
  • Cek perkiraan cuaca - sebelum berangkat ada baiknya memeriksa perkiraan cuaca di lokasi. Nggak asik kalau niat liburan jadi berantakan gara-gara cuaca yang berubah tiba-tiba.
  • Datang setelah subuh - demi momen sunrise terbaik. Jangan sampai kelewatan kalau memang berniat menikmati sunrise. Menurutku waktu paling pas adalah setelah subuh.

SUMMARY

Yeorobun, Taman Suroboyo di kawasan pantai Kenjeran bisa menjadi pilihan liburan bersama keluarga yang menarik dan ramah anak. Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan, pun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

matahari terbit

Kegiatan paling menarik bagiku adalah menikmati momen sunrise di atas perahu nelayan, sambil menikmati semilir angin laut yang menyegarkan. Meski tidak seindah pantai selatan Jawa, Taman Suroboyo dan pantai Kenjeran layak dimasukkan wishlist liburan tipis-tipis di akhir pekan. Gimana? Tertarik berkunjung juga? Ceritakan di kolom komentar ya!

Alfia D. Masyitoh
Personal lifestyle blogger, content writer, clodi enthusiast. Chocolate and coffee addict. Baekhyun and Rowoon lovers. We are one, 사랑하자!

Related Posts

2 comments

  1. kangen Suroboyooo.. kangen Kenjeran huhu kapan kesana lagi?? makasih dek tulisannya, bikin tambah kangen 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaak.. Ayo sini main ke sini hihi. Kampus malah bikin kangen lo, banyak yang baru sekarang. Duh, kampusku uwapik e saiki, batinku. Wkwkwk...

      Delete

Post a Comment